Tokoh  

Belakangan Ini Banyak Hal Mengejutkan dari UAS

Ustad Abdul Somad

KABARIKU – Banyak hal yang mengejutkan dari Ustaz Abdul Somad (UAS) belakangan ini. Usai menyatakan keluar dari PNS, kini ia pun menyandang status duda usai menceraikan istrinya, Mellya Juniarti.

Seperti dikatakan kuasa hukumnya, Hasan Basri, yang menggelar jumpa pers pada Kamis (5/12/2019) di Batam, keretakan rumah tangga Abdul Somad dengan Mellya Juniarti sudah terjadi sejak empat tahun lalu.

Untuk menghindari fitnah dan karena tak ada solusi untuk membina kembali rumah tangganya, maka UAS pun mengukan gugat cerai Mellya Juniarti. Gugat cerai diajukan UAS pada tangal 12 Juli 2019 pada Pengadilan Agama Bangkinang, Kabupaten Kampar, Provinsi Kepulauan Riau.

Sidang demi sidang terus bergulir. Pada sidang ke-11, Selasa (3/12/2019), hakim PA Bangkinang mengabulkan permohonan UAS. Hakim memberi izin kepada pemohon untuk menjatuhkan talak satu raji’i terhadap Mellya Juniarti.

UAS menikahi Mellya Juniarti pada 20 Oktober 2012. Dari pernikahannya, pasangan ini dikarunia anak laki-laki yang diberi nama Mizyan Hadziq Abdillah.

UAS merupakan kelahiran Silo Lama, Asahan, Sumatra Utara, 18 Mei 1977 yang bergelar Datuk Seri Ulama Setia Negara ini, sebelum bercerai menyatakan keluar dari statusnya sebagai ASN sekaligus berhenti menjadi dosen di UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau.

Dalam surat pengunduran dirinya sebagai PNS, UAS menyatakan, mengundurkan diri sebagai PNS karena kesibukan sehingga tidak bisa menjalankan kewajiban sebagai dosen dan PNS.

Dalam sebuah video yang diupload di youtube, selain terus menjalankan dakwah, kini UAS membuka toko pakaian muslim.

UAS bukanlah ulama sembarangan. Ia merupakan bagian dari ulama besar asal Asahan yaitu Syekh Abdurrahman atau lebih dikenal sebagai Tuan Syekh Silau Laut I. Jadi, pendidikan agama merupakan bagian dari kehidupan UAS sejak kecil.

Lulus Aliyah, ia sempat mengenyam pendidikan di UIN Sultan Syarif Kasim Riau tahun 1996–1998.

Tahun 1998, Pemerintah Mesir membuka beasiswa untuk 100 orang Indonesia belajar di Universitas Al-Azhar. UAS pun mengikuti tes dan lulus. Maka berangkatlah ia ke Universitas Al-Azhar Kairo. Dalam waktu tiga tahun 10 bulan, tepatnya pertengahan tahun 2002, UAS berhasil meraih gelar Lc.

Tahun 2004, melalui AMCI (bahasa Prancis: Agence Marocaine de Coopération Internationale) dari Kerajaan Maroko, ia lantas melanjutkan pendidikan S2-nya di Institut Darul-Hadits Al-Hassaniyah Rabat.

Program S2 diselesaikannya dalam waktu satu tahun 11 bulan dan mendapatkan gelar D.E.S.A. bahasa Prancis: Diplôme d’Etudes Supérieurs Approfondies) yang berarti “Diploma Studi Lanjutan” pada akhir tahun 2006. (Ref)

Leave a Reply