Jakarta, Kabariku — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menegaskan komitmennya untuk terus hadir membantu masyarakat mustahik serta korban bencana, termasuk di wilayah Sumatera.
Hal itu disampaikan Ketua Baznas RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad saat menghadiri kegiatan sunatan massal yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam rangka Hari Bakti KPK.
Noor Achmad menyebut, kehadiran Baznas dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun sinergi antar-lembaga negara untuk mendekatkan diri kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Hari ini kami mendapatkan penghormatan luar biasa bisa menghadiri sunatan massal yang dilakukan KPK. Ini bagian yang tak terpisahkan dari bagaimana Baznas terus berkomunikasi dan mendekati serta membantu para mustahik,” ujar Noor Achmad, di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (7/1/2026).
Menurutnya, kegiatan sunatan massal sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini, di mana masih banyak warga yang membutuhkan layanan dasar tersebut.
“Apa yang dilakukan KPK ini benar-benar membantu para mustahik, mereka yang membutuhkan,” katanya.
Bantuan untuk Sumatra
Selain sunatan massal, Noor Achmad juga menyoroti bantuan kemanusiaan untuk wilayah Sumatera yang terdampak bencana.
Ia menilai, kebutuhan masyarakat di daerah tersebut sangat besar dan memerlukan dukungan lintas sektor.
“Kebutuhan di Sumatera memang luar biasa. Apa yang diberikan KPK ini akan sangat membantu saudara-saudara kita di Sumatra,” ucapnya.
Baznas, kata Noor Achmad, telah menyiapkan tiga program utama dalam proses pemulihan pascabencana, yakni kembali ke sekolah, kembali kerja, dan kembali ke rumah.
Pada program kembali ke sekolah, Baznas akan membantu sekitar 30 ribu paket seragam sekolah, lengkap mulai dari sepatu, tas, hingga topi, bagi anak-anak di wilayah terdampak.
Sementara itu, pada program kembali kerja, Baznas akan memberikan dukungan permodalan bagi pelaku usaha melalui skema Wirausaha Mikro Pemberdayaan Baznas (WMPN).
Adapun program kembali ke rumah difokuskan pada pembangunan hunian tetap. Baznas menargetkan pembangunan sekitar 360 unit rumah di tiga provinsi terdampak, dengan nilai bantuan Rp75 juta per unit.
Selain program pemulihan, Baznas juga telah mengerahkan dapur umum dan layanan kesehatan sejak masa tanggap darurat.
Hingga saat ini, Baznas telah menyalurkan lebih dari 3 juta porsi makanan kepada masyarakat terdampak bencana di berbagai daerah.
Noor Achmad menambahkan, Tim kesehatan Baznas juga terus disiagakan di lapangan untuk memberikan layanan medis bagi para korban.
“Apa yang kami lakukan tentu hanya sebagian kecil dari upaya besar pemerintah,” tuturnya.
Ia mengakui, Presiden Republik Indonesia telah berulang kali mengunjungi daerah bencana dan memberikan dukungan yang luar biasa bagi masyarakat terdampak.
Terkait total bantuan untuk Sumatra, Noor Achmad mengungkapkan bahwa hingga saat ini Baznas telah menghimpun sekitar Rp45 miliar dana bantuan.
“Target kami mudah-mudahan bisa lebih dari Rp500 miliar. Dengan begitu, akan semakin banyak bantuan yang bisa kami salurkan ke Sumatera,” tukasnya.
Ia menegaskan, angka tersebut masih bersifat sementara dan akan terus berkembang seiring dengan masuknya donasi dari berbagai pihak.
Untuk penyaluran bantuan, Baznas memastikan proses sudah berjalan dan dilakukan secara berkelanjutan.
“Penyaluran terus berjalan. Di lapangan kami sudah ada semuanya,” pungkasnya.*
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com
















Discussion about this post