• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Senin, April 13, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Kabar Terkini

Hariman Siregar: “Kita Bingung Dengan Jokowi yang Sekarang, Hanya Kita yang Bisa Melawan Rezim Ini”

Redaksi oleh Redaksi
21 Juni 2022
di Kabar Terkini, Profile
A A
0
ShareSendShare ShareShare

GARUT, Kabariku- Terjangan pandemi Covid-19 dalam dua tahun terakhir, kemudian perang Rusia-Ukraina, harus menjadi perhatian para aktivis di negeri ini, terhadap perubahan politik tanah air ke depan.

“Saat kita harus melawan virus akibat ulah kita sendiri dan sekarang kita harus menghadapi perang Ukraina yang ini sama dahsyatnya, pengaruhnya karena sama ulah manusia,” kata Hariman, dihari pertama kegiatan kemping bersama aktivis lintas generasi berlangsung di Soendaj Campfire, kaki gunung Cikuray, Garut, Jawa Barat. Sabtu – Minggu (18 – 19 Juni 2022).

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Hariman menyebut, Ketika bertemu banyak orang hampir semua berbicara dan lebih menganggap hari kebelakang, bukan masa depan.

RelatedPosts

Dari Rekomendasi ke Aksi, SIAGA 98 Desak Realisasi Reformasi Polri

UPDATE: KPK OTT Bupati Tulungagung, Total 16 Orang diamankan dan Masih Diperiksa

Lucius Karus Soroti Kasus Pemerasan Rp300 Juta Sahroni: Kok Malah Dibikin Drama?

“Kaya tadi yang saya denger ceritanya itu ngomong dibelakang, sebenarnya kalau kita ngomong ke belakang itu belum tentu klop antara masa depan sama apa yang ada dibelakang,” tuturnya.

Hariman mencontohkan, Kalau dibelakang mengahadapi rezim otoriterir Soeharto yang tantangannya jelas musti digulingkan.

“Otoriterir saat itu hanya ada satu kata, Lawan! Kita ga ribut gantinya siapa? terserah, pokoknya lebih bagus,” cetusnya.

Ia menjelaskan, Dulu (tahun 1998-red) seharusnya itu revolusi namun yang terjadi reformasi.

“Saya selalu yang mulai ngomong, jadi yang kita mau dulu itu adalah revolusi bukan reformasi. Itu sebenernya kita ga teguh, karena dengan reformasi itu perubahan yang cepet,” terangnya.

Lebih jauh Hariman mengatakan, Dalam reformasi orde baru itu ibarat membangun struktur baru, yang berdiri diatas kultur (budaya lama), ditengahnya harus berdiri nilai baru yang akan menerima perubahan dan tantangan baru.

Baca Juga  SIAGA 98: Ultra Petita Ditanah Negara, Hakim PN Garut Ciderai Keadilan Petani Cisaruni!

“Yang dilakukan orde reformasi itu, mulai dari amandemen UUD, KPK, MK, semua sudah dibuat tapi pada akhirnya karena yang ditengah itu ga tumbuh nilai-nilai baru. Kulturnya yang terlalu kuat,” bebernya.

Tokoh utama peristiwa Malapetaka Lima Belas Januari (Malari) tahun 1974 ini mengatakan, Kultur kuat itu feodalisme, jalan sepintas, mata duitan, dan lainnya yang membuat struktur yang dibangun malah terkorup.

“Jangan takut entar saya jadi apa, anak saya jadi apa, saya juga dari dulu gini-gini saja,” kata Hariman.

Antara knowledge dengan paham, lanjut dia, paham yang ini yang dimaksud mengerti akan keadaan. Sementara knowledge itu bisa didapat dengan kecanggihan teknologi.

“Kita paham itu pengertian akan keadaan ini, kita ngerti kita begini untuk mengatasi krisis. Undang-Undang untuk mengarahkan regulasi dan karena itu kita harus hati-hati, mengeti dulu. Jangan sampai punya penjelasan tanpa pengetahuan,” ujarnya.

Flashback saat mendukung Jokowi untuk Gubernur Jakarta, karena tahu kerjanya benar semuanya menunggu dengan janjinya.

“Tapi sekarang kita bingung dengan Jokowi yang sekarang, kita tahu masa jabatan Presiden itu dua periode. Makanya saya bilang hei mahasiswa bangkitlah, bangkitlah, karena hanya kita yang bisa melawan rezim ini,” tegasnya.

Hariman menegaskan, Jangan sampai hilang pegangan dengan cara berkumpul seperti ini akan paham yang harus diberdayakan itu rakyat.

“Kita mau berkorban karena kita ada concern (kekhawatiran-red), saya datang karena diundang temen-temen Garut. Karena dengan berkumpul kaya gini, harus memperkuat. Jangan saling melemahkan,” kata Hariman.

Terakhir Hariman mengingatkan, Pahami situasi hadirnya rencana perpanjangan masa jabatan Presiden tiga periode, kemudian penundaan Pemilu 2024, harus menjadi perhatian seluruh kalangan aktivis saat ini.

“Kita harus tetap ingat, the powering pada rakyat. Paham dulu jangan so Presiden tiga periode terus so ikut nentuin Presiden. Masih 2023, belum jelas semua. Saya kira nanti kalian semua akan bereaksi sendiri,” Hariman menutup.***

Baca Juga  SIAGA 98 Dukung Nurul Ghufron Melaju sebagai Calon Hakim Agung Kamar Pidana 2025
Red/K.000

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: aktivis 98Hariman SiregarHasanuddin. Koordinator SIAGA '98Kaki Gunung Cikuraykemping aktivis lintas generasiSIAGA ’98Soendaj Campfiretokoh peristiwa Malari tahun 1974
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

KPK Apresiasi Dikabulkannya Kasasi Korupsi Proyek Multiyears Bengkalis oleh Mahkamah Agung

Post Selanjutnya

Aktivis FPPHR Bogor: “Apresiasi dan Dukungan Sepenuhnya Kesepakatan Aktivis di Kaki Gunung Cikuray Garut”

RelatedPosts

Dari Rekomendasi ke Aksi, SIAGA 98 Desak Realisasi Reformasi Polri

11 April 2026
Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo (Foto:Istimewa)

UPDATE: KPK OTT Bupati Tulungagung, Total 16 Orang diamankan dan Masih Diperiksa

11 April 2026
Lucius Karus soroti kasus pemerasan Rp300 juta terhadap Ahmad Sahroni yang dinilai terlalu berbelit.(Foto:Istimewa)

Lucius Karus Soroti Kasus Pemerasan Rp300 Juta Sahroni: Kok Malah Dibikin Drama?

10 April 2026
anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ahmad Sahroni (foto:Istimewa)

Kronologi Ahmad Sahroni ditipu Rp300 Juta oleh Perempuan yang Mengatasnamakan Pimpinan KPK

10 April 2026
Kejagung serahkan Rp11,4 triliun, Presiden Prabowo sebut setara perbaikan 34.000 sekolah dan 500.000 rumah.(Dok.Setpres)

Rp11,4 T Diserahkan Kejagung, Presiden Prabowo Sebut Setara Renovasi 34 Ribu Sekolah dan 500 Ribu Rumah

10 April 2026

Presiden Prabowo: Indonesia Tidak Gelap, Siap Jadi “Rising Giant” Dunia

9 April 2026
Post Selanjutnya

Aktivis FPPHR Bogor: "Apresiasi dan Dukungan Sepenuhnya Kesepakatan Aktivis di Kaki Gunung Cikuray Garut"

Hariman Siregar Ajak Semua Pihak Mengembalikan Reformasi yang Terstruktur

Discussion about this post

KabarTerbaru

YLBHI: Isyarat Wapres Gibran Pertegas Urgensi Peradilan Umum di Kasus Andrie Yunus

12 April 2026

DPC PKB Kabupaten Garut Gelar Muscab, Momentun Penting Partai untuk Lakukan Evaluasi Organisasi

12 April 2026

Hidrometeorologi Mengancam, Yuda Puja Turnawan Desak Langkah Cepat Pemkab Garut

12 April 2026

KPK Ungkap Pola Penyalahgunaan Wewenang Berulang, Ancaman Korupsi Terstruktur

12 April 2026
ruang konpers Gedung Merah Putih KPK

KPK OTT Bupati Tulungagung Dugaan Praktik “Jatah” Anggaran dan Rekayasa Tender Proyek

12 April 2026

Dari Rekomendasi ke Aksi, SIAGA 98 Desak Realisasi Reformasi Polri

11 April 2026

Bencana Hidrometeorologi di Garut, Yuda Puja Turnawan Salurkan Bantuan dan Desak Pemkab Bergerak Cepat

11 April 2026

Seskab Teddy: Satgas PKH Selamatkan Aset Negara Rp370 Triliun, Denda Capai Rp31,3 Triliun

11 April 2026

Gelar Musda 2026, IOF Jawa Barat Fokus pada Estafet Kepemimpinan dan Kelestarian Alam

11 April 2026

Seskab Teddy: Satgas PKH Selamatkan Aset Negara Rp370 Triliun, Denda Capai Rp31,3 Triliun

11 April 2026

Kabar Terpopuler

  • Jenderal (Purn) Try Sutrisno, Wakil Presiden RI 1993-1998

    Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dualisme Memanas, Dewan Pertimbangan FKDT Garut Pertanyakan Legalitas SK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Breaking News: KPK Kembali OTT Kepala Daerah, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Diciduk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Rekomendasi ke Aksi, SIAGA 98 Desak Realisasi Reformasi Polri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • UPDATE: KPK OTT Bupati Tulungagung, Total 16 Orang diamankan dan Masih Diperiksa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dualisme FKDT Garut Kian Mengemuka, Atep Taofik Mukhtar Minta Penataan Sesuai Aturan Organisasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com