Pernyataan:
Hasanuddin
Ketua Penasehat Ekspedisi 57
Jum’at, 20 Februari 2026, beberapa hari lalu menandai genap satu tahun kepemimpinan Bupati Syakur Amin dan Wakil Bupati Putri Karlina di Kabupaten Garut.
Tahun pertama ini masih didominasi oleh anggaran pemerintahan sebelumnya, sehingga perubahan signifikan baru dapat dinilai dan mulai dirasakan pada tahun kedua, ketika alokasi anggaran disesuaikan dengan visi, misi, dan program baru.
Tantangan Awal: Melepaskan Diri dari Bayang-Bayang Kepemimpinan Sebelumnya
Tantangan terbesar bagi pemerintahan daerah baru adalah melepaskan diri dari bayang-bayang kepemimpinan sebelumnya, yang telah membentuk pola kerja, budaya organisasi, dan karakter birokrasi selama sepuluh tahun.
Kepala daerah baru tidak hanya dituntut menyusun kebijakan baru, tetapi juga mereformasi kultur birokrasi agar perubahan dapat berjalan berkelanjutan.
Melepaskan diri dari bayang-bayang ini menjadi syarat penting agar kepemimpinan baru dapat berkembang sebagai entitas tersendiri, dan tidak sekadar melanjutkan pola lama.
Percepatan Pembangunan dan Pemerataan Wilayah
Perpaduan kepemimpinan Syakur Amin dan Putri Karlina diharapkan mendorong lompatan dan terobosan besar dalam percepatan pembangunan daerah.
Pembangunan tidak hanya berbasis perkotaan, tetapi wilayah utara dan selatan juga harus dibangun secara optimal.
Strategi pembangunan yang merata dapat mengatasi keinginan memisahkan diri menjadi kabupaten baru melalui pemerataan pembangunan dan keadilan.
Sinkronisasi dengan Agenda Nasional dan Provinsi
Pemerintahan baru diharapkan dapat menyelaraskan diri dengan agenda nasional di bawah Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, serta dengan pemerintahan Provinsi Jawa Barat yang dipimpin Dedi Mulyadi.
Sinkronisasi ini penting agar kebijakan daerah sejalan dengan arah pembangunan nasional dan provinsi, sekaligus memaksimalkan sumber daya dan peluang pembangunan.
Peningkatan Partisipasi Masyarakat
Kami berharap pemerintahan daerah lebih membangun komunikasi dengan masyarakat sipil, tidak seperti pemerintahan sebelumnya yang cenderung berkutat di sekitar birokrasi.
Dengan pendekatan partisipatif, masyarakat menjadi mitra aktif dalam merancang dan melaksanakan pembangunan.
Pendekatan ini juga meningkatkan kepercayaan publik dan memastikan program pembangunan tepat sasaran.
Pencegahan Korupsi, Keamanan, dan Ketertiban Sosial
Pemerintah daerah diharapkan dapat mengeliminasi tindak pidana korupsi dengan bekerja sama dengan Kejaksaan Garut dalam pencegahan dan penindakan.
Bekerja sama dengan kepolisian untuk meningkatkan rasa aman masyarakat dan menjaga ketertiban sosial.
Pemanfaatan Potensi TNI dalam Pembangunan
Kabupaten Garut memiliki banyak prajurit terlatih di Kodim dan kesatuan batalyon.
Aparat militer dapat dilibatkan dalam penanggulangan bencana, pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan dan peningkatan akses layanan kesehatan masyarakat.
Dengan sinergi antar-pemangku kepentingan, reformasi birokrasi, partisipasi masyarakat, dan pemanfaatan sumber daya lokal secara optimal, Garut dapat menjadi daerah yang maju, mandiri, berdaya saing, dan aman.
Kami berharap pemerintahan Bupati Syakur Amin dan Wakil Bupati Putri Karlina dapat:
- Menjadi kepemimpinan tersendiri yang kuat dan visioner, melepaskan diri dari bayang-bayang pemerintahan sebelumnya.
- Mendorong percepatan pembangunan yang merata, mencakup seluruh wilayah kabupaten.
- Memperkuat partisipasi masyarakat sipil, keamanan, dan transparansi pemerintahan.
Dengan pendekatan ini, Garut dapat mengalami lompatan signifikan dalam pembangunan, keadilan sosial, dan kesejahteraan masyarakat.
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com


















Discussion about this post