• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Jumat, Maret 27, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home News

Kisah Empat Pulau di Ujung Aceh yang Akhirnya Menemukan Rumah

Tresna Sobarudin oleh Tresna Sobarudin
18 Juni 2025
di News
A A
0
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, menyambut keputusan Presiden Prabowo Subianto yang mengembalikan empat pulau sengketa ke wilayah Provinsi Aceh.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, menyambut keputusan Presiden Prabowo Subianto yang mengembalikan empat pulau sengketa ke wilayah Provinsi Aceh.

ShareSendShare ShareShare

Jakarta, Kabariku – Di perairan biru yang membentang tenang antara Provinsi Aceh dan Sumatera Utara, terdapat empat pulau kecil yang selama ini terombang-ambing dalam ketidakpastian administratif. Pulau Panjang, Pulau Lipan, Mangkir Gadang, dan Mangkir Ketek—empat nama yang tak sekadar gugusan daratan, melainkan simbol identitas bagi masyarakat pesisir yang hidup berdampingan dengan ombak dan sejarah panjang perbatasan.

Selama bertahun-tahun, masyarakat di sekitar Pulau Banyak, Aceh Singkil, menyebut keempat pulau itu sebagai bagian dari tanah adat mereka. Para nelayan Aceh menambatkan perahu di pantainya, anak-anak mereka tumbuh dengan cerita tentang pulau-pulau itu sebagai warisan leluhur. Namun sebuah keputusan administratif dari pusat sempat mengaburkan batas itu, mencatat pulau-pulau tersebut sebagai bagian dari Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Ketegangan pun merebak—bukan hanya di peta, tapi juga di hati. Pemerintah daerah dari dua provinsi bersikukuh mempertahankan wilayah yang mereka yakini sah. Saat Kementerian Dalam Negeri menerbitkan keputusan yang menempatkan keempat pulau ke wilayah Sumut, kekecewaan warga Aceh membuncah. Mereka merasa kehilangan bukan hanya tanah, tapi juga marwah, akar, dan identitas.

RelatedPosts

Operasi Ketupat 2026 Resmi Ditutup, Korlantas Lanjut Pengamanan Arus Balik Lewat KRYD

Beri Layanan Gratis, BAZNAS RI Siagakan 21 Pos Mudik pada Arus Balik Lebaran 2026

KontraS Ungkap Kondisi Andrie Yunus Usai Operasi 4 Jam, RSCM Temukan Iskemia

“Empat pulau itu harga mati untuk Aceh!”
— Teriakan tegas seorang warga saat aksi massa mengepung Pulau Panjang, 3 Juni 2025.
(nukilan.id)

“Kami memiliki bukti otentik dan fakta lapangan. Keempat pulau itu milik Pemerintah Aceh.”
— Muhammad Ishak, Koordinator AGAMM, dalam orasi di Pulau Panjang.
(acehtrend.com)

Di tengah tekanan itu, Presiden Prabowo Subianto memilih turun tangan langsung. Tak sekadar sebagai kepala negara, melainkan sebagai penengah yang ingin mendengar dari semua sisi. Ia memimpin rapat terbatas secara daring, menyimak laporan para menteri, menelaah peta dan dokumen lama yang menjadi saksi diam atas perdebatan panjang.

Baca Juga  Penelitian Vaksin Nusantara Dimuat di Jurnal Ilmiah, Vox Point Indonesia: Bukti Bahwa Vaksin Hasil Karya Anak Bangsa Diakui Dunia Internasional

Akhirnya, pada Selasa, 17 Juni, lahirlah keputusan penting.

“Berdasarkan data administratif pemerintah, keempat pulau itu masuk wilayah Aceh.” kata Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara menjelaskan keputusan Presiden Prabowo Subianto.

Keputusan itu bukan sekadar penetapan administratif. Ia menjadi pengakuan atas sejarah, kehidupan, dan ikatan batin warga Aceh terhadap empat pulau tersebut. Presiden tidak hanya menyelesaikan konflik, tetapi juga mengobati luka kolektif masyarakat pesisir yang selama ini merasa dipinggirkan.

Gema Syukur dan Haru dari Ujung Barat Nusantara

Saat keputusan dibacakan, riuh haru langsung membuncah di Aceh Singkil. Warga berkumpul di pelabuhan, membawa spanduk bertuliskan “4 Pulau Tetap Milik Kami!” dan “Empat Pulau Harga Mati!” Mereka melakukan konvoi laut, mengelilingi keempat pulau sambil melantunkan yel-yel perjuangan.

“Itu empat pulau milik kami rakyat Aceh…!” kata camat setempat dari atas kapal motor saat konvoi. (tipikorinvestigasinews.id)

Suasana semakin emosional saat doa dipanjatkan bersama. Di tepi laut, di bawah matahari sore yang menyentuh gelombang tenang, para tokoh agama, nelayan, dan ibu-ibu rumah tangga melafalkan syukur sambil meneteskan air mata.

“Kehilangan sejengkal tanah yang merupakan hak kita… itu luka. Tapi hari ini, luka itu dijahit kembali,” kata Safriadi Oyon, Bupati Aceh Singkil.

“Hari ini, kami bisa menyebut nama Pulau Lipan dan Mangkir Gadang dengan dada tegak,” kata seorang nelayan tua, sambil menggenggam pasir dari pantai Pulau Panjang.

Di ujung barat negeri ini, empat pulau kecil akhirnya menemukan rumahnya kembali—bukan hanya di peta, tapi di hati jutaan orang. Semua dimulai ketika seorang presiden memilih mendengar suara dari pinggiran, dan bertindak dengan nurani.***

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Acehempat puau sengketaempat pulau di ujung Acehkeputusan Presiden Prabowo SubiantoSumatera Utara
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Pupuk Indonesia Rombak Komisaris dan Direksi: Kini Ada Iwan Sumule, Wamenaker Noel, dan Yovie Widianto

Post Selanjutnya

PBHI Jakarta Resmi Luncurkan Website, Permudah Akses Bantuan Hukum Pro Bono

RelatedPosts

Operasi Ketupat 2026 Resmi Ditutup, Korlantas Lanjut Pengamanan Arus Balik Lewat KRYD

27 Maret 2026

Beri Layanan Gratis, BAZNAS RI Siagakan 21 Pos Mudik pada Arus Balik Lebaran 2026

27 Maret 2026

KontraS Ungkap Kondisi Andrie Yunus Usai Operasi 4 Jam, RSCM Temukan Iskemia

26 Maret 2026

TAUD: Ganti Kepala BAIS Bukan Solusi, Bongkar Rantai Komando Kasus Andrie Yunus

26 Maret 2026

Tindaklanjuti Arahan Presiden, Kepala BGN Perkuat Standar SPPG dan Mutu MBG

25 Maret 2026

Presiden Prabowo Terkesan Latar “Criminal Mind” Bossman, Sebut Relevan bagi KPK

25 Maret 2026
Post Selanjutnya

PBHI Jakarta Resmi Luncurkan Website, Permudah Akses Bantuan Hukum Pro Bono

LP UMKM PP Muhammadiyah Launching Produk ITMu, Ini Apresiasi Ketua KPID Jakarta

Discussion about this post

KabarTerbaru

Operasi Ketupat 2026 Resmi Ditutup, Korlantas Lanjut Pengamanan Arus Balik Lewat KRYD

27 Maret 2026

KPK Tegaskan Pengalihan Tahanan Yaqut Diputuskan Kolektif, SIAGA 98: Sah Sesuai KUHAP

27 Maret 2026

Beri Layanan Gratis, BAZNAS RI Siagakan 21 Pos Mudik pada Arus Balik Lebaran 2026

27 Maret 2026

KontraS Ungkap Kondisi Andrie Yunus Usai Operasi 4 Jam, RSCM Temukan Iskemia

26 Maret 2026
Baznas RI Pastikan Pelayanan Pemudik Optimal Lewat Kunjungan ke Limbangan

Ketua Badan Amil Zakat Nasional Tinjau Posko Mudik di Limbangan Garut, Pastikan Layanan Optimal bagi Pemudik

26 Maret 2026

KPK Ingatkan 96 Ribu Wajib Lapor Segera Setor LHKPN Sebelum 31 Maret 2026

26 Maret 2026
ilustrasi

MBG (Makanan Bergizi Gratis): Antara Proyek Ambisius dan Kegagalan Komunikasi Politik

26 Maret 2026

Rakor Lintas K/L: Seskab Teddy dan Menteri Bahas Stimulus Ekonomi dan Kebijakan Energi

26 Maret 2026

TAUD: Ganti Kepala BAIS Bukan Solusi, Bongkar Rantai Komando Kasus Andrie Yunus

26 Maret 2026

Seskab Teddy Ungkap Presiden Prabowo Telepon Presiden Palestina: Momen Idulfitri Pererat Solidaritas

25 Maret 2026

Kabar Terpopuler

  • Taman Yu Yuan (Yu Yuan Garden) dan Polisi Shanghai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Longsor di Bungbulang Garut: Satu Meninggal, Akses Jalan Terputus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjalanan Karier Brigjen TNI Dwi Sasongko, Penerima Adhi Makayasa1998 Butuh 16 Tahun Raih Pangkat Letkol

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jelang Lebaran, Musibah Kebakaran di Garut, Yuda Puja Turnawan Serahkan Bantuan untuk Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jarang Terungkap, Inilah Orang Tua dan Tiga Saudara Kandung Menlu Sugiono Beserta Pekerjaannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Presiden Prabowo Terkesan Latar “Criminal Mind” Bossman, Sebut Relevan bagi KPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com