• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Minggu, Februari 22, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini

Mencari Pemimpin Berwawasan Bencana di Garut: Menyikapi Megathrust dan Realitas Mitigasi yang Terabaikan

Redaksi oleh Redaksi
12 September 2024
di Opini, Pilkada
A A
0
ShareSendShare ShareShare

oleh:
Yaman Suryaman, SE., M.Si., Ph.D
Ketua Forum Perguruan Tinggi Pengurangan Risiko Bencana Jawa Barat

Garut, Kabariku- Garut, sebuah kabupaten dengan kekayaan alam yang memukau, tak luput dari ancaman bencana yang terus menghantui. Salah satu ancaman terbesar yang mengintai Garut, khususnya di wilayah selatan, adalah potensi Megathrust yang berpotensi memicu tsunami.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Meski ancaman ini telah diketahui luas, kesiapsiagaan kabupaten Garut menghadapi bencana besar seperti ini masih jauh dari optimal. Berulangnya bencana banjir, longsor, dan gempa bumi yang telah menelan banyak korban jiwa dan harta benda menegaskan bahwa upaya mitigasi yang dilakukan selama ini tidak cukup efektif.

RelatedPosts

Kontribusi Alumni SMA Taruna Nusantara

Garut Tempo Doeloe: Menyibak Jejak Priangan di Masa Kolonial dalam Bingkai Sejarah Swiss van Java

Garut: Dari Duri Semak hingga Identitas Kolektif

Menjelang pemilihan Bupati, Garut menjadi lahan yang subur bagi kampanye politik para calon pemimpin. Dimana-mana, baliho besar terpampang dengan wajah-wajah calon Bupati yang menjual tampang mereka. Slogan-slogan yang berisi janji-janji kosong tentang perbaikan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat mendominasi ruang publik.

Namun, ada satu hal yang jarang kita dengar dari para calon ini: bagaimana mereka akan menangani kebencanaan di Garut, khususnya di tahap mitigasi.

Mitigasi bencana adalah kunci dalam mengurangi dampak ketika bencana terjadi. Sayangnya, sebagian besar program yang dipromosikan oleh para calon Bupati Garut lebih banyak berfokus pada pembangunan fisik dan proyek-proyek jangka pendek yang menarik perhatian, namun kurang menyinggung pentingnya perencanaan jangka panjang dalam menghadapi bencana.

Mitigasi bukan sekadar membangun tanggul atau menanam pohon di daerah rawan longsor. Ini adalah soal membangun kesadaran masyarakat, memperkuat infrastruktur tahan bencana, dan memastikan adanya koordinasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat dalam situasi darurat.

Baca Juga  Gelaran Istiqosah Serentak, Paslon Nomor Urut 01: Berharap, Berjuang, dan Berdoa Bersama Minta Ridho Allah SWT

Apakah para calon Bupati Garut siap memprioritaskan hal ini? Sayangnya, yang kita lihat sejauh ini lebih banyak tebar pesona dibandingkan program nyata yang menyentuh persoalan mitigasi.

Kesiapsiagaan menghadapi ancaman Megathrust dan bencana lain seolah hanya menjadi isu sekunder, padahal ini seharusnya menjadi perhatian utama.

Garut membutuhkan pemimpin yang bukan hanya memahami potensi bahaya yang mengancam daerah ini, tetapi juga memiliki keseriusan untuk bertindak. Pemimpin yang mampu mengalokasikan anggaran dengan bijak untuk membangun sistem peringatan dini, memperkuat infrastruktur publik agar tahan bencana, dan melibatkan masyarakat dalam edukasi kebencanaan.

Tidak cukup hanya menunggu bencana datang dan merespons setelahnya, karena nyawa dan masa depan masyarakat Garut dipertaruhkan.

Untuk itu, masyarakat Garut harus kritis dalam memilih pemimpin. Jangan sampai terpukau oleh baliho besar dan janji manis yang hanya menjual citra tanpa isi.

Sudah saatnya kita mencari pemimpin yang benar-benar memiliki visi untuk melindungi Garut dari ancaman bencana di masa depan.

Pemimpin yang sadar bahwa mitigasi bukan hanya langkah sementara, tetapi investasi untuk keberlangsungan hidup masyarakat.

Ditengah ancaman Megathrust yang dapat datang kapan saja, kesiapan Garut masih menjadi tanda tanya besar. Bagaimana calon Bupati merespons tantangan ini harus menjadi salah satu penilaian penting bagi masyarakat.

Sudah terlalu banyak korban jiwa dan kerugian materi yang ditanggung akibat minimnya kesiapan. Kini, Garut membutuhkan lebih dari sekadar janji, Garut membutuhkan aksi nyata untuk masa depan yang lebih aman.***

Garut, 12 September 2024

Red/K.101

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Forum Perguruan Tinggi Pengurangan Risiko Bencana Jawa BaratMencari Pemimpin Berwawasan BencanaMenyikapi MegathrustPilkada Garut 2024Realitas Mitigasi
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

IPW Apresiasi Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Karyoto Turunkan Propam Tindak Kasus Pungli

Post Selanjutnya

Kementerian Kominfo Kolaborasi dengan Swasta untuk Kembangkan Talenta Digital

RelatedPosts

Kepala Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN) Sugiono, MBA. memberi arahan dan penjelasan mengenai keberadaan SMA Taruna Nusantara Terintegrasi kepada seluruh Orangtua Calon Siswa Kelas X yang diundang hadir pada hari ini, Selasa tgl. 9 Juli 2024 di Balairung Pancasila SMA Taruna Nusantara

Kontribusi Alumni SMA Taruna Nusantara

20 Februari 2026
dok Dispusipda

Garut Tempo Doeloe: Menyibak Jejak Priangan di Masa Kolonial dalam Bingkai Sejarah Swiss van Java

18 Februari 2026

Garut: Dari Duri Semak hingga Identitas Kolektif

18 Februari 2026

IMF Jangan Menggurui Kedaulatan Fiskal Indonesia

16 Februari 2026

Membaca Bintang Mahaputera dalam Bingkai Legitimasi Institusi

14 Februari 2026
Ahmad Ramdani, Camat Pangatikan

Saatnya Pengelolaan Desa Yang Partisipatif, Akuntabel dan Berwawasan Lingkungan

12 Februari 2026
Post Selanjutnya

Kementerian Kominfo Kolaborasi dengan Swasta untuk Kembangkan Talenta Digital

Buka Resmi Forkab III 2024, Sekda Garut: Ajang Pererat Silaturahmi dan Lestarikan Budaya Lokal

Discussion about this post

KabarTerbaru

Menteri Bahlil Ungkap Rencana Tambah Saham Freeport Indonesia dan Perpanjang Kontrak ExxonMobil

22 Februari 2026

BNN Luncurkan Call Center 184, Akses Informasi dan Pengaduan Aktif 7×24 Jam

21 Februari 2026

Pemberontakan Tanpa Manifesto: Resensi Film Nocturama (2016)

21 Februari 2026

Seskab Ungkap Presiden Prabowo Satu-satunya Kepala Negara Gelar Pertemuan Bilateral dengan Trump

21 Februari 2026
Marc Klok turun latihan/persib

Marc Klok Makin Bugar, Siap Kembali Perkuat Persib di Putaran Dua

21 Februari 2026
Jadwal Imsakiyah, Freepik

Jadwal Imsakiyah Garut Hari Ini, Sabtu 3 Ramadhan 1447 H

21 Februari 2026
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, secara resmi melantik dan mengambil sumpah 42 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam Jabatan Struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut, yang diselenggarakan di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Jalan Kiansantang, Kecamatan Garut Kota, Jumat (20/2/2026).
(Diskominfo Kab. Garut)

Jabatan Bukan Sekadar Posisi, Bupati Garut Lantik 42 Pejabat Struktural

21 Februari 2026

Menteri HAM Bertemu Jaksa Agung, Bahas Revisi UU HAM dan Unit Penyidikan Komnas HAM

20 Februari 2026
Iwakum menggelar diskusi publik bertajuk "Menakar Batas Hukum Antara Keputusan Bisnis dan Tindak Pidana Korupsi" di Pati Unus, Jakarta Selatan (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

Pemerintah Klaim Asset Recovery 2025 Capai Rp28,6 Triliun

20 Februari 2026

Kabar Terpopuler

  • Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo saat dimintai keterangan terkait kasus dugaan gratifikasi batu bara (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

    KPK Bidik Politisi PSI Ahmad Ali dan Ketum Pemuda Pancasila di Kasus Dugaan Gratifikasi Batu Bara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Longsor di Bungbulang Garut: Satu Meninggal, Akses Jalan Terputus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wow, Ekspedisi Ini Jadi Sistem Pendukung Kemajuan Bisnis Pariwisata Labuan Bajo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Isu “Gurita Keluarga” dan Sandi Proyek G1 Mengemuka di Garut, Hasanuddin Nilai Sarat Nuansa Politis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kemenag Jadwalkan Sidang Isbat 17 Februari, Ini Potensi Perbedaan Awal Ramadhan 1447 Hijriah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Garut 213 Tahun: Dewan Adat Ungkap Bukti Historis Baru Soal Nama dan Hari Jadi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com