• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Minggu, Agustus 9, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini

Motif di Balik Penundaan PEMILU

Redaksi oleh Redaksi
16 Maret 2022
di Opini, Politik, Profile
A A
0
ShareSendShare ShareShare
S. Indro Tjahyono
Pengamat Politik

Kabariku- Ada dua isu yang menjadi pergunjingan akhir-akhir ini, yakni presiden tiga periode dan penundaan Pemilu. Tampaknya isu Presiden tiga periode sudah tenggelam, karena mencederai demokrasi dan melawan marwah reformasi.

Yang terus menggelinding adalah keinginan sebagaian orang untuk melakukan penundaan Pemilu.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Kita tidak perlu berdebat, apakah penundaan Pemilu itu dimungkinkan? Selama koalisi partai mayoritas pendukung pemerintah sepakat, maka Undang-Undang Pemilu juga bisa diubah.

RelatedPosts

Mengintagrasikan Layanan BRT dan Kereta Di Surabaya

Golkar Jabar: Kesuksesan Bahlil Lahadalia Lahir dari Kerja Keras, Bukan Warisan Jabatan

Perebutan Presidium KAHMI Jabar Dinilai Jadi Momentum Perkuat Jalan KDM Menuju Pilpres 2029

Namun kelihatannya penundaan Pemilu akan jadi opsi kuat dari rejim yang memerintah dengan segala resikonya.

Alasan apa saja yang membuat muncul inisiatif untuk menunda pemilu?
Yang pertama adalah karena ketidaksiapan pemerintah untuk mengakhiri kekuasaan, karena banyak rencana yang bisa mangkrak bahkan dihentikan kalau ada rezim baru yang tidak sepakat dengan gagasan mega proyek yang diinisiasi rezim lama.

Proyek Ibu Kota Negara (IKN) yang heboh saat ini bisa saja dibatalkan mengingat ketidaklayakan teknis dan mundurnya investor. Selain itu penundaan Pemilu pasti digulirkan oleh para oligarki dan “Pepeng” (penguasa dan pengusaha) yang ingin meneruskan proyek-proyeknya.

Sementara jika setelah Pemilu dan Pilpres, kekuatan alternatif yang menang, mereka khawatir akan terjadi putus kontrak. Walaupun sebenarnya tidak perlu khawatir, karena sistim politik kita sudah berideologi plutokratisme (kekuasaan diatur oleh uang dan orang beruang).

Dorongan lain adalah keyakinan bahwa hegemoni satu partai politik tidak akan sampai terjadi tiga kali.

Ingat Partai Demokrat yang hanya menyelesaikan kekuasaan satu kali perpanjangan. Itu pun selama berkuasa, Partai Demokrat mendapat tekanan publik terus-menerus karena tidak proper menjalankan pemerintahannya.

Baca Juga  Politisi Nasdem Irma Chaniago: PDIP Lebih Bagus Jadi Oposisi di Luar Pemerintah

Keyakinan itulah yang mendorong semua pelaku politik menyerukan “enough is enough” atau dalam bahasa Jawa “sampun tuwuk, sumonggo sare” (sudah kenyang, silahkan tidur).

Ini merupakan ujian bagi partai politik berkuasa bahwa partai politik dan koalisi partai pendukung sebenarnya ada durasinya.

Mustahil partai politik berkuasa tiga kali, karena dukungan politik itu bisa mengalami fatig (kelelahan), apalagi jika politik akomodasi pemerintah amburadul.

Karena itu, partai politik yang paling terkena dengan isu penundaan pemilu adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) yang selama ini mengobarkan ideologi demokrasi.

PDI Perjuangan yakin dapat berkuasa kembali kalau pemilu berlangsung sesuai jadwal. Walaupun realitasnya ,partai politik pasti mengalami masa surut dan harus diganti oleh partai politik lain yang mendapat dukungan baru dari masyarakat.

Lalu siapakah yang menginginkan penundaan pemilu? Tentu adalah partai politik yang kalau pemilu dijalankan sesuai jadwal mereka akan kalah. Mereka adalah partai politik yang menginginkan kocok ulang kandidat presiden yang terlanjur diviralkan ,sehingga tidak ada siklus kekuasaan ketiga kali bagi partai politik berkuasa.

Yang lain adalah pihak yang diuntungkan jika terjadi penundaan Pemilu, yakni pihak yang menginginkan bisnis berlanjut dan pihak yang tidak ingin namanya tercemar dalam sejarah karena meninggalkan proyek-proyak mangkrak.

Dengan penundaan Pemilu, minimal ada sisa waktu untuk melanjutkan proyek sehingga sampai tahap “the point of no return”. Itulah mengapa pihak ini ingin melepaskan diri dari dukungan politik lama serta mencari koalisi politik baru yang politically feasible dan komit untuk melanjutkan proyek warisan gagasan rezim lama.

Sedangkan bagi oposisi penundaan Pemilu dijadikan isu untuk mendeskreditkan rezim saat ini, khususnya tentang keseriusannya dalam mewujudkan sistem demokrasi sesuai tuntutan reformasi.

Baca Juga  Surat Terbuka Kepada Presiden Joko Widodo

Mereka menginginkan penundaan Pemilu menjadi isu strategis untuk menjatuhkan rezim secara revolusioner. Sehingga justru isunya dibalik bukan menunda pemilu, tapi mempercepat pemilu karena sudah terjadi pembusukan (deteroriation) sistem politik saat ini.

Bagaimanapun pergunjingan tentang penundaan Pemilu ini tentu merupakan ujian bagi PDI Perjuangan, apakah bisa menjadi partai jagoan yang memiliki pengaruh kuat setiap rezim berganti.

Golkar sudah membuktikan sebagai partai politik yang tahu diri dan dapat terus eksis walau memiliki dosa yang tak terampuni secara nasional. Bertahun-tahun Golkar ikhlas menjadi pecundang, namun perjalanan partai politik bisa berkata lain sesuai dengan aspirasi rakyat sebagai aktor demokrasi.***

Red/K.000
Tags: golkarisu Presiden tiga periodePDI PerjuanganPengamat Politi
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

ASPIDI Pastikan Stok Daging Jelang Ramadhan Hingga Hari Besar Kedepan, Aman

Post Selanjutnya

Ramadhan Sebentar Lagi, Puan Peringatkan Pemerintah Segera Atasi Persoalan Minyak Goreng

RelatedPosts

Mengintagrasikan Layanan BRT dan Kereta Di Surabaya

8 Agustus 2026

Golkar Jabar: Kesuksesan Bahlil Lahadalia Lahir dari Kerja Keras, Bukan Warisan Jabatan

7 Agustus 2026
Ketua Bidang Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Barat, Kundrat Kanda Permana

Perebutan Presidium KAHMI Jabar Dinilai Jadi Momentum Perkuat Jalan KDM Menuju Pilpres 2029

7 Agustus 2026

Dasco Instruksikan Kader Kawal Program Prabowo dan Perangi Hoaks

6 Agustus 2026

Konten Hoaks ‘Demo Agustus’ Masif di Media Sosial, Direktur IPR: Masyarakat Jangan Terpancing

5 Agustus 2026

Salam Wa Rahmah: “Belajar dari Republik Islam Iran untuk Menghalau Badai Kehancuran Negeri”

5 Agustus 2026
Post Selanjutnya

Ramadhan Sebentar Lagi, Puan Peringatkan Pemerintah Segera Atasi Persoalan Minyak Goreng

Launching Kampung Wisata Restorative Justice oleh Kejaksaan Agung Republik Indonesia di Kabupaten Garut

Discussion about this post

KabarTerbaru

Abdul Rokib Laporkan Dugaan Persekusi ke Polres Garut, Sebut Dikerumuni Puluhan Orang dan Dipaksa ke Polsek

8 Agustus 2026

Mengintagrasikan Layanan BRT dan Kereta Di Surabaya

8 Agustus 2026

Dari Buku Ajar hingga Budaya Membaca, Presiden Prabowo Perkuat Fondasi SDM Indonesia

8 Agustus 2026

STN Jabar Desak Pemerintah Batalkan Pembangunan Yonif TP 322 di Atas Lahan Kelola Warga Mekargalih

8 Agustus 2026
Dok.Foto : Istimewa

Hormati Bulan Kemerdekaan! Sekjen PATRA Ingatkan Ojol Tak Terpancing Isu

8 Agustus 2026

PNM Peduli Renovasi Masjid Annajatul Faizin di Garut

8 Agustus 2026

DPD RI Hadirkan Kantor Perwakilan di Serang untuk Tampung Aspirasi Warga Banten

8 Agustus 2026

Febrie Adriansyah Kembali ke Rutan KPK Usai Diperiksa Tim 9 Kejagung sebagai Tersangka dan Saksi TPPU

8 Agustus 2026

Massa Penambang Datangi Kantor PT Timah di Gantung, Aksi Berujung Ricuh dan Kebakaran Jadi Sorotan

8 Agustus 2026

Presiden Prabowo Terima Laporan Program Strategis TNI hingga Persiapan HUT ke-81 RI

7 Agustus 2026

Kabar Terpopuler

  • Dok.Foto:Istimewa

    Mabes Polri Bungkam soal Masa Aktif Wakapolri, Status Komjen Dedi Prasetyo Masih Jadi Tanda Tanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perebutan Presidium KAHMI Jabar Dinilai Jadi Momentum Perkuat Jalan KDM Menuju Pilpres 2029

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Agus Muttaqien Alfaz Siap Pimpin MW KAHMI Jabar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Publik Pertanyakan Pelayanan SPBU 24.331.148 Kurau, BBM untuk Warga Disebut Habis, Diduga Pengerit Tetap Dilayani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Komjak RI Koordinasi Kemenko Polkam Kawal Penanganan Kasus Korupsi dan TPPU Mantan Jampidsus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dasco Instruksikan Kader Kawal Program Prabowo dan Perangi Hoaks

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Tidak Akan Kalah Melawan Desas-desus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com