• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Jumat, Juli 3, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Kabar Terkini

Rupiah Centrum: Saatnya Keluar dari Bayang-Bayang Dollar

Tresyana Bulan oleh Tresyana Bulan
18 Mei 2026
di Kabar Terkini, Opini
A A
0
ShareSendShare ShareShare

Hasanuddin
Koordinator SIAGA 98

Tulisan ini merupakan tanggapan atas pernyataan Presiden Prabowo Subianto di Nganjuk, Jawa Timur, 16 Mei 2026:
“…. rakyat di desa enggak pakai dolar kok”.

Jakarta, Kabariku – Pernyataan itu memicu perdebatan. Sebagian ekonom menganggapnya terlalu menyederhanakan persoalan kurs rupiah terhadap dolar.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Namun dibalik pernyataan tersebut, sesungguhnya ada kritik mendasar terhadap cara pandang ekonomi Indonesia yang selama ini terlalu “dollar sentris”.

RelatedPosts

Harun Masiku Masih Buron Sejak 2020, KPK Sediakan Kanal Pengaduan untuk Informasi 5 DPO Korupsi

Korupsi MBG, Kejagung Tetapkan Jenderal Aktif LMI Jadi Tersangka

Selamat Hari Bhayangkara ke-80, 1 Juli 2026

Selama puluhan tahun, kita dibiasakan melihat ekonomi nasional dari kaca mata dolar.

Seolah-olah kesehatan ekonomi Indonesia hanya ditentukan oleh naik turunnya mata uang Amerika Serikat.

Ketika dolar naik, kepanikan dibangun.

Ketika rupiah melemah, narasi krisis langsung diproduksi. Media ramai memberitakan kurs. Para analis sibuk menggambarkan ancaman. Padahal kehidupan ekonomi mayoritas rakyat Indonesia berjalan bukan dengan dolar, melainkan dengan rupiah.

Petani di desa tidak menerima upah dalam dolar. Pedagang pasar tidak menjual cabai dengan dolar. Buruh, nelayan, tukang ojek, UMKM, hingga warung kecil di kampung seluruhnya hidup dalam ekosistem rupiah.

Inilah realitas yang sering dilupakan oleh para ekonom yang terlalu lama terjebak dalam paradigma dollar centrum.

Cara pandang ini menempatkan dolar sebagai pusat gravitasi ekonomi dunia, sementara rupiah diposisikan hanya sebagai mata uang pinggiran yang nilainya selalu diukur dari kedekatannya terhadap dolar.

Akibatnya, bangsa ini seperti terus didorong untuk merasa inferior terhadap mata uang sendiri.

Padahal kekuatan ekonomi Indonesia sesungguhnya berada pada pasar domestik yang besar, konsumsi rakyat, sumber daya alam, serta perputaran ekonomi internal yang menggunakan rupiah setiap hari.

Baca Juga  Rencana Reformasi Polri, SIAGA 98: Presiden Perlu Panggil Kompolnas

Rakyat kecil tidak bangun pagi untuk mengecek kurs dolar. Mereka bangun untuk memastikan harga beras terjangkau, pekerjaan tersedia, hasil panen laku, dan usaha tetap berjalan.

Karena itu, stabilitas ekonomi nasional tidak boleh semata-mata diukur dari fluktuasi dolar.

Yang lebih penting adalah: apakah pangan tersedia, apakah industri bergerak, apakah lapangan kerja tercipta, apakah daya beli rakyat terjaga, dan apakah negara mampu menjaga kepercayaan terhadap rupiah.

Tentu Indonesia tetap membutuhkan dolar dalam perdagangan internasional. Tidak ada yang menyangkal itu.

Tetapi kebutuhan terhadap dolar dalam transaksi global tidak berarti bangsa ini harus tunduk secara psikologis pada dolar.

Inilah yang perlu dibenahi.

Selama ini, ketergantungan terbesar Indonesia bukan semata pada dolar, melainkan pada cara berpikir yang menempatkan dolar sebagai pusat segala ukuran ekonomi.

Padahal dalam praktik kehidupan sehari-hari, rakyat Indonesia lebih percaya menyimpan nilai dalam bentuk emas, tanah, usaha, atau aset riil lainnya dibanding menyimpan dolar.

Artinya, fondasi ekonomi sosial masyarakat Indonesia sebenarnya masih bertumpu pada kekuatan domestik.

Pada titik inilah pernyataan Presiden Prabowo menjadi relevan dan strategis.

Pernyataan itu bukan sekadar soal kurs, tetapi ajakan untuk membangun kepercayaan diri ekonomi nasional.

Sudah saatnya Indonesia membangun paradigma rupiah centrum — sebuah cara pandang yang menempatkan rupiah sebagai pusat realitas ekonomi Indonesia sendiri.

Sebab selama rakyat Indonesia hidup, bekerja, dan bertransaksi menggunakan rupiah, maka rupiah bukan sekadar alat pembayaran, melainkan simbol kedaulatan ekonomi bangsa.*

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: dollarHasanuddin koordinator SIAGA 98Kesehatan ekonomiPresiden Prabowo SubiantoRupiah CentrumSIAGA 98Simpul Aktivis Angkatan 1998
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Menkomdigi Ajak Keluarga Jadi Benteng Utama

Post Selanjutnya

Waspadai Modus Jual-Beli Titik SPPG, BGN Buka Hotline Pengaduan “SAGI 127”

RelatedPosts

dok KPK

Harun Masiku Masih Buron Sejak 2020, KPK Sediakan Kanal Pengaduan untuk Informasi 5 DPO Korupsi

2 Juli 2026

Korupsi MBG, Kejagung Tetapkan Jenderal Aktif LMI Jadi Tersangka

2 Juli 2026

Selamat Hari Bhayangkara ke-80, 1 Juli 2026

1 Juli 2026

Jaksa Agung Burhanuddin dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Resmikan Gedung Baru Kejari Jakarta Utara

30 Juni 2026

Watak Integritas Polisi: Kunci Utama Terwujudnya Kemajuan Bangsa

28 Juni 2026

Ketahanan Pangan dan Tugas Pokok Polri

28 Juni 2026
Post Selanjutnya

Waspadai Modus Jual-Beli Titik SPPG, BGN Buka Hotline Pengaduan "SAGI 127"

Dinas Perkim Kabupaten Cianjur

Perkim Perbaiki 63 Unit Rutilahu Sebesar Rp1.8 Miliar dari Pemkab Cianjur

Discussion about this post

KabarTerbaru

LPMPP UBB dan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah Bangka Belitung Sinkronkan Kurikulum Berbasis OBE untuk Lulusan Siap Kerja

2 Juli 2026

462 Pendaftar dari 35 Negara Ikuti Seleksi Mahasiswa Internasional UBB Tahun 2026

2 Juli 2026

Berkas P21, Polda Babel Segera Limpahkan 2 Tersangka Kasus Korupsi Dana Hibah KONI Babar Ke Kejati Babel

2 Juli 2026
dok KPK

Harun Masiku Masih Buron Sejak 2020, KPK Sediakan Kanal Pengaduan untuk Informasi 5 DPO Korupsi

2 Juli 2026

Korupsi MBG, Kejagung Tetapkan Jenderal Aktif LMI Jadi Tersangka

2 Juli 2026

Purbaya: Singapura Masih Jadi Tempat Penyimpanan Uang Korupsi dari Indonesia

2 Juli 2026

Pengamat: Pergerakan Jokowi Berpotensi Mengubah Kalkulasi Politik Menuju Pilpres 2029

2 Juli 2026

Produk Pangan Indonesia Raih Potensi Transaksi Rp89,5 Miliar di Food Taipei Mega Show 2026

2 Juli 2026

Tinjau Booth Paviliun Pemkot Tangsel di APEKSI 2026, Pilar Optimis Produk yang Dipromosikan Jadi Daya Tarik Pengunjung

2 Juli 2026

Istana Pastikan Program Tetap Berjalan, Latsarmil Koperasi Merah Putih Dievaluasi Usai Lima Peserta Meninggal

29 Juni 2026

Kabar Terpopuler

  • Sidang TPPU, Mantan Pangdam IV/Diponegoro Diduga Belikan Alphard Rp1,6 Miliar untuk Eks Kowad

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mewujudkan Polisi Kelas Dunia: Menyambut Hari Bhayangkara Ke-80

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Korupsi MBG, Kejagung Tetapkan Jenderal Aktif LMI Jadi Tersangka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga Sekap dan Rantai Tiga Karyawan Selama 21 Hari, Pemilik Percetakan Dilaporkan ke Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Eks Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung, Gugat Kejagung Lewat Praperadilan, OC Kaligis Persoalkan Proses Penangkapan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • HIMAIKA UBB Wujudkan Kepedulian Pesisir Melalui Program Bina Desa Berbasis Citizen Science di Desa Rajik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mulai 1 Juli 2026, Pemerintah Resmi Terapkan Biodiesel B50 di Seluruh SPBU

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com