• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Kamis, Mei 21, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Seni Budaya

“Sorry Agnez Monica!”

Redaksi oleh Redaksi
28 November 2019
di Seni Budaya
A A
0
ShareSendShare ShareShare

KABARIKU – Ini contoh paling sempurna bagaimana rasa keindonesiaan luntur saat berhadapan dengan bangsa lain. Mungkin, bagi Agnez Monica, mengaku menjadi bagian bangsa Indonesia akan merendahkan derajat dirinya. Ia lupa bahwa ia lahir, makan, minum, berak (maaf), mengais rejeki, meniti karir, dan bahkan (mungkin) masih memegang paspor Indonesia saat pergi ke mana-mana. Perlu dicek.

Betul, memang banyak masalah yang sedang mendera negeri ini. Banyak yang harus diselesaikan agar bangsa ini mampu tegak berdiri menjadi bangsa yang makmur, cerdas, dan bermartabat.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik
Imam Prasojo

Bagi seorang pejuang, bukan pecundang, semua masalah itu akan dijadikannya sebagai tantangan yang harus ikut ia diselesaikan. Ia akan terus gigih memperjuangkan apa yang sejak awal dicita-citakan para pendiri negeri. Sesulit apapun! Sebaliknya, buat pecundang yang tak tahan melihat kesulitan-kesulitan yang tengah dihadapi negeri ini, ia akan coba lari dari kenyataan. Alih alih ikut berjuang, ia akan coba “numpang gratisan” melekatkan dirinya pada identitas bangsa lain. Kalau anda pernah lihat film “Susi Susanti: Love All”, ini gambaran kebalikannya.

RelatedPosts

Sekilas Gebyar Pesona Budaya Garut

Kepala BNN Resmikan Peluncuran SKI: Sinergi Olahraga, Budaya, dan Pencegahan Narkoba

DWP Kemensos Kunjungi Galeri Yose Art, Gali Potensi Seni Anak-Anak Istimewa Sekaligus Jajaki Kolaborasi dengan Pengrajin UMKM

Saya bayangkan, orang seperti ini, saat melakukan perjalanan ke luar negeri, bisa jadi paspor berbungkus lambang Garuda yang ia pegang, ia tutupi dengan sapu tangan saat antri menuju loket immigrasi. Ia malu dan rendah diri menerima kenyataan. Inikah ciri-ciri pengidap “the Denial Syndrome”?

Coba dengar apa yang ia ucapkan dengan penuh kebanggaan dalam bahasa Inggris.

“I actually don’t have Indonesian blood whatsoever” (Saya sesungguhnya sama sekali tak memiliki darah Indonesia).

Baca Juga  Paguyuban Paku Djajar Subang Suport Kegiatan Budaya dan Sejarah Subang

Kemudian, dia pun menyebut dirinya lebih sebagai bagian keturunan German, Jepang, China. Ia menyebut bahwa ia hanya kebetulan lahir di Indonesia.

Sungguh apa yang diucapkan Agnez Monica, adalah contoh sempurna bagaimana rasa rendah diri melekat dalam dirinya sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Mungkin, Agnez Monica lupa sumbangan Indonesia yang lain, yang membuat darah yang mengalir dalam tubuhnya lancar mengalir. Semoga cetusan ini sekedar cetusan kegenitan dan kekhilafan. Semoga kata-kata ini hanya loncatan kata-kata yang harusnya tak perlu keluar dari bibirnya, sehingga menimbulkan salah tafsir bagi pendengarnya.

Terimakasih Agnez. Anda telah memberi pelajaran berharga tentang arti penting rasa kebangsaan. Anda juga berjasa telah mengajari anak-anak muda lain tentang arti rasa percaya diri dan harga diri, bukan rendah diri, sebagai bagian dari bangsa.

Semoga anda terus berkembang dalam berkarir di bumi Indonesia, yang kebetulan jadi tempat kelahiran anda. Dan semoga Ibu Pertiwi tetap ikhlas dijadikan “sekedar sandaran hidup” yang ternyata tak berarti apa apa.

Sorry Agnez, I have to say it. “Damn it!” (*)

Imam Prasojo, Sosiolog dan Guru Besar Universitas Indonesia

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Agnez MonicaImam Prasojo
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Soal Pemekaran, Majelis Rakyat Papua : Perbaikan Penghidupan Masyarakat Lebih Utama

Post Selanjutnya

Pria Asal Malang Jebolan S-2 Ini Jadi Tukang AC di Australia, Penghasilannya Rp 1,9 M

RelatedPosts

Sekilas Gebyar Pesona Budaya Garut

26 April 2026

Kepala BNN Resmikan Peluncuran SKI: Sinergi Olahraga, Budaya, dan Pencegahan Narkoba

2 Desember 2025

DWP Kemensos Kunjungi Galeri Yose Art, Gali Potensi Seni Anak-Anak Istimewa Sekaligus Jajaki Kolaborasi dengan Pengrajin UMKM

6 Oktober 2025
Wamenpar Ni Luh Puspa berkesempatan mencoba proses menenun Sekomandi dengan alat tenun tradisional gedogan, Dalam kunjungan kerja ke Rumah Tenun Sekomandi, Mamuju, Sulawesi Barat, Rabu (27/8/2025)./Kemenpar

Wamenpar Dorong Pelestarian Tenun Sekomandi, Ikon Budaya Sulawesi Barat

30 Agustus 2025
Ibu-ibu di Kota Palembang, Sumatera Selatan, mengenakan kebaya untuk merayakan Hari Kebaya Nasional 2025/ Dok Pemprov Sumatera Selatan

24 Juli Ditetapkan sebagai Hari Kebaya Nasional, Ini Ciri Khas Kebaya Indonesia dan Negara Tetangga

24 Juli 2025
Menteri Kebudayaan Fadli Zon

Pemerintah Tetapkan 17 Oktober sebagai Hari Kebudayaan Nasional, Menbud Fadli Zon Ungkap Alasannya

20 Juli 2025
Post Selanjutnya
Didin Andijaya, pria asal Malang, kini tinggal di Sydney Australia (Foto: abc.net.au)

Pria Asal Malang Jebolan S-2 Ini Jadi Tukang AC di Australia, Penghasilannya Rp 1,9 M

Gugatan UU KPK Salah Objek, MK Tolak Permohonan Penggugat

Discussion about this post

KabarTerbaru

KPK Ungkap Anggaran Pendidikan dan Kesehatan Terdampak Program MBG, Cermati Risiko Tata Kelola BGN

21 Mei 2026

Menlu Sugiono Akui Komunikasi Terkendala, Pemerintah Desak Israel Bebaskan WNI Misi Global Sumud Flotilla

21 Mei 2026

Membaca Ketakutan Media The Economist terhadap Prabowo

20 Mei 2026

Satlantas Polres Garut Gencarkan Razia Knalpot Brong, Pengendara Diminta Patuh Aturan

20 Mei 2026
Director Thai Trade Center Jakarta Hataichanok Sivara (sisi kiri) (Foto:Kabariku.com)

Experience Thailand 2026 Digelar di 21 Gerai Hero, Perkuat Produk Thailand di Pasar Indonesia

20 Mei 2026

Presiden Didampingi Wapres Paparkan Arah Kebijakan Ekonomi dan Fiskal RAPBN 2027 di Sidang Paripurna DPR

20 Mei 2026

DP3AKB Jabar Tekankan Keluarga Kuat sebagai Fondasi Pembangunan, Soroti Isu Kesehatan Reproduksi dan Perkawinan Anak”

20 Mei 2026
IIES, ITC, dan IFM 2026 siap digelar di ICE BSD dengan menghadirkan ribuan pelaku industri global dan hadiah perjalanan gratis ke Guangzhou.(Irfan/kabariku.com)

ICE BSD Bakal Jadi Pusat Pameran Industri Asia 2026, Pengunjung Berkesempatan Terbang Gratis ke Guangzhou

20 Mei 2026

Prof Achmad Ungkap Fenomena Resource Curse: Satgas PKH Efektif Benahi Tata Kelola SDA

20 Mei 2026

Presiden Didampingi Wapres Paparkan Arah Kebijakan Ekonomi dan Fiskal RAPBN 2027 di Sidang Paripurna DPR

20 Mei 2026

Kabar Terpopuler

  • RUPST 2025 WIKA Beton Sahkan Dividen Tunai, Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ahmad Khozinudin Minta Polri Profesional Tangani Kasus Ade Armando dan Grace Natalie

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jarang Terungkap, Inilah Orang Tua dan Tiga Saudara Kandung Menlu Sugiono Beserta Pekerjaannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nadiem Tak Perlu Dibela

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wapres Gibran Dorong Kepala Daerah Aktif Promosikan Destinasi Wisata di Forum BBTF 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prof Achmad Ungkap Fenomena Resource Curse: Satgas PKH Efektif Benahi Tata Kelola SDA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com