Jakarta, Kabariku – Politikus senior Partai Demokrat, Andi Arief, menyambut baik permohonan maaf yang disampaikan akun media sosial Kajian Online terkait tudingan yang menyeret Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dalam isu ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).
Andi Arief menyatakan, permintaan maaf tersebut menjadi langkah positif dan diharapkan diikuti oleh akun-akun lain yang sebelumnya menyebarkan narasi serupa.
“Kami sambut baik permohonan maaf akun YouTube Kajian Online kepada Pak SBY dan Partai Demokrat,” kata Andi Arief dalam keterangannya, Rabu (07/01/2026).
Ia berharap kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari dan menegaskan kembali bahwa SBY tidak memiliki keterkaitan apa pun dengan isu ijazah Jokowi.
“Mudah-mudahan ke depan tidak terulang dan bisa menjadi pelajaran. Sekali lagi, soal ijazah Pak Jokowi tidak ada urusan dengan Pak SBY dan Partai Demokrat,” tegasnya.
Namun demikian, Andi Arief menyebut masih ada sejumlah akun lain yang belum menunjukkan itikad baik meski telah menerima somasi dari Partai Demokrat.
“Kami masih menunggu sikap beberapa akun lagi yang sudah dikirim somasi,” ujarnya.
Sementara itu, akun YouTube Kajian Online secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada SBY dan Partai Demokrat. Dalam pernyataannya yang berjudul “KAJIANONLINE Meminta Maaf ke Bapak SBY, Siap akan Kawal Kasus Roy Suryo Secara Profesional & Netral”.
Pengelola akun tersebut pun mengaku telah menghapus sejumlah konten yang dinilai bermasalah.
“Saya ingin meminta maaf dan berterima kasih kepada Pak SBY dan Partai Demokrat atas saran dan pandangannya. Beberapa konten yang perlu diturunkan sudah kami take down,” ungkap pengelola Kajian Online.
Andi Arief menambahkan, karena somasi tidak diindahkan, maka dua akun lainnya telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya melalui Pengacara Partai Demokrat per 5 Januari 2025.
Sebelumnya, Andi Arief mengungkapkan bahwa SBY merasa terganggu karena namanya dikaitkan dengan isu ijazah palsu Jokowi. Bahkan, SBY sempat mempertimbangkan langkah hukum terhadap pihak-pihak yang menyeret namanya tanpa dasar.
Dalam keterangan video yang disampaikan pada Rabu (31/12/2025), Andi Arief mengaku baru saja bertemu dengan SBY dan menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak benar.
“Saya bertemu Pak SBY beberapa hari lalu. Beliau cukup terganggu karena disebut berada di balik isu ijazah palsu Pak Jokowi, bahkan ada yang menyebut berkolaborasi dengan Ibu Megawati. Itu tidak benar,” kata Andi Arief.
Sebagai langkah lanjutan, Partai Demokrat secara resmi melayangkan somasi kepada sejumlah akun media sosial, salah satunya akun TikTok berinisial SWBMP, yang menuding SBY terlibat dalam isu tersebut. Demokrat meminta akun-akun tersebut menyampaikan permintaan maaf dan klarifikasi secara terbuka kepada publik.*
Baca juga :
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com




















Discussion about this post