Pilkada 2020, 25 Daerah Dipastikan Hanya Diikuti Satu Pasangan Calon

  • Bagikan

KABARIKU – Sebanyak 25 daerah dari dari 270 daerah yang menggelar Pilkada 2020, dipastikan hanya diikuti satu pasangan calon. Dengan demikian, ke-25 daerah tersebut harus menyediakan kotak kosong untuk lawan dari pasangan calon yang telah terdaftardi KPU tersebut.

Kepastian itu diperoleh setelah Komisi Pemilihan Umum resmi menutup perpanjangan masa pendaftaran bakal pasangan calon (paslon) untuk Pilkada serentak 2020 pada Ahad (13/9) pukul 24.00. Dari 28 daerah diikuti satu pasangan, hanya tiga daerah yang menerima pendaftaran calon tambahan pada masa perpanjangan pendaftaran tersebut.

Ketiga daerah tersebut adalah Kabupaten Serdang Bedagai (Sumatera Utara), Kabupaten Bintan (Kepulauan Riau), dan Kota Sungai Penuh (Jambi).

“Jadi, jumlah daerah yang terdapat calon tunggal sebanyak 25 Kabupaten/kota,” kata Komisioner KPU, Ilham Saputra, Senin (14/9/2020).

Ilham un menjelaskan, jumlah keseluruhan bakal paslon yang telah diterima pendaftarannya pada Pilkada 2020, sebanyak 738 bakal paslon. Rinciannya, bakal paslon gubernur dan wakil gubernur sebanyak 25 pasangan, bakal paslon bupati/wakil bupati sebanyak 612 pasangan, serta bakal paslon wali kota/wakil wali kota sebanyak 101 pasangan.

Berikut 25 kabupaten/kota yang melaksanakan pilkada dengan satu pasangan calon:

Sumatera Utara
1.Kabupaten Humbang Hasundutan (Dosman Banjarnahor dan Oloan P Nababan
2.Kota Gunungsitoli (Lakhomizaro Zebua dan Sowa’a Laoli)
3.Kota Pematangsiantar (Asner Silalahi dan Susanti Dewayani)

Sumatera Barat
4.Pasaman (Benny Utama dan Sabar AS)

Sumatera Selatan
5.Ogan Komering Ulu (Kuryana Azis dan Johan Anuar)
6.Ogan Komering Ulu Selatan (Popo Ali Martopo dan Sholehien Abuasir)

Bengkulu
7.Bengkulu Utara (Mian dan Arie Septia Adinata)

Jawa Tengah
8.Boyolali (Mohammad Said Hidayat dan Wahyu Irawan)
9.Grobogan (Sri Sumarni dan Bambang Pujiyanto)
10.Kebumen (Arif Sugiyanto dan Ristawati Purwaningsih)
11.Kota Semarang (Hendar Prihadi dan Hevearita Gunaryanti Rahayu)
12.Sragen (Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan Suroto)
13.Wonosobo (Afif Nurhidayat dan Muhammad Albar)

Jawa Timur
14.Kediri (Hanindhito Himawan Pramana dan Dewi Mariya Ulfa)
15.Ngawi (Ony Anwar Harsono dan Dwi Rianto Jatmiko)

Bali
16.Badung (I Nyoman Giri Prasta dan I Ketut Suiasa)

Nusa Tenggara Barat
17.Sumbawa Barat (W Musyafirin dan Fud Syaifuddin)

Kalimantan Timur
18.Kota Balikpapan (Rahmad Mas’ud dan Thohari Aziz)
19.Kutai Kartanegara (Edi Damansyah dan Rendi Solihin)

Sulawesi Selatan
20.Gowa (Adnan Purichta Ichsan dan Abdul Rauf Magalanni)
21.Soppeng (A Kaswadi Razak dan Luthfi Halide)

Sulawesi Barat
22.Mamuju Tengah (M. Aras T dan Muh. Amin Jasa)

Papua Barat
23.Manokwari Selatan (Markus Waran dan Wempie Welly Rengkung)
24.Pegunungan Arfak (Yosias Saroy dan Marinus Mandacan)
25.Raja Ampat (Abdul Faris Umlati dan Oredeko I Burdam). (Ref)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *