• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Jumat, Januari 30, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Olahraga

Minim Pembinaan dan Rangkap Jabatan PSSI, Talenta Sepak Bola Papua Tengah Terabaikan

Irfan Ardhiyanto oleh Irfan Ardhiyanto
29 Januari 2026
di Olahraga
A A
0
Talenta sepak bola Papua Tengah dinilai terabaikan akibat minim pembinaan usia dini dan lemahnya peran PSSI.

Talenta sepak bola Papua Tengah dinilai terabaikan akibat minim pembinaan usia dini dan lemahnya peran PSSI.

ShareSendShare ShareShare

Jakarta, Kabariku – Papua Tengah kerap disebut sebagai ladang emas talenta sepak bola Indonesia. Namun, hingga kini, sebutan itu lebih sering berakhir sebagai mitos ketimbang kenyataan. Minimnya pembinaan usia dini dan absennya dukungan federasi membuat banyak pemain potensial dari wilayah tersebut tak pernah menembus panggung nasional.

Pengamat sepak bola dari Universitas Padjadjaran Bandung, Irhas, menilai persoalan utama bukan terletak pada kekurangan bakat, melainkan lemahnya sistem pencarian dan pembinaan pemain di daerah. Menurut dia, PSSI belum menunjukkan keseriusan untuk membangun ekosistem sepak bola dari level paling bawah, khususnya di Papua dan Papua Tengah.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Sejauh ini memang kita lihat belum ada lagi talenta-talenta pemain dari Papua yang berhasil diorbitkan. Padahal Papua Tengah contohnya, secara natural adalah gudangnya pemain sepak bola yang bagus, gitu loh,” kata Irhas saat dihubungi wartawan di Jakarta, Kamis (29/1/2026).

RelatedPosts

PSSI Tunjuk Cesar Meylan sebagai Asisten Pelatih Fisik Timnas Indonesia

PERSIB vs Persija di GBLA, Thom Haye Antusias Sambut Laga Sarat Gengsi

Beckham Nilai Kemenangan atas PSM Jadi Suntikan Kepercayaan Diri PERSIB

Irhas menekankan pentingnya kompetisi usia dini yang berkesinambungan. Tanpa pertandingan rutin, menurut dia, pembinaan hanya berhenti pada wacana. Kompetisi lokal, kata Irhas, adalah pintu masuk utama bagi pencari bakat sekaligus ruang tumbuh mental bertanding bagi pemain muda.

Ia juga menilai PSSI terlalu pasif dalam menjangkau daerah. Selama ini, kata dia, tanggung jawab pembinaan lebih banyak dibebankan kepada asosiasi kabupaten dan provinsi, tanpa dukungan konkret dari federasi pusat.

“Selama ini kan kesannya hanya diserahkan kepada askab dan asprov. Tapi dukungan lain kita belum lihat. Misalnya dukungan pendanaan, fasilitas, atau dukungan pelatih berlisensi. Itu semua harusnya jadi perhatian serius PSSI jika ingin talenta sepakbola di daerah seperti Papua bisa diangkat,” ujarnya.

Baca Juga  Garuda Tantang Arab Saudi dan Irak di Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026

Nada kritik serupa datang dari Ketua Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI), Ignatius Indro. Ia menilai geliat sepak bola daerah hanya bisa hidup jika ada kerja bersama antara pegiat lokal dan federasi. Menurut Indro, PSSI tidak bisa sekadar berperan sebagai penonton dari Jakarta.

“Kalau daerah sudah siap, tapi federasi tidak turun tangan, itu namanya membiarkan sistem mati pelan-pelan,” kata Indro.

Indro juga menyoroti persoalan struktural di tubuh PSSI, khususnya praktik rangkap jabatan di level pengambil keputusan. Menurut dia, kondisi ini berbahaya jika dilakukan oleh pengurus yang tidak memahami sepak bola secara utuh.

“Kalau exco tidak paham sepak bola dan rangkap jabatan, itu bahaya serius,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa jabatan di Komite Eksekutif PSSI bukan posisi seremonial. Federasi, kata Indro, membutuhkan figur yang bekerja penuh waktu dan bebas dari konflik kepentingan.

“Federasi bukan tempat uji coba orang yang tidak mengerti ekosistem sepak bola. Rangkap jabatan berpotensi konflik kepentingan dan membuat keputusan tidak objektif,” katanya.

Indro menilai perbaikan sepak bola nasional harus dimulai dari perombakan cara pandang pengurus. PSSI, menurut dia, seharusnya diisi oleh orang-orang yang memahami realitas pembinaan di daerah, bukan sekadar memiliki akses politik.

“PSSI harus diisi orang-orang yang mengerti lapangan, mengerti pembinaan, dan mengerti penderitaan daerah, bukan sekadar politisi sepak bola,” ujarnya.

Sementara itu, pegiat sepak bola Papua Tengah, Harol Doko Kayame, melihat persoalan yang sama dari sisi lapangan. Ia menilai lemahnya pembinaan di daerah merupakan dampak langsung dari krisis kepemimpinan di tubuh PSSI. Pandangan itu ia sampaikan sebagaimana dikutip dari kanal bandungraya.inews, Rabu (28/1/2026).

Menurut Harol, pembinaan sepak bola mandek karena sebagian pengurus PSSI memilih merangkap jabatan. Ia mencontohkan Vivin Cahyani Sungkono yang menjabat sebagai Exco PSSI sekaligus Pelaksana Tugas Ketua PSSI Jawa Barat.

Baca Juga  PSSI Diminta Perketat Keamanan Pertandingan Matchday Indonesia Vs Argentina, DPP CAS Beberkan Alasannya

Ia menilai lambannya kepemimpinan federasi membuat daerah kehilangan arah. Di Papua Tengah, kata Harol, kompetisi usia dini tidak berjalan bukan karena ketiadaan kesiapan, melainkan karena tidak adanya dorongan dan legitimasi dari PSSI pusat.

“Padahal Askab-Askab PSSI di Papua Tengah telah bersiap untuk bisa jalankan program kompetisi untuk perkembangan sepak bola daerah,” kata Harol.(Bemby)

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Exco PSSIKompetisi Usia DiniPapua FootballPapua TengahPembinaan Sepak BolaPSSIRangkap JabatanSepak Bola DaerahSepak Bola Indonesia
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Presiden Prabowo Lantik Keanggotaan Dewan Energi Nasional Periode 2026-2030

Post Selanjutnya

Reformasi Kejaksaan di Persimpangan: Disiplin Internal, Tuntutan Korupsi, dan Ujian Akuntabilitas

RelatedPosts

Cesar Meylan Pelatih Fisik baru Timnas

PSSI Tunjuk Cesar Meylan sebagai Asisten Pelatih Fisik Timnas Indonesia

12 Januari 2026
Gelandang PERSIB, Thom Haye

PERSIB vs Persija di GBLA, Thom Haye Antusias Sambut Laga Sarat Gengsi

10 Januari 2026

Beckham Nilai Kemenangan atas PSM Jadi Suntikan Kepercayaan Diri PERSIB

28 Desember 2025
Bek PERSIB Bandung, Federico Barba/persib

Hadapi PSM di GBLA, Federico Barba Tegaskan PERSIB Bidik Tiga Poin

27 Desember 2025
Claudia Alexandra Scheunemann Pemain Timnas Putri Indonesia

Garuda Pertiwi Kalahkan Singapura 3-1, Indonesia Melaju Semifinal SEA Games 2025

8 Desember 2025
Atlet cabang olahraga panahan Diananda Choirunisa dan atlet cabang olahraga angkat besi Rizki Juniansyah pada acara Pelepasan Kontingen Indonesia Menuju SEA Games Ke-33 Thailand Tahun 2025 di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 5 Desember 2025

Menuju SEA Games 2025, Kontingen Indonesia: Siap Berlaga Harumkan Nama Bangsa

5 Desember 2025
Post Selanjutnya
Reformasi Kejaksaan dinilai belum menyentuh akar masalah penegakan hukum. Pakar menyoroti disiplin internal, tuntutan korupsi, dan akuntabilitas.

Reformasi Kejaksaan di Persimpangan: Disiplin Internal, Tuntutan Korupsi, dan Ujian Akuntabilitas

Discussion about this post

KabarTerbaru

Reformasi Kejaksaan dinilai belum menyentuh akar masalah penegakan hukum. Pakar menyoroti disiplin internal, tuntutan korupsi, dan akuntabilitas.

Reformasi Kejaksaan di Persimpangan: Disiplin Internal, Tuntutan Korupsi, dan Ujian Akuntabilitas

30 Januari 2026
Talenta sepak bola Papua Tengah dinilai terabaikan akibat minim pembinaan usia dini dan lemahnya peran PSSI.

Minim Pembinaan dan Rangkap Jabatan PSSI, Talenta Sepak Bola Papua Tengah Terabaikan

29 Januari 2026

Presiden Prabowo Lantik Keanggotaan Dewan Energi Nasional Periode 2026-2030

29 Januari 2026
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo saat memberikan keterangan di Gedung Merah Putih KPK. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

Masuk Zona Rentan Korupsi, KPK Dorong Integritas Pemkab Pati

29 Januari 2026

Reformasi Kepolisian: antara Fenomena dan Noumena

29 Januari 2026
Wali Kota Madiun, Maidi usai ditetapkan sebagai tersangka KPK. (Foto:Ainul Ghurri/Kabariku)

KPK Geledah Kantor Wali Kota Madiun, Dokumen dan Duit Puluhan Juta Rupiah Disita

29 Januari 2026
Eks Komisaris PT IAE Iswan Ibrahim usai menjalani pemeriksaan KPK. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

Eks Komisaris PT IAE Iswan Ibrahim Tidak Banding di Perkara PGN

28 Januari 2026
Wali Kota Aceh Sayuti Abubakar terpilih sebagai Ketua Komisariat Alumni Fakultas Hukum Universitas Pancasila periode 2026–2030 (Bemby/kabariku)

Sayuti Abubakar, Wali Kota Lhokseumawe Nahkodai Alumni Fakultas Hukum Universitas Pancasila

28 Januari 2026
Komisi Yudisial (KY) menggelar konferensi pers terkait laporan tahunan 2025. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

Komisi Yudisial Terima 2.649 Aduan Publik dan Usulkan Sanksi Etik 124 Hakim di 2025

28 Januari 2026

Kabar Terpopuler

  • dok. BNN RI

    BNN Gagalkan Peredaran 100 Kg Sabu di Aceh Timur, Satu Kurir Diamankan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sayuti Abubakar, Wali Kota Lhokseumawe Nahkodai Alumni Fakultas Hukum Universitas Pancasila

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menutup Masa Dinas, Komjen Chryshnanda Tinggalkan Warisan Reformasi di Tubuh Polri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Jejak Advokat hingga Wali Kota, Sayuti Abubakar Masuk Radar Ketua Alumni FHUP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPK Tegaskan Kasus Dugaan Korupsi CSR BI Terus Berjalan, Penahanan Tersangka Tunggu Waktu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perkumpulan Aktivis 98 Soroti Jampidsus: Kasus Korupsi Besar Sekedar Seremonial, Aset Negara Tak Transparan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com Terverifikasi Faktual Dewan Pers dan telah mendapatkan Sertifikat dengan nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com