• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Rabu, April 15, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home News

Habib Syakur: Waspada! Kelompok Pengasong Khilafah Mencoba Ganggu Kerja Pemerintah

Redaksi oleh Redaksi
9 Mei 2022
di News, Profile
A A
0
ShareSendShare ShareShare

 JAKARTA, Kabariku- Munculnya gerakan-gerakan yang mencoba mengganggu kinerja pemerintah dengan menghembuskan nada kebencian dan ketidakadilan ditengarai sebagai langkah dan gerakan bawah tanah yang dilakukan kelompok pendukung Khilafah ataupun daulah islamiyah eks HTI.

Hal ini dikatakan Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Bin Ali Mahdi Al-Hamid, menyikapi adanya rencana demonstrasi 14 Mei 2022 serta gerakan-gerakan di tengah masyarakat yang memojokkan pemerintahan Jokowi-KH.Maruf Amin.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

“Mereka itu kelompok KAMI beserta pengasong khilafah eks-HTI, terus bergerak untuk mengacaukan kerja kerakyatan yang dilakukan pemerintah. Mereka menyuarakan berbagai isu negatif dengan harapan pemerintah turun” ujar Habib Syakur kepada media. Senin (9/5/2022).

RelatedPosts

15 Tahun Mengabdi di MK, Anwar Usman: Purnabakti Ibarat Kertas Putih Tanpa Coretan

BNN Perkuat Pendekatan Rehabilitasi, Sinergi Kemen Imipas Optimalkan P4GN

Anggaran EO Rp113,9 Miliar, BGN Bangun Sistem Kerja Profesional untuk Optimalkan MBG

Habib Syakur bahkan menyebut kelompok Khilafah eks HTI itu membentuk tim khusus yang bergerak secara diam-diam ke tengah masyarakat untuk menyuarakan kebencian pada pemerintah.

“Termasuk mereka membentuk tim khusus lobi kepemimpinan nasional. Mereka bergerak underground bawah tanah mengacaukan konsentrasi rakyat. Mendeskreditkan konsentrasi pemerintah,” jelasnya.

Yang bikin heran, lanjut Habib Syakur, kelompok eks-HTI ini membuat narasi bahwa kekuatan Pemerintahan Presiden Jokowi itu ada pada sosok Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

“Kemudian mereka berbicara masalah oligarki ke pemerintahan Jokowi. Ini oligarki yang mana? Apa mereka tau makna oligarki? Nyatanya kan enggak ada oligarki di negeri ini,” tandas Habib Syakur.

Lebih jauh Habib Syakur menegaskan fakta bahwa di era Presiden Jokowi ini lah posisi konglomerat dan pengusaha semakin tidak terlibat apalagi melakukan intervensi terhadap kebijakan pemerintah.

Baca Juga  Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid Merespon Wacana Pemakzulan Presiden Jokowi

Justru, lanjut Habib Syakur, Presiden Jokowi mengangkat dan memberikan posisi kepada mantan-mantan konglomerat di eranya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai pejabat, bahkan menteri anggota kabinet.

“Konglomerat di eranya pak SBY banyak dipertahankan sebagai menteri. Contohnya Menteri Perdagangan M. Lutfi yang merupakan  mantan menterinya pak SBY,” jelasnya.

“Makanya, jika Jaksa Agung berani menetapkan menteri perdagangan M. Lutfi sebagai tersangka, maka itu luar biasa,” lanjutnya.

Habib Syakur memaparkan, para eks-HTI akan terus bergerak dan berusaha mencuci otak masyarakat, bahkan para pejabat, seolah-olah banyak ketidakadilan terjadi di Republik ini.

“Pertanyaan saya, kalau pemerintah dianggap banyak tidak adil, terus yang adil yang mana?masak daulah khilafah? Ya enggak lah,” tukas Habib Syakur.

Ia juga menegaskan bahwa munculnya rencana demonstrasi pada 14 Mei 2022 itu sangat jelas tujuannya adalah mengacaukan kinerja pemerintah. Kemudian yang diperalat adalah mahasiswa dan buruh. Mereka pun dicekoki agar mau menyuarakan seolah-olah ada ketidakadilan di Republik ini.

Lantas, siapa yang mengambil keuntungan dari aksi demo dan upaya mendeskreditkan pemerintah? Habib Syakur menegaskan bahwa yang bergerak itu adalah rezim masa lalu.

“Yang bergerak memang rezim masa lalu dan pengusaha masa lalu. Mereka lebih senang kalau pekerjaannya tak terganggu. Mereka juga rentan terpapar radikalisme HTI,” lanjut Habib Syakur.

Habib Syakur memberikan bocoran bahwa kelompok eks-HTI ini selalu membuat penegasan bahwa jika khilafah dianggap fantasi, maka HTI akan mewujudkan fantasi tersebut. Maka mereka bergerak lagi bergerak lagi.

Lantas, kenapa Luhut Binsar Pandjaitan yang sasaran tembak? Habib Syakur menilai karena dianggap sebagai menteri yang menjadi kekuatan utama kabinet Jokowi – KH. Maruf Amin.

Habib Syakur menjelaskan, aksi demonstrasi dan pengerahan massa sebaiknya jangan dilakukan ketika suasana hari raya idul fitri masih terasa.

Baca Juga  Komitmen Good Mining Practices, Pemerintah Tutup 321 Hektare Tambang Bermasalah

“Jangan sampai ibadah puasa kemudian kehilangan makna gara-gara ada kelompok yang menebar kebencian. Padahal saat ini situasinya adalah Halal Bihalal,” Habib Syakur menutup.***

Red/K.103

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Habib Syakur Ali Mahdi Al HamidInisiator Gerakan Nurani KebangsaanWaspada! Kelompok Pengasong Khilafah
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Peluang ASN Alih Status Menjadi Pegawai Otorita IKN Nusantara

Post Selanjutnya

Jenderal Pol Prof DR Budi Gunawan SH M.Si PhD., “Tokoh Modernisasi Badan Intelijen Negara“

RelatedPosts

15 Tahun Mengabdi di MK, Anwar Usman: Purnabakti Ibarat Kertas Putih Tanpa Coretan

14 April 2026

BNN Perkuat Pendekatan Rehabilitasi, Sinergi Kemen Imipas Optimalkan P4GN

14 April 2026

Anggaran EO Rp113,9 Miliar, BGN Bangun Sistem Kerja Profesional untuk Optimalkan MBG

13 April 2026

Evaluasi Kabinet Prabowo, Pengamat: Reshuffle atau Risiko Turun Kepercayaan Publik

13 April 2026

Gelar Musda 2026, IOF Jawa Barat Fokus pada Estafet Kepemimpinan dan Kelestarian Alam

11 April 2026

Presiden Prabowo Resmi Lantik Andi Rahadian Jadi Dubes RI untuk Oman dan Yaman

10 April 2026
Post Selanjutnya

Jenderal Pol Prof DR Budi Gunawan SH M.Si PhD., “Tokoh Modernisasi Badan Intelijen Negara“

KPK Siap Bantu Polda Kaltara Lacak Aset Kasus Hasbudi. Berikut Pernyataan Juru Bicara KPK

Discussion about this post

KabarTerbaru

Koordinator SIAGA 98, Hasanuddin

Koordinator Siaga 98 Nilai Laporan Faizal Assegaf terhadap Jubir KPK Tidak Tepat

14 April 2026

DPC Organda Garut Gelar Halalbihalal, Dorong Kemandirian Ekonomi Anggota

14 April 2026
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Garut, H. Subhan Fahmi

Model Penunjukan Ketua Dinilai Efektif, PKB Garut Targetkan Kemenangan 2029

14 April 2026

15 Tahun Mengabdi di MK, Anwar Usman: Purnabakti Ibarat Kertas Putih Tanpa Coretan

14 April 2026

BNN Perkuat Pendekatan Rehabilitasi, Sinergi Kemen Imipas Optimalkan P4GN

14 April 2026

Anggaran EO Rp113,9 Miliar, BGN Bangun Sistem Kerja Profesional untuk Optimalkan MBG

13 April 2026

KPK Kawal Sektor Strategis Batam dan Bintan, Jaga Iklim Investasi Sehat dan Berkelanjutan

13 April 2026

Evaluasi Kabinet Prabowo, Pengamat: Reshuffle atau Risiko Turun Kepercayaan Publik

13 April 2026
Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Cianjur

Disperkim Kabupaten Cianjur Mengajak Masyarakat Menjaga dan Merawat Ruang Publik

13 April 2026

Seskab Teddy: Satgas PKH Selamatkan Aset Negara Rp370 Triliun, Denda Capai Rp31,3 Triliun

11 April 2026

Kabar Terpopuler

  • Jenderal (Purn) Try Sutrisno, Wakil Presiden RI 1993-1998

    Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dualisme Memanas, Dewan Pertimbangan FKDT Garut Pertanyakan Legalitas SK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Breaking News: KPK Kembali OTT Kepala Daerah, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Diciduk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Rekomendasi ke Aksi, SIAGA 98 Desak Realisasi Reformasi Polri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Doa hingga Aksi Nyata, Haul Akbar Hidayatul Faizien Sentuh Kebutuhan Masyarakat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Evaluasi Kabinet Prabowo, Pengamat: Reshuffle atau Risiko Turun Kepercayaan Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com