• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Senin, Maret 16, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Olahraga

Minim Pembinaan dan Rangkap Jabatan PSSI, Talenta Sepak Bola Papua Tengah Terabaikan

Irfan Ardhiyanto oleh Irfan Ardhiyanto
29 Januari 2026
di Olahraga
A A
0
Talenta sepak bola Papua Tengah dinilai terabaikan akibat minim pembinaan usia dini dan lemahnya peran PSSI.

Talenta sepak bola Papua Tengah dinilai terabaikan akibat minim pembinaan usia dini dan lemahnya peran PSSI.

ShareSendShare ShareShare

Jakarta, Kabariku – Papua Tengah kerap disebut sebagai ladang emas talenta sepak bola Indonesia. Namun, hingga kini, sebutan itu lebih sering berakhir sebagai mitos ketimbang kenyataan. Minimnya pembinaan usia dini dan absennya dukungan federasi membuat banyak pemain potensial dari wilayah tersebut tak pernah menembus panggung nasional.

Pengamat sepak bola dari Universitas Padjadjaran Bandung, Irhas, menilai persoalan utama bukan terletak pada kekurangan bakat, melainkan lemahnya sistem pencarian dan pembinaan pemain di daerah. Menurut dia, PSSI belum menunjukkan keseriusan untuk membangun ekosistem sepak bola dari level paling bawah, khususnya di Papua dan Papua Tengah.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

“Sejauh ini memang kita lihat belum ada lagi talenta-talenta pemain dari Papua yang berhasil diorbitkan. Padahal Papua Tengah contohnya, secara natural adalah gudangnya pemain sepak bola yang bagus, gitu loh,” kata Irhas saat dihubungi wartawan di Jakarta, Kamis (29/1/2026).

RelatedPosts

Marc Klok Minta PERSIB Bangkit dan Fokus Laga Berikutnya Melawan Persik

Jung Jadi Pembeda, PERSIB Tumbangkan Persita dan Kokoh di Puncak

Marc Klok Makin Bugar, Siap Kembali Perkuat Persib di Putaran Dua

Irhas menekankan pentingnya kompetisi usia dini yang berkesinambungan. Tanpa pertandingan rutin, menurut dia, pembinaan hanya berhenti pada wacana. Kompetisi lokal, kata Irhas, adalah pintu masuk utama bagi pencari bakat sekaligus ruang tumbuh mental bertanding bagi pemain muda.

Ia juga menilai PSSI terlalu pasif dalam menjangkau daerah. Selama ini, kata dia, tanggung jawab pembinaan lebih banyak dibebankan kepada asosiasi kabupaten dan provinsi, tanpa dukungan konkret dari federasi pusat.

“Selama ini kan kesannya hanya diserahkan kepada askab dan asprov. Tapi dukungan lain kita belum lihat. Misalnya dukungan pendanaan, fasilitas, atau dukungan pelatih berlisensi. Itu semua harusnya jadi perhatian serius PSSI jika ingin talenta sepakbola di daerah seperti Papua bisa diangkat,” ujarnya.

Baca Juga  PSSI Undang Timnas Portugal untuk Lawan Timnas Indonesia, Ini Hoaks!

Nada kritik serupa datang dari Ketua Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI), Ignatius Indro. Ia menilai geliat sepak bola daerah hanya bisa hidup jika ada kerja bersama antara pegiat lokal dan federasi. Menurut Indro, PSSI tidak bisa sekadar berperan sebagai penonton dari Jakarta.

“Kalau daerah sudah siap, tapi federasi tidak turun tangan, itu namanya membiarkan sistem mati pelan-pelan,” kata Indro.

Indro juga menyoroti persoalan struktural di tubuh PSSI, khususnya praktik rangkap jabatan di level pengambil keputusan. Menurut dia, kondisi ini berbahaya jika dilakukan oleh pengurus yang tidak memahami sepak bola secara utuh.

“Kalau exco tidak paham sepak bola dan rangkap jabatan, itu bahaya serius,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa jabatan di Komite Eksekutif PSSI bukan posisi seremonial. Federasi, kata Indro, membutuhkan figur yang bekerja penuh waktu dan bebas dari konflik kepentingan.

“Federasi bukan tempat uji coba orang yang tidak mengerti ekosistem sepak bola. Rangkap jabatan berpotensi konflik kepentingan dan membuat keputusan tidak objektif,” katanya.

Indro menilai perbaikan sepak bola nasional harus dimulai dari perombakan cara pandang pengurus. PSSI, menurut dia, seharusnya diisi oleh orang-orang yang memahami realitas pembinaan di daerah, bukan sekadar memiliki akses politik.

“PSSI harus diisi orang-orang yang mengerti lapangan, mengerti pembinaan, dan mengerti penderitaan daerah, bukan sekadar politisi sepak bola,” ujarnya.

Sementara itu, pegiat sepak bola Papua Tengah, Harol Doko Kayame, melihat persoalan yang sama dari sisi lapangan. Ia menilai lemahnya pembinaan di daerah merupakan dampak langsung dari krisis kepemimpinan di tubuh PSSI. Pandangan itu ia sampaikan sebagaimana dikutip dari kanal bandungraya.inews, Rabu (28/1/2026).

Menurut Harol, pembinaan sepak bola mandek karena sebagian pengurus PSSI memilih merangkap jabatan. Ia mencontohkan Vivin Cahyani Sungkono yang menjabat sebagai Exco PSSI sekaligus Pelaksana Tugas Ketua PSSI Jawa Barat.

Baca Juga  Pemkab Menjual Klub Sepakbola, Mantan Biro Hukum Persigar 'Persigar Bukanlah Milik Pemkab, Melainkan Milik Klub Sepakbola Garut'

Ia menilai lambannya kepemimpinan federasi membuat daerah kehilangan arah. Di Papua Tengah, kata Harol, kompetisi usia dini tidak berjalan bukan karena ketiadaan kesiapan, melainkan karena tidak adanya dorongan dan legitimasi dari PSSI pusat.

“Padahal Askab-Askab PSSI di Papua Tengah telah bersiap untuk bisa jalankan program kompetisi untuk perkembangan sepak bola daerah,” kata Harol.(Bemby)

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Exco PSSIKompetisi Usia DiniPapua FootballPapua TengahPembinaan Sepak BolaPSSIRangkap JabatanSepak Bola DaerahSepak Bola Indonesia
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Presiden Prabowo Lantik Keanggotaan Dewan Energi Nasional Periode 2026-2030

Post Selanjutnya

Reformasi Kejaksaan di Persimpangan: Disiplin Internal, Tuntutan Korupsi, dan Ujian Akuntabilitas

RelatedPosts

Gelandang Persib Mack Klok

Marc Klok Minta PERSIB Bangkit dan Fokus Laga Berikutnya Melawan Persik

5 Maret 2026
Persib Bandung taklukan Perista Tanggerang

Jung Jadi Pembeda, PERSIB Tumbangkan Persita dan Kokoh di Puncak

23 Februari 2026
Marc Klok turun latihan/persib

Marc Klok Makin Bugar, Siap Kembali Perkuat Persib di Putaran Dua

21 Februari 2026

GT World Challenge Asia 2026 Resmi Digelar di Mandalika, Berikut Jadwal Lengkapnya

20 Februari 2026
Bek Persib Bandung, Federico Barba/Persib

Percaya Kekuatan GBLA, Barba Optimistis PERSIB Bisa Comeback Lawan Ratchaburi

18 Februari 2026
Sekretaris Jenderal LMND, Julfikar Hasan

Tragedi Siswa SD NTT, EN LMND: Fokus Perbaikan Implementasi Pendidikan Tanpa Narasi Politis

7 Februari 2026
Post Selanjutnya
Reformasi Kejaksaan dinilai belum menyentuh akar masalah penegakan hukum. Pakar menyoroti disiplin internal, tuntutan korupsi, dan akuntabilitas.

Reformasi Kejaksaan di Persimpangan: Disiplin Internal, Tuntutan Korupsi, dan Ujian Akuntabilitas

Ambang Batas 0 Persen adalah Implementasi dari Demokrasi Pancasila

Discussion about this post

KabarTerbaru

Geo Dipa Energi Terima Hibah di USTDA IPEM 2026, Kembangkan Ekstraksi Litium Panas Bumi

15 Maret 2026
Suara Ibu Indonesia dan masyarakat sipil menggelar aksi solidaritas Kami Bersama Andrie di Boulevard UGM

Kasus Andrie Yunus dan Bayang-Bayang Operasi False Flag

15 Maret 2026

BGN Pastikan Program MBG Berlanjut Usai Idul Fitri: Fokus Benahi Pengawasan dan Sistem Layanan

15 Maret 2026

Atasi Kemacetan Jalur Mudik, Kapolres Garut Dampingi Gubernur Jabar Beri Kompensasi Rp1,4 Juta untuk Kusir Delman dan Tukang Becak

15 Maret 2026
Ketua Umum Lintas Aktivis Antar Generasi Indonesia (LAAGI) Sukma Hidayat (Foto:Istimewa)

Sukma Hidayat Kecam Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Singgung Kasus Novel Baswedan

14 Maret 2026

Polri Dalami Keterangan Saksi dan Bukti Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS di Jakarta Pusat

14 Maret 2026

Negara Hadir hingga Pelosok, Pemerintah Percepat Pembangunan dan Perkuat Kesejahteraan Rakyat

14 Maret 2026
Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra. (Foto: Humas Kemenko Kumham Imipas)

Yusril Desak Polisi Bongkar Aktor Intelektual di Balik Penyerangan Andrie Yunus

14 Maret 2026

PDI Perjuangan Desak Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

14 Maret 2026

Seskab Teddy Ungkap Momen Presiden Prabowo Bertemu Mantan Ajudan dan Pengawal

10 Maret 2026

Kabar Terpopuler

  • AMPPIBI Apresiasi Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Tetapkan Empat Tersangka Baru Korupsi Dana BOS Mts di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Longsor di Bungbulang Garut: Satu Meninggal, Akses Jalan Terputus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dasco dan Prasetyo Hadi Temui Habib Rizieq di Petamburan, Sampaikan Pesan Presiden Prabowo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • JK, Jangan Memancing di Air Keruh!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wabup Garut Tampung Aspirasi Warga Sukarame Terkait Pembebasan Lahan Tol Getaci

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com