Garut, Kabariku – Sekertaris Umum PPRK Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut Dr. Hj. Neng Hilma Mimar, S.Ag, S.Pd.I, M.M.P mengajak para pelajar untuk lebih memprioritaskan pendidikan dan masa depan dibanding terjebak dalam pergaulan bebas maupun hubungan percintaan yang belum waktunya.
Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan BRUS (Bimbingan Remaja Usia Sekolah) yang digelar di SMA Negeri 6 Garut pada 18 Mei 2026 dengan mengusung tema “Cinta Boleh Datang, Tapi Cita-cita Jangan Hilang.” Kegiatan ini juga bekerjasama MUI dengan Kemenag RI Kabupaten Garut
Dalam pemaparannya, Dr. Hj. Neng Hilma Mimar, S.Ag, S.Pd.I, M.M.P menekankan bahwa masa remaja merupakan fase penting untuk membangun ilmu, karakter serta masa depan yang lebih baik.
“Cinta itu sesuatu yang wajar hadir di usia remaja, tetapi jangan sampai menjadi prioritas utama hingga mengganggu pendidikan dan masa depan. Di usia SMA, fokus utama adalah belajar, mengejar cita-cita dan membangun kualitas diri,” ujarnya.
Ia menjelaskan, banyak remaja yang akhirnya kehilangan arah karena terlalu larut dalam hubungan percintaan sehingga melupakan tanggung jawab sebagai pelajar.
Menurutnya, Islam juga mengajarkan umatnya untuk mempersiapkan masa depan dengan sebaik-baiknya, termasuk dalam hal pendidikan, akhlak dan kesiapan hidup sebelum menikah.
“Sekolah dulu, mapan dulu, baru menikah. Jangan sampai karena pacaran dan pergaulan bebas justru merusak masa depan sendiri. Ketika seseorang memiliki ilmu, akhlak dan kesiapan ekonomi, maka ia akan menjadi pribadi dan pasangan yang lebih berkualitas,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Hilma turut mengutip firman Allah SWT dalam QS Ar-Ra’d ayat 11 yang menyebutkan bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai mereka sendiri berusaha mengubah keadaan dirinya.
Ayat tersebut, menurutnya, menjadi pengingat bagi generasi muda agar terus berikhtiar memperbaiki diri melalui pendidikan dan kerja keras demi meraih masa depan yang lebih baik.
Selain itu, ia juga mengingatkan para pelajar agar menjauhi pergaulan bebas yang dapat membawa dampak negatif terhadap mental, moral maupun pendidikan.
“Kesempatan menjadi pelajar itu tidak datang dua kali. Masa SMA adalah masa emas untuk belajar, mencari pengalaman, mengejar prestasi dan merancang masa depan. Jangan sampai waktu yang berharga justru habis karena hal-hal yang belum menjadi kebutuhan utama,” tuturnya.
Hilma menambahkan, pernikahan membutuhkan kesiapan yang matang, bukan sekadar dilandasi rasa cinta semata. Tanpa kesiapan ilmu, mental dan ekonomi, rumah tangga rentan menghadapi berbagai persoalan.
“Menikah itu ibadah yang mulia, tetapi harus dipersiapkan dengan baik. Kalau belum selesai pendidikan dan belum mapan, risikonya besar. Karena itu generasi muda harus menyiapkan diri terlebih dahulu agar kelak dapat membangun keluarga yang sakinah dan sejahtera,” ucapnya.
Melalui program BRUS tersebut, ia berharap para pelajar mampu membangun pola pikir positif, menjaga diri dari perilaku menyimpang serta memiliki motivasi kuat untuk meraih cita-cita.
“Cinta boleh datang, tetapi jangan sampai cita-cita hilang. Jadikan masa muda sebagai waktu untuk memperbaiki diri, menuntut ilmu dan mempersiapkan masa depan terbaik,” pungkasnya.
—
Kirim dari Fast Notepad
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com


















Discussion about this post