• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Sabtu, Agustus 8, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home News

Habib Syakur: Waspada! Kelompok Pengasong Khilafah Mencoba Ganggu Kerja Pemerintah

Redaksi oleh Redaksi
9 Mei 2022
di News, Profile
A A
0
ShareSendShare ShareShare

 JAKARTA, Kabariku- Munculnya gerakan-gerakan yang mencoba mengganggu kinerja pemerintah dengan menghembuskan nada kebencian dan ketidakadilan ditengarai sebagai langkah dan gerakan bawah tanah yang dilakukan kelompok pendukung Khilafah ataupun daulah islamiyah eks HTI.

Hal ini dikatakan Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Bin Ali Mahdi Al-Hamid, menyikapi adanya rencana demonstrasi 14 Mei 2022 serta gerakan-gerakan di tengah masyarakat yang memojokkan pemerintahan Jokowi-KH.Maruf Amin.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

“Mereka itu kelompok KAMI beserta pengasong khilafah eks-HTI, terus bergerak untuk mengacaukan kerja kerakyatan yang dilakukan pemerintah. Mereka menyuarakan berbagai isu negatif dengan harapan pemerintah turun” ujar Habib Syakur kepada media. Senin (9/5/2022).

RelatedPosts

Mengintagrasikan Layanan BRT dan Kereta Di Surabaya

Hormati Bulan Kemerdekaan! Sekjen PATRA Ingatkan Ojol Tak Terpancing Isu

Febrie Adriansyah Kembali ke Rutan KPK Usai Diperiksa Tim 9 Kejagung sebagai Tersangka dan Saksi TPPU

Habib Syakur bahkan menyebut kelompok Khilafah eks HTI itu membentuk tim khusus yang bergerak secara diam-diam ke tengah masyarakat untuk menyuarakan kebencian pada pemerintah.

“Termasuk mereka membentuk tim khusus lobi kepemimpinan nasional. Mereka bergerak underground bawah tanah mengacaukan konsentrasi rakyat. Mendeskreditkan konsentrasi pemerintah,” jelasnya.

Yang bikin heran, lanjut Habib Syakur, kelompok eks-HTI ini membuat narasi bahwa kekuatan Pemerintahan Presiden Jokowi itu ada pada sosok Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

“Kemudian mereka berbicara masalah oligarki ke pemerintahan Jokowi. Ini oligarki yang mana? Apa mereka tau makna oligarki? Nyatanya kan enggak ada oligarki di negeri ini,” tandas Habib Syakur.

Lebih jauh Habib Syakur menegaskan fakta bahwa di era Presiden Jokowi ini lah posisi konglomerat dan pengusaha semakin tidak terlibat apalagi melakukan intervensi terhadap kebijakan pemerintah.

Baca Juga  Ormas Bukan Penegak Hukum, 6 Hal Ini Tak Boleh Dilakukan, Kemendagri Minta Pemda Waspada

Justru, lanjut Habib Syakur, Presiden Jokowi mengangkat dan memberikan posisi kepada mantan-mantan konglomerat di eranya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai pejabat, bahkan menteri anggota kabinet.

“Konglomerat di eranya pak SBY banyak dipertahankan sebagai menteri. Contohnya Menteri Perdagangan M. Lutfi yang merupakan  mantan menterinya pak SBY,” jelasnya.

“Makanya, jika Jaksa Agung berani menetapkan menteri perdagangan M. Lutfi sebagai tersangka, maka itu luar biasa,” lanjutnya.

Habib Syakur memaparkan, para eks-HTI akan terus bergerak dan berusaha mencuci otak masyarakat, bahkan para pejabat, seolah-olah banyak ketidakadilan terjadi di Republik ini.

“Pertanyaan saya, kalau pemerintah dianggap banyak tidak adil, terus yang adil yang mana?masak daulah khilafah? Ya enggak lah,” tukas Habib Syakur.

Ia juga menegaskan bahwa munculnya rencana demonstrasi pada 14 Mei 2022 itu sangat jelas tujuannya adalah mengacaukan kinerja pemerintah. Kemudian yang diperalat adalah mahasiswa dan buruh. Mereka pun dicekoki agar mau menyuarakan seolah-olah ada ketidakadilan di Republik ini.

Lantas, siapa yang mengambil keuntungan dari aksi demo dan upaya mendeskreditkan pemerintah? Habib Syakur menegaskan bahwa yang bergerak itu adalah rezim masa lalu.

“Yang bergerak memang rezim masa lalu dan pengusaha masa lalu. Mereka lebih senang kalau pekerjaannya tak terganggu. Mereka juga rentan terpapar radikalisme HTI,” lanjut Habib Syakur.

Habib Syakur memberikan bocoran bahwa kelompok eks-HTI ini selalu membuat penegasan bahwa jika khilafah dianggap fantasi, maka HTI akan mewujudkan fantasi tersebut. Maka mereka bergerak lagi bergerak lagi.

Lantas, kenapa Luhut Binsar Pandjaitan yang sasaran tembak? Habib Syakur menilai karena dianggap sebagai menteri yang menjadi kekuatan utama kabinet Jokowi – KH. Maruf Amin.

Habib Syakur menjelaskan, aksi demonstrasi dan pengerahan massa sebaiknya jangan dilakukan ketika suasana hari raya idul fitri masih terasa.

Baca Juga  PDI Perjuangan Maafkan Rocky Gerung, Hasto Kristiyanto Jelaskan Alasannya

“Jangan sampai ibadah puasa kemudian kehilangan makna gara-gara ada kelompok yang menebar kebencian. Padahal saat ini situasinya adalah Halal Bihalal,” Habib Syakur menutup.***

Red/K.103
Tags: Habib Syakur Ali Mahdi Al HamidInisiator Gerakan Nurani KebangsaanWaspada! Kelompok Pengasong Khilafah
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

Peluang ASN Alih Status Menjadi Pegawai Otorita IKN Nusantara

Post Selanjutnya

Jenderal Pol Prof DR Budi Gunawan SH M.Si PhD., “Tokoh Modernisasi Badan Intelijen Negara“

RelatedPosts

Mengintagrasikan Layanan BRT dan Kereta Di Surabaya

8 Agustus 2026
Dok.Foto : Istimewa

Hormati Bulan Kemerdekaan! Sekjen PATRA Ingatkan Ojol Tak Terpancing Isu

8 Agustus 2026

Febrie Adriansyah Kembali ke Rutan KPK Usai Diperiksa Tim 9 Kejagung sebagai Tersangka dan Saksi TPPU

8 Agustus 2026

Massa Penambang Datangi Kantor PT Timah di Gantung, Aksi Berujung Ricuh dan Kebakaran Jadi Sorotan

8 Agustus 2026

Polda Metro Jaya Dalami Temuan 996 Benda Menyerupai Senjata di Yayasan Sekolah Swasta Jakarta Selatan

7 Agustus 2026

Kapolri Rombak Jajaran Perwira Tinggi, 9 Irjen Polri Berganti Jabatan

7 Agustus 2026
Post Selanjutnya

Jenderal Pol Prof DR Budi Gunawan SH M.Si PhD., “Tokoh Modernisasi Badan Intelijen Negara“

KPK Siap Bantu Polda Kaltara Lacak Aset Kasus Hasbudi. Berikut Pernyataan Juru Bicara KPK

Discussion about this post

KabarTerbaru

Abdul Rokib Laporkan Dugaan Persekusi ke Polres Garut, Sebut Dikerumuni Puluhan Orang dan Dipaksa ke Polsek

8 Agustus 2026

Mengintagrasikan Layanan BRT dan Kereta Di Surabaya

8 Agustus 2026

Dari Buku Ajar hingga Budaya Membaca, Presiden Prabowo Perkuat Fondasi SDM Indonesia

8 Agustus 2026

STN Jabar Desak Pemerintah Batalkan Pembangunan Yonif TP 322 di Atas Lahan Kelola Warga Mekargalih

8 Agustus 2026
Dok.Foto : Istimewa

Hormati Bulan Kemerdekaan! Sekjen PATRA Ingatkan Ojol Tak Terpancing Isu

8 Agustus 2026

PNM Peduli Renovasi Masjid Annajatul Faizin di Garut

8 Agustus 2026

DPD RI Hadirkan Kantor Perwakilan di Serang untuk Tampung Aspirasi Warga Banten

8 Agustus 2026

Febrie Adriansyah Kembali ke Rutan KPK Usai Diperiksa Tim 9 Kejagung sebagai Tersangka dan Saksi TPPU

8 Agustus 2026

Massa Penambang Datangi Kantor PT Timah di Gantung, Aksi Berujung Ricuh dan Kebakaran Jadi Sorotan

8 Agustus 2026

Presiden Prabowo Terima Laporan Program Strategis TNI hingga Persiapan HUT ke-81 RI

7 Agustus 2026

Kabar Terpopuler

  • Dok.Foto:Istimewa

    Mabes Polri Bungkam soal Masa Aktif Wakapolri, Status Komjen Dedi Prasetyo Masih Jadi Tanda Tanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPP Persadha Nusantara Resmi Dilantik, Tetapkan 10 Agenda Transformasi Lembaga Hindu 2045

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perebutan Presidium KAHMI Jabar Dinilai Jadi Momentum Perkuat Jalan KDM Menuju Pilpres 2029

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Publik Pertanyakan Pelayanan SPBU 24.331.148 Kurau, BBM untuk Warga Disebut Habis, Diduga Pengerit Tetap Dilayani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Agus Muttaqien Alfaz Siap Pimpin MW KAHMI Jabar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Komjak RI Koordinasi Kemenko Polkam Kawal Penanganan Kasus Korupsi dan TPPU Mantan Jampidsus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dasco Instruksikan Kader Kawal Program Prabowo dan Perangi Hoaks

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com