Aktivis FPPHR Bogor: “Apresiasi dan Dukungan Sepenuhnya Kesepakatan Aktivis di Kaki Gunung Cikuray Garut”

Kabariku- Ratusan aktivis lintas generasi dari era 70-an hingga 2000-an berakhir pekan bersama di objek wisata Soendaj Campfire, Dayeuhmanggung, Cilawu, Garut. Sabtu – Minggu (18-19/6/2022).

Sejumlah nama aktivis pergerakan tahun 70-an hingga tahun 2000-an, hadir diantaranya Tokoh pergerakan Hariman Siregar yang merupakan tokoh utama peristiwa Malapetaka Lima Belas Januari (Malari) tahun 1974; Muhammad Jumhur Hidayat, aktivis pergerakan dan pemberdayaan rakyat; Syahganda Nainggolan, Sekretaris Komisi Kerja KAMI; Andrianto, Gerakan Reformasi Politik (Gerpol) Indonesia; Iwan Sumule, Ketua Prodem; In’am Mustopa, LeSPK Yogyakarta; Agustiana, Serikat Petani Pasundan.

Selain itu  hadir pula kawan kawan dari Prodem, seperti ibu Soenjati, Paskah Irianto, Santoso, Rinjani, Desyana, Anti Dodo, Dadang M, Ucok Revolver, Wayan dll. Juga hadir Marlin Dinamikanto, Mimih Haerumam, Behom, Anto dll.

Hadir selaku koordinator daerah, Hasanuddin, Nissa Wargadipura, Mahmud Yunus, Zam zam Zomantara, Galih F Qurbany, Ateng Sujana, Deni Ramdhani dan beberapa aktivis Jawa Barat lainnya.

Sunandar Yuyuy dari Aktivis Front Pemuda Penegak Hak-hak Rakyat (FPPHR) Bogor era ‘80an menyampaikan apresiasi atas suksesnya kegiatan Kumpul aktivis yang bertajuk ‘Menjaga Reformasi dan Merawat Kesepahaman’.

“Kawan-kawan seperjuangan yang saya banggakan, apresiasi dan dukungan sepenuhnya untuk acara dan kesepakatan yang terjadi di kaki Gunung Cikuray, Garut, pada akhir pekan kemarin,” kata Yuyuy yang berhalangan hadir pada acara kemping aktivis 98 dan lintas generasi. Senin (20/6/2022).

Yuyuy mengenang tahun 1993 adalah sejarah melawan Soeharto dengan melakukan Demonstrasi di DPR dengan spanduk ‘Seret Soeharto ke Sidang Istimewa’ spanduk yang dibawa oleh FAMI (Front Aksi Mahasiswa Indonesia).

“Yang kemudian menangkap 21 mahasiswa se Jawa-Bali. Kebetulan saya bagian dari satu yang ditangkap dan menjalani penahanan,” kenangnya.

Diketahui, Sunandar Yuyuy, senator Prodem, aktifis 80an satu perjuangan dengan Agustiana. Pada era-nya. Dirinya pernah dipenjara pada peristiwa 21 mahasiswa 1993 – 1994 bersama Andrianto, Tedi Wibisana, Yeni Rosa, Ferry, Piryadi, dan lainnya.

“Kemenangan reformasi 1998 yang membawa perubahan bertujuan mewujudkan cita-cita bangsa, harus tetap dirawat hingga akhirnya membuat bangsa ini lebih maju. Kita akan selalu menjaga reformasi dan merawat kesepahaman, meskipun berbeda-beda tapi tetap satu tujuan,” tutup Yuyuy.***

Red/K.101

Tinggalkan Balasan