Garut, Kabariku – Anggota DPRD Kabupaten Garut, Yuda Puja Turnawan, mengunjungi seorang lansia tunanetra bernama Emak Nesih yang hidup dalam keterbatasan dan belum tersentuh bantuan sosial pemerintah pusat. Emak Nesih diketahui tidak memiliki keturunan serta belum terdata dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), sehingga tidak memperoleh komponen bantuan sosial apa pun.
Yuda menyampaikan, kondisi rumah Emak Nesih yang berada di Kampung Batugede RT 03 RW 01, Desa Sukamanah, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, sangat tidak layak huni dan membahayakan keselamatan penghuninya. Saat ini, Emak Nesih terpaksa tinggal di rumah kakaknya, Emak Sanah, yang lokasinya berdekatan dengan rumah miliknya.
“Kami berusaha hadir untuk mereka yang sedang berada dalam titik sunyi. Emak Nesih adalah lansia tunanetra, tidak memiliki keluarga inti, dan tidak mendapatkan bansos karena belum masuk DTSEN,” ujar Yuda Puja Turnawan, Jumat (23/1/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan bersama Kasi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Bayongbong Agus Maran, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Garut Supriadi, Kepala Desa Sukamanah Entam Rustam, pendamping sosial Desa Sukamanah Novi, serta dokter Gia dari Puskesmas Cilimus.
Dalam kesempatan itu, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Garut menyerahkan bantuan sembako kepada Emak Nesih. Yuda Puja Turnawan juga memberikan bantuan sembako dan santunan uang sebagai bentuk kepedulian. Sementara itu, dokter Gia melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap Emak Nesih dan Emak Sanah yang sama-sama berstatus lansia.
Setelah kunjungan tersebut, pendamping sosial Desa Sukamanah membawa Emak Nesih ke Kantor Kecamatan Bayongbong untuk dilakukan perekaman data kependudukan, agar memiliki Nomor Induk Kependudukan yang valid dan sudah padan.
“Saya sudah meminta operator SIK-NG Desa Sukamanah agar segera mengusulkan pembaruan desil serta seluruh komponen bantuan sosial pemerintah pusat untuk Emak Nesih,” jelas Yuda.
Yuda juga berharap Kementerian Sosial Republik Indonesia dapat melakukan asesmen langsung terhadap Emak Nesih agar bisa memperoleh bantuan Rumah Sejahtera Terpadu dari Kemensos RI.
Selain itu, ia mendorong Pemerintah Kabupaten Garut untuk memprioritaskan lansia seperti Emak Nesih dalam program perbaikan rumah melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Garut.
“Jika APBD Garut belum memungkinkan, pemerintah daerah bisa mengoptimalkan kolaborasi pendanaan dari CSR perusahaan maupun Baznas Garut,” katanya.
Yuda berharap, dengan sinergi berbagai pihak, Emak Nesih dapat memperoleh kehidupan yang lebih layak dan aman di masa tuanya.
“Semoga Emak Nesih bisa menjalani hari tua dengan lebih bermartabat dan sejahtera,” pungkasnya.***
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com












Discussion about this post