• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Minggu, Februari 1, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Politik

Ini Pendapat Senator ProDEM tentang Pertemuan Jokowi-SBY-Prabowo

Redaksi oleh Redaksi
11 Oktober 2019
di Politik
A A
0
Senator ProDEM Agustiana

Senator ProDEM Agustiana

ShareSendShare ShareShare

KABARIKU – Senator ProDEM, Agustiana, menilai, pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Prabowo Subianto yang baru-baru ini terjadi, bisa hanya sebuah kegeeran yang bisa jadi bumerang, tapi bisa juga konstruktif yang membawa hasil produktif.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Menurutnya, jika pertemuan Joko Widodo dengan SBY dan Prabowo diletakan dalam bentuk power sharing atau bagi-bagi kekuasan di kursi kabinet atau untuk akses kekuasan lain, maka itu merupakan bentuk konsolidasi di mana presiden ingin memiliki legitimasi politik yang kuat, sehingga nantinya takan ada kekuatan yang berbeda.

RelatedPosts

Jokowi Sebut PSI Partai “Super TBK”, Siap Turun Langsung dan Bekerja Mati-Matian untuk PSI

Ambang Batas 0 Persen adalah Implementasi dari Demokrasi Pancasila

Tarik-Ulur Sistem Pemilihan, PDI Perjuangan Tegaskan Dukung Pilkada Langsung

“Namun saya berpendapat dengan keyakinan penuh, akan terjadi hal yang sebaliknya dari harapan. Power sharing tersebut bahkan akan membuat negara ini makin terkoyak karena akan menimbulkan beberapa potensi masalah,” ujarnya, Jumat sore (11/10/2019).

Agustiana menyebut, setidaknya akan ada dua masalah akibat adanya “power sharing” Joko Widodo dengan SBY dan Prabowo. Pertama, masyarakat yang kecewa terhadap Jokowi yang selama ini terkanalisasi ke dalam kubu Prabowo, akan merasa dikecewakan dengan lahirnya kerjasama Prabowo-Jokowi.

“Maka pengaruh, instruksi dan mobilisasi Prabowo terhadap kelompok politik ini menjadi habis. Begitupun sebaliknya, kelompok yang ada di kubu Jokowi yang tak puas dengan tindakan dan sikap Jokowi akibat power sharing tersebut, terutama masyarakat sipil non partisan partai di mana kekuatannya tampak signifikan, akan kecewa karena Jokowi jadi partai oriented,” ujarnya.

Agustiana mengaku khawatir, kelompok non partisan partai di kubu Jokowi tersebut malah akan balik melawan Jokowi, padahal kelompok ini paling setia dan paling kuat dalam pusaran kekuasan Jokowi.

Baca Juga  LSM GMBI Mengucapkan Selamat atas Terpilih dan Dilantik Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Garut

“Dan lambat laun mereka akan menyatu dengan kelompok dari kubu Prabowo yang kecewa,” ujarnya.

Masalah kedua, lanjut Agustiana, solidnya partai legislatif di parlemen akan mengakibatkan parlemen tidak ada dinamika.

“Sehingga akan tercipta suasana kesolidan legislatif yang terikat oleh kepentingan pragmatis yang berkembang menjadi persekongkolan dalam menggarong angaran untuk keperluan pertarungan 2024. Ini akan menimbulkan sebagian rakyat makin kecewa terhadap kinerja legislatif,” jelasnya.

Di sisi lain, menurut Agustiana, pemerintah yang tak ada atau lemah kontrol dari legislatif akan makin liar dan jorjoran. Ini juga akan menimbulkan kekecewaan rakyat, apalagi jika pemerintah
makin liar terjebak pada pembangunan yang menimbulkan kesenjangan lebih besar.

“Ini adalah amunisi terbangunnya kebencian masyarakat non partisan partai. Kebencian terhadap legislatif dan eksekutif akan menggumpal, di mana kalau terorganisir akan menjadi kekuatan sipil yang maha dahsyat untuk melakukan revolusi,” jelasnya.

Dan jika gumpalan kebencian terhadap partai dan pemerintah ini tak terorganisir, lanjut Agustiana, maka sikap apriori terhadap kelembagaan dan mekanisme demokratis ini akan mengubah peradaban bangsa menjadi liar dan dipenuhi premanismeu. (Has)

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Relawan Kecam Keras Tindakan Brutal terhadap Pejabat Negara

Post Selanjutnya

Dandim Kendari Dicopot dan Ditahan Gara-gara Postingan Istri

RelatedPosts

Jokowi Sebut PSI Partai “Super TBK”, Siap Turun Langsung dan Bekerja Mati-Matian untuk PSI

31 Januari 2026

Ambang Batas 0 Persen adalah Implementasi dari Demokrasi Pancasila

30 Januari 2026
PDI Perjuangan mempertegas dukungan terhadap Pilkada Langsung di tengah menguatnya wacana pemilihan kepala daerah oleh DPRD. (Istimewa)

Tarik-Ulur Sistem Pemilihan, PDI Perjuangan Tegaskan Dukung Pilkada Langsung

12 Januari 2026

Kajian Online Minta Maaf dan Hapus Konten soal SBY, Andi Arief: Demokrat Tunggu Akun Lain

7 Januari 2026

Bantah SBY Dibalik Isu Ijazah Jokowi, Andi Arief Ajak Kader Demokrat Tetap Solid

5 Januari 2026

Subhan Fahmi Hadiri Pelantikan PC PMII Garut, Dorong Peran Intelektual Pemuda

2 Januari 2026
Post Selanjutnya

Dandim Kendari Dicopot dan Ditahan Gara-gara Postingan Istri

Mesra. Presiden Joko Widodo berswafoto dengan Prabowo Subianto

Prabowo: Di Dalam Siap di Luar Siap, Tak Ada Oposisi

Discussion about this post

KabarTerbaru

Foto: mantan ketua KPK Abraham Samad (Istimewa)

Abraham Samad Ungkap Pertemuan dengan Presiden Prabowo, Bahas Revisi UU KPK hingga Oligarki 9 Naga

1 Februari 2026
Foto: Joko widodo (Istimewa)

Raja Juli Tegaskan Jokowi Belum Resmi Anggota PSI Meski Siap Mati-matian Bekerja

1 Februari 2026
Penggilingan padi di Banjar Riang Tengah, Penebel, Tabanan, Bali, mengandalkan listrik andal PLN untuk menjaga kelancaran produksi. Dukungan sektor industri ikut mendorong penjualan listrik 2025 mencapai 317,69 TWh

Konsumsi Listrik Nasional Tumbuh, PLN Catat Penjualan 317,69 TWh di 2025

1 Februari 2026
Peringatan 1 Abad Nahdlatul Ulama di Kantor Kemenko 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN

Doa Satu Abad NU di IKN, Basuki: Nusantara Disiapkan Jadi Laboratorium Kerukunan

1 Februari 2026
Ketua KPK Setyo Budiyanto bersama jajaran dalam Rapat Kerja bersama Komisi III DPR RI di Jakarta, Rabu (28/1/2025)

KPK Cetak Rekor Asset Recovery 2025 Lampaui Rp1,5 Triliun Hingga Terapkan KUHP-KUHAP Baru

31 Januari 2026

Jokowi Sebut PSI Partai “Super TBK”, Siap Turun Langsung dan Bekerja Mati-Matian untuk PSI

31 Januari 2026

Perkuat Integritas Peradilan, BNN dan KY Bersinergi Tangani Kejahatan Narkotika

31 Januari 2026
Sejumlah pimpinan OJK mengundurkan diri usai IHSG anjlok dua hari berturut-turut. Dirut BEI juga mundur setelah indeks sempat kena trading halt.

Jajaran Pimpinan OJK Ramai-Ramai Mundur Usai IHSG Anjlok 2 Hari Beruntun

31 Januari 2026
Polisi mengungkap kasus penculikan anak di Tambun Selatan, Bekasi. Pelaku ditangkap saat kabur naik bus di Bandung, korban ditemukan selamat.

Aksi Cepat Polisi Bekasi Gagalkan Penculikan Anak, Pelaku Diciduk Saat Kabur Naik Bus

31 Januari 2026

Kabar Terpopuler

  • dok. BNN RI

    BNN Gagalkan Peredaran 100 Kg Sabu di Aceh Timur, Satu Kurir Diamankan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sayuti Abubakar, Wali Kota Lhokseumawe Nahkodai Alumni Fakultas Hukum Universitas Pancasila

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jarang Terungkap, Inilah Orang Tua dan Tiga Saudara Kandung Menlu Sugiono Beserta Pekerjaannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perkumpulan Aktivis 98 Soroti Jampidsus: Kasus Korupsi Besar Sekedar Seremonial, Aset Negara Tak Transparan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inilah Alasan Dirut BEI Mundur, Kata Menkeu Purbaya: Salah Komunikasi dengan MSCI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Momen Bermakna di Istana, Presiden Prabowo Terima Buku “Jejak Bahasa di Dunia Maya” Karya Dosen UMJ

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com Terverifikasi Faktual Dewan Pers dan telah mendapatkan Sertifikat dengan nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com