Jakarta,Kabariku.com – Wakil Ketua Umum , menyampaikan kritik terhadap konten yang diunggah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Psikologi yang menyebut homoseksual bukan sebagai penyimpangan.
Menurut Kiai Cholil Nafis, status UI sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia membawa tanggung jawab besar dalam membentuk kualitas generasi muda.
Ia menegaskan bahwa kampus tidak hanya berperan mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga harus memastikan pembinaan mental, moral, dan spiritual mahasiswa berjalan dengan baik.
“Predikat sebagai kampus terbaik harus diikuti dengan tanggung jawab dalam membangun karakter mahasiswa. Pendidikan tidak hanya soal kecerdasan intelektual, tetapi juga pembentukan mental dan spiritual,” ujar Cholil Nafis dalam keterangannya, Sabtu (4/6/2026).
Ia menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan antara kebebasan akademik dan nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat.
Karena itu, setiap materi atau kajian yang dipublikasikan di lingkungan kampus perlu disampaikan secara hati-hati agar tidak menimbulkan polemik maupun kesalahpahaman di ruang publik.
Cholil juga mengingatkan bahwa kampus merupakan tempat lahirnya calon pemimpin bangsa. Oleh sebab itu, proses pendidikan harus mampu membentuk pribadi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki integritas, etika, dan tanggung jawab sosial.
Pernyataan tersebut muncul setelah beredarnya konten kajian yang dipublikasikan BEM Fakultas Psikologi UI dan menjadi perhatian publik.
Materi tersebut memicu perdebatan luas di media sosial serta berbagai tanggapan dari tokoh masyarakat dan organisasi keagamaan.
Sebelumnya, pihak UI telah memberikan klarifikasi bahwa materi kajian yang diproduksi organisasi kemahasiswaan tersebut bukan merupakan pernyataan maupun sikap resmi universitas. Kampus menegaskan bahwa konten tersebut merupakan tanggung jawab pihak penyelenggara dan tidak mencerminkan posisi institusi.
Meski demikian, Cholil Nafis berharap polemik yang muncul dapat menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak di lingkungan pendidikan tinggi. Ia menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter serta pembinaan moral dan spiritual sebagai bagian integral dari proses pendidikan nasional.
Menurutnya, kualitas sebuah perguruan tinggi tidak hanya diukur dari prestasi akademik dan reputasi internasional, tetapi juga dari keberhasilannya membentuk lulusan yang berakhlak, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
“Perguruan tinggi harus menjadi tempat tumbuhnya ilmu pengetahuan sekaligus pembentukan karakter yang kuat. Keduanya harus berjalan beriringan,” pungkasnya.
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com


















Discussion about this post