• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Kamis, Februari 26, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Ekonomi

Waspadalah Wahai Kalian Generasi Baby Boomers

Redaksi oleh Redaksi
11 Oktober 2021
di Ekonomi, Opini
A A
0
ShareSendShare ShareShare
Oleh : Hendro Sugiarto S.E., M.MKMT
Dosen FKWU Uniga, Universitas Pasundan Bandung

Kabariku- Setelah icip-icip kajian materi bertajug “gig economy” ini menjadi sebuah alarm bagi generasi pendahulu, atau sering kita kenal sebagai kaum Baby Boomer. Mereka wajib waspada bahwa sekarang sedang menuju “Gig economy”.

Sebelum ada pandemi dibelahan penjuru dunia, terutama anak2 Milenial cenderung memiliki pola kerja remote working.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Sehingga definisi diatas bisa digambarkan menjadi istilah yang tepat untuk memotret bagaimana fenomena dunia kerja yang terjadi belakangan, dimana seseorang tak perlu keluar dari rumah untuk bisa menghasilkan uang, bahkan dalam jumlah berlimpah.

RelatedPosts

Bahas Pembangunan Pelabuhan Cilautereun, Bupati Garut Temui DKP Provinsi Jawa Barat

Kontribusi Alumni SMA Taruna Nusantara

THR ASN, TNI, Polri 2026 Segera Cair Awal Ramadan, Pemerintah Gelontorkan Rp 55 Triliun

Sejak dua hari yang lalu, sampai tadi siang saya masih menyaksikan sebuah insight dalam acara dialog yg bertajug 20 under 20. Mereka bercerita bagaimana di usia sebelum 20 tahun dengan penghasilan ratusan juta bahkan mulai nembus diangka milyaran.

Hadirnya “Gig economy” berdampak kepada seringnya kita mendengar di media sosial belakangan dihebohkan dengan kabar seorang netizen yang menuding tetangganya menjadi babi ngepet.

Alasannya, si tetangga dianggap hanya bermalas-malasan, mager dan rebahan dirumahnya, namun bisa memiliki banyak uang.

Tuduhan ini sekilas mungkin terasa konyol, lucu namun sekaligus bisa dipahami bagi banyak orang, bekerja sama artinya dengan melangkah kaki ke luar rumah untuk pergi ke kantor atau berbisnis.

Namun dengan perkembangan teknologi saat ini, ada banyak cara untuk menghasilkan uang dari rumah. Ini juga yang membuat saya dan teman-teman dalam menyediakan hunian berkonsep “Living, playing dan working”.

Dalam sebuah talkshow 20 under 20 tersebut, rata-rata mereka mempunyai penghasilan dengan menjadi content creator, trader saham, makelar online atau graphic designer. Mereka adalah orang-orang yang menukar keahliannya dengan uang sehingga tak perlu berlelah-lelah menghadapi macet atau panas matahari untuk bekerja dengan pola 08-17 to 6. Atau berangkat jam 08.00 pulang jam 17, selama enam hari.

Baca Juga  Direksi PT Telkom Dirombak, Pendiri Bukalapak Jadi Direktur Milenial Pertama di BUMN

Fenomena ini masih terasa asing bagi banyak generasi terdahulu. Banyak orangtua yang kesulitan memahami bahwa hal tersebut sekarang mungkin dilakukan.

Hal tersebut adalah wujud dari praktik “gig economy” yang membuat batas-batas dunia kerja menjadi jauh lebih fleksibel.

Dalam prinsip gig economy, seseorang dibayar berdasarkan pekerjaan yang mereka selesaikan. Bukan mendapatkan gaji rutin bulanan yang besarannya tetap seperti kebanyakan orang di generasi sebelumnya.

Sebagai contoh sederhana seorang dari kampung Saripulo sebagai UX Writer bisa bekerja untuk startup di Silicon Valley, Amerika Serikat. Pola kerja ini menawarkan fleksibilitas waktu dengan target akhir yang pasti dan tentunya menuntut kemandirian.

Bagi beberapa orang, cara ini memberikan kontrol atas berapa banyak waktu yang dapat mereka gunakan untuk bekerja.

Dengan demikian, “era gif economy” haruslah menjadi sebuah perhatian tidak saja bagi pemilik bisnis secara husus mereka yang sering di kenal sebagai generasi baby boomer, tapi juga pemerintah, baik pusat atau daerah. Pemerintah harus aware dan menyiapkan ekosistem agar bonus demografi ini bisa menjadi peluang bagi kita, bukan bencana. ***

“Selamat bertumbuh. Salam pejuang pengusaha, pengusaha pejuang”.

Saripulo, 11 Oktober 2021

Red/K.101

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: FKWU UnigaUniversitas Pasundan Bandung
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Pekan Olahraga Nasional XX Papua, Rafika Putra Pecahkan Rekor di Venue Atletik Mimika Sport Complex

Post Selanjutnya

PON XX Papua, Lifter Wulandari dari Kalimantan Timur Raih Medali Emas Sekaligus Cetak Rekor Nasional

RelatedPosts

Bahas Pembangunan Pelabuhan Cilautereun, Bupati Garut Temui DKP Provinsi Jawa Barat

26 Februari 2026
Kepala Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN) Sugiono, MBA. memberi arahan dan penjelasan mengenai keberadaan SMA Taruna Nusantara Terintegrasi kepada seluruh Orangtua Calon Siswa Kelas X yang diundang hadir pada hari ini, Selasa tgl. 9 Juli 2024 di Balairung Pancasila SMA Taruna Nusantara

Kontribusi Alumni SMA Taruna Nusantara

20 Februari 2026
Foto ilustrasi (Istimewa)

THR ASN, TNI, Polri 2026 Segera Cair Awal Ramadan, Pemerintah Gelontorkan Rp 55 Triliun

20 Februari 2026
Foto : Istimewa

Gagal Bayar Kewajiban, Saham WIKA Masih Disuspensi BEI

19 Februari 2026
dok Dispusipda

Garut Tempo Doeloe: Menyibak Jejak Priangan di Masa Kolonial dalam Bingkai Sejarah Swiss van Java

18 Februari 2026

Garut: Dari Duri Semak hingga Identitas Kolektif

18 Februari 2026
Post Selanjutnya

PON XX Papua, Lifter Wulandari dari Kalimantan Timur Raih Medali Emas Sekaligus Cetak Rekor Nasional

Di Sidang MK, Presiden Nyatakan Dewan Pers Adalah Fasilitator

Discussion about this post

KabarTerbaru

ICW Surati KPK: Waspadai Potensi Konflik Kepentingan Pengelolaan 1.179 Dapur MBG Polri

26 Februari 2026

Akselerasi Pembangunan Melalui Teknologi, Bupati Garut Gandeng BRIN Perkuat Riset dan Inovasi Daerah

26 Februari 2026

Bahas Pembangunan Pelabuhan Cilautereun, Bupati Garut Temui DKP Provinsi Jawa Barat

26 Februari 2026
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold Hutagalung saat dimintai keterangan terkait insiden mobil ugal-ugalan di Gunung Sahari. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

Mobil Ugal-ugalan Tabrak Sejumlah Kendaraan di Gunung Sahari, Warga Kepung Pelaku

26 Februari 2026

Polres Garut Ajak Masyarakat Manfaatkan SuperApp PRESISI Polri, Wujudkan Pelayanan Cepat dan Humanis

25 Februari 2026
Ilustrasi sidang uji materi di Mahkamah Konstitusi/MK. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

Menguji Syarat Calon Pimpinan KPK: Pemohon Soroti Peluang TNI-Polri Aktif

25 Februari 2026
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo saat dimintai keterangan (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

KPK Panggil Sekjen Kemnaker Cris Kuntadi dalam Kasus Dugaan Pemerasan Sertifikasi K3

25 Februari 2026

Viral di Medsos, Satlantas Polres Garut Tindak Tegas Dua Pengendara Aksi Balap Liar

25 Februari 2026

Prof Achmad Tjachja Nugraha Rilis Buku “Technopreneurship”: Rahasia Membangun Bisnis Teknologi di Era Digital

25 Februari 2026

Kabar Terpopuler

  • Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo saat dimintai keterangan terkait kasus dugaan gratifikasi batu bara (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

    KPK Bidik Politisi PSI Ahmad Ali dan Ketum Pemuda Pancasila di Kasus Dugaan Gratifikasi Batu Bara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Longsor di Bungbulang Garut: Satu Meninggal, Akses Jalan Terputus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Tahun Berjuang, Korban Jiwasraya Desak Menkeu Purbaya Lunasi Sisa 25,5 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Isu “Gurita Keluarga” dan Sandi Proyek G1 Mengemuka di Garut, Hasanuddin Nilai Sarat Nuansa Politis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jarang Terungkap, Inilah Orang Tua dan Tiga Saudara Kandung Menlu Sugiono Beserta Pekerjaannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • THR ASN, TNI, Polri 2026 Segera Cair Awal Ramadan, Pemerintah Gelontorkan Rp 55 Triliun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com