Sekretaris Jenderal SPP, Agustiana, membantah keras kalau salah satu anak buahnya melakukan penganiayaan terhadap seorang ulama bernama A. Yani di Cikatomas Tasikmalaya beberapa hari lalu. Bantahan disampaikan, menyusul beredarnya video dengan narasi yang menyudutkan lembaganya.
Ia bahkan menantang pihak-pihak yang menyebarkan tudingan tersebut untuk menunjukkan bukti konkret. Menurutnya, klaim yang beredar tidak didukung fakta yang valid dan hanya memperkeruh suasana.
“Silakan cek video itu secara utuh. Tidak ada A Yani seperti yang disebut-sebut. Ini jelas hoaks dan upaya framing terhadap SPP,” ujarnya tegas.
Lebih jauh, Agustiana menilai isu ini bukan sekadar kesalahpahaman biasa, melainkan berpotensi sebagai bagian dari upaya sistematis untuk membenturkan SPP dengan kalangan ulama yang selama ini memiliki hubungan erat dengan lembaganya itu.
Ia menegaskan bahwa SPP dan ulama memiliki latar perjuangan yang sama dalam memperjuangkan kepentingan umat dan masyarakat. Karena itu, narasi yang mencoba memposisikan keduanya berseberangan dinilai tidak masuk akal.
“SPP dan ulama itu satu garis perjuangan. Tidak mungkin saling berhadapan. Ini ada indikasi kuat upaya adu domba,” katanya.
Agustiana juga menyinggung kemungkinan adanya kepentingan tertentu di balik mencuatnya isu tersebut. Ia menduga narasi itu sengaja dihembuskan untuk mengalihkan perhatian publik dari persoalan lain yang lebih besar.
Terkait polemik yang berkembang, ia menegaskan bahwa penanganan sepenuhnya diserahkan kepada Kepolisian Republik Indonesia. Hingga saat ini, menurutnya, aparat masih melakukan pendalaman dan belum menetapkan tersangka karena belum adanya bukti yang cukup kuat.
Adapun anak buah Agustiana yang disangkakan melakukan penganiayaan terhadap ulama itu, Supriadi, atau akrab disapa Abang, telah diserahkan pihak SPP kepada kepolisian untuk diperiksa.
” Si Abang ini saya titipkan di polisi untuk diperiksa oleh siapapun. Bukan ditangkap seperti yang disebutkan di Medsos, tapi saya titipkan, karena polisi pun gak berani nangkap karena gak ada bukti, dan tidak ada laporan dari keluarga A. Yani,” katanya.
Kasus yang viral di dunia maya ini, mendapatkan perhatian luas netizen, bahkan gubernur KDM pun turut bersuara mengomentari hal yang mudah menyulut emosi masyarakat ini.
Dalam pernyataannya, Agustiana juga mengingatkan sejumlah pihak agar bersikap bijak dan tidak memperkeruh suasana. Ia menekankan pentingnya peran tokoh publik sebagai penyejuk, bukan justru memperkuat opini yang belum terverifikasi itu.
“Jangan menggiring opini tanpa dasar. Serahkan pada proses hukum. Masyarakat juga harus cerdas dan tidak mudah terprovokasi,” pungkasnya.***
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com


















Discussion about this post