Pematangsiantar, Kabariku – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan tinggi Indonesia. Tiga dosen STIKOM Tunas Bangsa Pematangsiantar, Sumatera Utara, berhasil masuk dalam daftar World’s Top 5% Scientists 2025 yang dirilis oleh SciRank Global, lembaga pemeringkatan ilmuwan internasional.
Ketiga akademisi tersebut adalah Dr. Agus Perdana Windarto, S.Kom., M.Kom., Dr. Anjar Wanto, S.Kom., M.Kom., dan Dr. Dedy Hartama, S.T., M.Kom.
Mereka berhasil menembus kelompok lima persen ilmuwan terbaik dunia berdasarkan penilaian produktivitas penelitian dan dampak publikasi ilmiah yang dilakukan SciRank Global.
Pencapaian ini menjadi catatan penting bagi dunia pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara. Di tengah berbagai tantangan yang kerap dihadapi perguruan tinggi daerah, STIKOM Tunas Bangsa mampu menunjukkan bahwa kualitas riset dan publikasi ilmiah dapat bersaing di tingkat global.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari konsistensi ketiga dosen dalam menghasilkan karya ilmiah berkualitas serta membangun kolaborasi penelitian yang berdampak luas di komunitas akademik internasional.
SciRank Global sendiri merupakan sistem pemeringkatan yang melakukan analisis terhadap jutaan peneliti aktif dan puluhan juta publikasi ilmiah yang terindeks dalam berbagai basis data akademik dunia.
Lembaga ini menggunakan metode Normalized Composite Score, yakni pendekatan yang menggabungkan produktivitas penelitian dengan dampak publikasi yang diukur melalui jumlah sitasi ilmiah.
Dalam proses penilaiannya, SciRank Global mempertimbangkan dua indikator utama, yakni jumlah publikasi ilmiah yang telah terverifikasi serta jumlah sitasi yang diperoleh dari karya-karya tersebut. Seluruh data kemudian dinormalisasi sehingga memungkinkan perbandingan yang lebih objektif antarpeneliti dari berbagai disiplin ilmu dan negara.
Pendekatan ini berbeda dengan sejumlah sistem pemeringkatan akademik lainnya yang umumnya lebih berfokus pada indikator tunggal seperti H-Index atau jumlah sitasi.
SciRank Global berupaya menghadirkan penilaian yang lebih komprehensif dengan menggabungkan aspek produktivitas dan pengaruh penelitian dalam satu skor terstandarisasi.
Masuknya tiga dosen STIKOM Tunas Bangsa ke dalam daftar ilmuwan terbaik dunia menunjukkan kontribusi nyata mereka dalam pengembangan ilmu pengetahuan melalui berbagai penelitian yang dipublikasikan di jurnal internasional bereputasi.
Selama ini, ketiganya dikenal aktif melakukan riset di berbagai bidang strategis, seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence), data science, data mining, deep learning, sistem pendukung keputusan, serta teknologi informasi.
Bidang-bidang tersebut menjadi fokus penting dalam perkembangan transformasi digital dan inovasi teknologi global.
Prestasi tersebut sekaligus membuktikan bahwa daya saing riset kelas dunia tidak hanya lahir dari perguruan tinggi besar di kota-kota metropolitan.
Dari Kota Pematangsiantar, para akademisi mampu menghadirkan karya ilmiah yang memperoleh pengakuan internasional dan memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan global.
Capaian ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi perguruan tinggi di berbagai daerah untuk terus memperkuat budaya riset, inovasi, dan publikasi ilmiah. Selain itu, keberhasilan tersebut juga menjadi bukti bahwa akademisi Indonesia memiliki potensi besar untuk berkiprah dan bersaing di panggung ilmiah dunia.*Khai
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com






















Discussion about this post