Garut, Kabariku – Wakil Bupati Garut Putri Karlina menyampaikan refleksi terbuka atas satu tahun masa kepemimpinannya bersama Bupati Garut. Ia secara tegas mengakui belum mampu menghadirkan perubahan signifikan bagi masyarakat.
“Refleksi saya pribadi sih sebenarnya, saya bilang dengan tegas bahwa saya gagal. Satu tahun belum ada perubahan, betul, setuju,” ujar Putri.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa kegagalan tersebut bukan karena persoalan hukum, sehingga tidak menjadi alasan untuk berhenti bekerja. Ia menilai perubahan membutuhkan proses dan kolaborasi seluruh pihak.
“Intinya saya mengakui dulu saya salah, saya belum bisa memberikan perubahan yang signifikan, kebijakan yang reformatif, belum bisa menstimulasi perubahan-perubahan luar biasa, tapi saya masih punya harapan, saya menaruh harapan karena perubahan nggak bisa diinisiasi saya sendiri, harus oleh bersama-sama gitu.”
Putri juga menyinggung soal transparansi program. Menurutnya, secara pribadi ia selalu berupaya terbuka, sementara untuk detail teknis di masing-masing dinas akan dibahas lebih lanjut bersama kepala dinas terkait.
Terkait capaian program, ia mengaku cukup puas dengan program Wira Hebat yang dinilainya sebagai gebrakan dan masih berjalan hingga kini. Namun, ia menyoroti Aplikasi Garut Hebat yang belum optimal dalam tindak lanjut aduan masyarakat.
“Tapi saya yang agak nggak happy sama aplikasi. Karena apa? Aplikasi Garut Hebat kan itu adalah sebuah upaya kita ya, mendigitalisasi aduan, mengkanalisasi aduan, supaya tindak lanjut, tapi ternyata tindak lanjutnya masih lambat gitu.”
Ia menyebut akan melakukan evaluasi sebelum menganggarkan pengembangan lanjutan agar sistem di tingkat pelaksana benar-benar siap.
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com


















Discussion about this post