• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Rabu, Mei 13, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Hiburan

Pemberontakan Tanpa Manifesto: Resensi Film Nocturama (2016)

Tresyana Bulan oleh Tresyana Bulan
21 Februari 2026
di Hiburan
A A
0
ShareSendShare ShareShare

Jakarta, Kabariku – Disutradarai oleh Bertrand Bonello, Nocturama adalah potret dingin tentang generasi muda yang meledakkan simbol-simbol kekuasaan tanpa pernah benar-benar menjelaskan mengapa.

Film ini dibuka dengan ritme yang nyaris dokumenter. Sekelompok remaja dan dewasa muda bergerak terpisah di berbagai sudut Paris. Kamera mengikuti mereka dalam perjalanan metro, lorong kantor, dan ruang publik, dengan dialog minimal.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Tidak ada musik dramatis, tidak ada orasi revolusioner. Hanya persiapan yang presisi dan wajah-wajah yang sulit dibaca. Serangkaian ledakan kemudian mengguncang kota. Targetnya bukan manusia, melainkan bangunan-bangunan simbolik, institusi negara dan kapital.

RelatedPosts

Pal8 Pictures Umumkan Pemain Lengkap Film Laut Bercerita, Reza Rahadian Perankan Biru Laut

Kemhan Klarifikasi Isu Ayu Aulia: Hadiri Acara Ormas, Bukan Tim Kreatif Kementerian

Partai Buruh EXCO Kota Bandung Luncurkan Program “Diskon Kelas Pekerja” Akses Hiburan Layak

Namun, alih-alih memperdalam ideologi mereka, film justru mengalihkan fokus ke fase berikutnya: para pelaku bersembunyi di sebuah pusat perbelanjaan mewah pada malam hari.

Ironi Bekerja Paling Tajam

Mereka yang baru saja menyerang sistem, kini berjalan di antara etalase merek-merek mahal. Mereka mencoba pakaian desainer, menyantap makanan premium, menari mengikuti lagu pop.

Adegan ketika salah satu karakter bernyanyi mengikuti lagu dari Blondie menjadi momen absurd sekaligus menyentak, sebuah selebrasi konsumsi di tengah proyek penghancuran simbol kapitalisme.

Bonello tidak memberikan manifesto. Tidak ada penjelasan latar belakang yang memuaskan. Tidak ada trauma masa kecil yang dirinci atau doktrin politik yang dipaparkan. Penonton dibiarkan menghadapi kekosongan itu sendiri.

Kekuatan Nocturama

Film ini seperti menyodorkan pertanyaan: bagaimana jika pemberontakan lahir bukan dari ideologi yang matang, melainkan dari kehampaan?

Para tokohnya bukan revolusioner klasik dengan bacaan teori yang tebal. Mereka adalah anak-anak kota yang hidup dalam arus kapitalisme, marah padanya, tetapi juga terpesona olehnya.

Baca Juga  Dari Konser Virtual Amal Bersatu Melawan Corona: Motor Gesit Rp 24 Juta Milik Jokowi Laku Rp 2,5 Miliar

Secara sinematik, Bonello memilih gaya yang tenang, terukur, dan hampir klinis. Kamera sering bergerak lambat, memberi ruang bagi ketegangan sunyi. Paruh kedua film terasa seperti eksperimen ruang tertutup, mal menjadi metafora sistem yang tak bisa benar-benar mereka tinggalkan. Mereka bisa merusak gedung di luar, tetapi tetap terperangkap dalam logika konsumsi.

Namun, pendekatan ini juga mengundang kritik. Minimnya pendalaman karakter membuat sebagian penonton merasa teralienasi.

Film terasa dingin dan menjaga jarak emosional. Beberapa pihak bahkan menilai estetisasi aksi teror dalam film ini terlalu berisiko, terutama mengingat konteks Prancis yang saat itu masih dibayangi gelombang serangan teror nyata.

Akan tetapi, Nocturama bukan film propaganda dan bukan pula film aksi konvensional. Ia lebih dekat pada studi suasana, potret generasi yang hidup diantara kemarahan dan kekosongan makna.

“Pemberontakan tanpa manifesto” bukan sekadar judul yang pas, tetapi inti dari film ini. Bonello memperlihatkan bahwa di era pasca-ideologi besar, revolusi bisa berubah menjadi gestur, keras, spektakuler, namun rapuh secara konseptual.

Nocturama tidak menawarkan jawaban. Ia hanya meninggalkan gema pertanyaan: Apakah kemarahan tanpa arah adalah bentuk paling jujur dari kegelisahan zaman?.***

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Pemberontakan Tanpa ManifestoResensi Film Nocturamasutradara Bertrand Bonello
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Seskab Ungkap Presiden Prabowo Satu-satunya Kepala Negara Gelar Pertemuan Bilateral dengan Trump

Post Selanjutnya

BNN Luncurkan Call Center 184, Akses Informasi dan Pengaduan Aktif 7×24 Jam

RelatedPosts

Film Laut Bercerita segera tayang pada 2026. Reza Rahadian, Dian Sastrowardoyo, dan Eva Celia terlibat dalam adaptasi novel bestseller karya Leila S. Chudori.(Istimewa)

Pal8 Pictures Umumkan Pemain Lengkap Film Laut Bercerita, Reza Rahadian Perankan Biru Laut

24 Februari 2026
Kementerian Pertahanan meluruskan isu pelantikan Ayu Aulia sebagai tim kreatif Kemhan. (Istimewa)

Kemhan Klarifikasi Isu Ayu Aulia: Hadiri Acara Ormas, Bukan Tim Kreatif Kementerian

26 Desember 2025

Partai Buruh EXCO Kota Bandung Luncurkan Program “Diskon Kelas Pekerja” Akses Hiburan Layak

26 November 2025
KAI hadirkan diskon 30% untuk tiket kereta ekonomi komersial selama periode Nataru 2025/2026

Promo Spesial Nataru 2025/2026 KAI Diskon 30%, Cek Syarat Ketentuannya

25 November 2025

Rayakan Hari Jomblo Sedunia Bukan Soal Kesepian: Dari Self-Love hingga Fenomena 11.11

11 November 2025
Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto (kiri) dalam pertemuan bersama Senior Officer Indonesia AFP Steve Lindner (kanan) di Jakarta (Foto: BNN RI)

BNN dan Polisi Federal Australia Perkuat Kerja Sama Lawan Peredaran Narkotika di Asia-Pasifik

28 Oktober 2025
Post Selanjutnya

BNN Luncurkan Call Center 184, Akses Informasi dan Pengaduan Aktif 7x24 Jam

Menteri Bahlil Ungkap Rencana Tambah Saham Freeport Indonesia dan Perpanjang Kontrak ExxonMobil

Discussion about this post

KabarTerbaru

Oplus_131072

Apresiasi Satgas PKH, Presiden Prabowo Tekankan Integritas Yudikatif dan Perlindungan Aset Negara

13 Mei 2026
Presiden Prabowo Subianto meminta bunga kredit PNM untuk rakyat kecil dipangkas hingga di bawah 9 persen. (Istimewa)

Presiden Prabowo Perintahkan Bunga PNM Dipangkas di Bawah 9 Persen, Rosan Siap Turunkan Jadi 8 Persen

13 Mei 2026

Tradisi Intelektual Pejabat Publik

13 Mei 2026

Deretan Kapolri Terlama: Fondasi R.S. Soekanto, Integritas Hoegeng hingga Polri Presisi

13 Mei 2026
GMNI Jakarta dan HMI menggelar aksi meminta transparansi proyek KDMP.(Foto: Istimewa)

GMNI Jakarta-HMI Desak Audit Proyek KDMP, Soroti Dugaan Selisih Anggaran Rp112 Triliun

13 Mei 2026

Disaksikan Presiden Prabowo, Kejagung Serahkan Rp10,2 Triliun Hasil Satgas PKH ke Kas Negara

13 Mei 2026

Pelarangan Film “Pesta Babi”, YLBHI: Pengangkangan Konstitusi dan Ancam Kebebasan Berekspresi

13 Mei 2026

BNN Gandeng PT Gyokai Indonesia, Program “Paksa Sarjana” Reintegrasi Sosial Pascarehabilitasi

13 Mei 2026

Soliditas Bhara Daksa, Akpol 1991 Warnai Kepemimpinan Polri hingga Level Kewilayahan

13 Mei 2026

Desa Nelayan Modern Hadir di Miangas, Presiden Prabowo Bangun Ekonomi Biru Wilayah Perbatasan

10 Mei 2026

Kabar Terpopuler

  • Sekretaris Utama PPATK, Alberd Teddy Benhard Sianipar saat berpangkat Brigjen Pol

    Adhi Makayasa 94 Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar, Perkuat PPATK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mutasi TNI: Agus Widodo Resmi Jadi Waka BIN, Dirjen Strahan Kini Dijabat Bagus Suryadi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Teddy Indra Wijaya: Diam di Tengah Serangan Politik, Karier Cemerlang Tentara Profesional di Pusat Kekuasaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • MK Kabulkan Pencabutan Uji Materi UU APBN 2026 Terkait Tata Kelola MBG

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hari Pers Dunia: Kasus Kadri Amin dan Ancaman Ekosistem Pers

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • GMNI Jakarta Timur Mengawal Keadilan bagi Debitur Panin Bank yang Diduga Dirugikan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM MEDIAMASSA.ID

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com