Mendengar Masukan Masyarakat, BAZNAS Tolak Donasi 1 Milyar dari McDonalds Indonesia untuk Pelestina

Jakarta, Kabariku- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyatakan sikap tidak akan menerima lagi donasi dari McDonalds Indonesia untuk bantuan kepada masyarakat Gaza, Palestina dan bantuan kepada mustahik dalam program lainnya.

Langkah tersebut diambil BAZNAS sebagai evaluasi setelah mendengar masukan dan keresahan masyarakat yang terjadi baru-baru ini.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, M. Arifin Purwakananta menindaklanjuti arahan Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. Noor Achmad, MA dalam pernyataan resmi dikutip Minggu (7/4/2024) malam.

“Dengan memperhatikan secara seksama atas kritik dan penolakan dari berbagai elemen masyarakat atas bantuan yang diterima oleh BAZNAS dari McDonalds untuk Palestina, maka BAZNAS memutuskan mengambil langkah ini. BAZNAS juga menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kecintaan para muzaki dan masyarakat kepada BAZNAS selama ini. Kami memohon maaf atas kekhawatiran masyarakat dan terus akan memperbaiki diri lebih baik kedepan” katanya.

Pihaknya juga sudah berkomunikasi perihal ini kepada pihak McD. Dia berujar, pihak McD dapat memahami keputusan Baznas terkait penolakan donasi tersebut.

“Alhamdulillah McD memahami posisi Baznas, karena Baznas ini lembaga masyarakat dan yang menilai masyarakat. (Sebelumnya) dana yang diterima oleh Baznas kurang lebih sekitar Rp 1 miliar,” ucap dia.

Lebih lanjut, M. Arifin menuturkan, kedepannya Baznas akan lebih berhati-hati menerima donasi. Pihaknya akan melakukan screening terhadap pihak pemberi donasi secara lebih ketat lagi.

“Jadi kita betul-betul hari ini akan melihat kalau yang menyumbang itu ternyata terafiliasi dengan Israel, kita menyarankan untuk memakai lembaga yang lain,” kata dia.

Hingga kini, BAZNAS bersama MUI terus menyalurkan sedekah dari masyarakat Indonesia untuk bantuan ke masyarakat Gaza, Palestina. Bantuan yang diterima BAZNAS telah disalurkan kepada mereka yang membutuhkan. 

Dalam penyalurannya, BAZNAS telah bekerja sama dengan tiga lembaga filantropi besar asal Mesir, yakni Mishr Al-Kheir, Bayt Zakat Wa As-Shadaqat, dan Egyptian Red Crescent Society (ERCS), untuk mempermudah penyaluran bantuan ke Gaza, Palestina.

“Dengan total nilai penyaluran sampai saat ini mencapai 43,1 miliar rupiah, 56,7 ton natura, dengan penerima manfaat sebanyak 177.881 warga Palestina, dan angka ini masih terus bertambah karena penyaluran bantuan masih terus dilakukan. Terkini, BAZNAS RI bersama dengan Pemerintah RI dan pihak Yordania mengirimkan bantuan ke Gaza Palestina lewat jalur udara,” ucap Arifin. 

Dalam hal ini, jelas dia, BAZNAS RI juga terus melakukan koordinasi dengan pemerintah termasuk TNI, MUI, dan berbagai pihak dalam membantu korban genosida di Gaza Palestina.

Donasi selama ini yang diterima BAZNAS RI berasal dari masyarakat Indonesia, berbagai lembaga amil zakat (LAZ), BAZNAS provinsi/kabupaten/kota, donasi korporasi, donasi perorangan, sekolah, dan dibantu oleh penggalangan donasi Majelis Ulama Indonesia (MUI). 

Sementara hingga 3 April 2024, BAZNAS telah sembilan kali mengirimkan bantuan ke Palestina dengan rincian 4 November 2023 sebanyak 51,5 ton, 20 November 2023 sebanyak 21,7 ton, 18 Januari 2024 sebanyak 60 ton, 4 Desember 2023 sebanyak 6 truk kontainer, 18 Desember 2024 sebanyak 10 truk kontainer, 28 Desember 2023 sebanyak 3 truk kontainer, 19 Februari 2024 sebanyak 14 truk kontainer, dan 40 truk kontainer yang dibagi dalam dua perjalanan bantuan. 

“Kami mengucapkan terima kasih kepada para muzaki, korporasi, Lembaga Amil Zakat, UPZ, komunitas  sekolah, perguruan tinggi, lembaga kemanusiaan, media dan semua pihak yang ikut membantu program Gaza dan bantuan lain dalam mengatasi kemiskinan lainnya melalui zakat, infak, sedekah dan dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) yang disalurkan melalui BAZNAS RI. Sikap BAZNAS RI sudah jelas, kami dengan tegas mengutuk keras kebiadaban Israel yang telah membuat rakyat Palestina menderita,” pungkas Arifin.***

*Humas Baznas

Red/K.101

Tinggalkan Balasan