Pembubaran Densus 88, Taufan Hunneman: ‘Pernyataan Tidak Rasional Bagi Pejabat Sekelas Fadli Zon’

  • Bagikan

JAKARTA, Kabariku- Pernyataan pembubaran Densus 88 merupakan pernyataan yang tidak rasional bagi seorang pejabat tinggi sekelas Fadli Zon.

Demikian dikemukakan Sekjend Forum Nasional Bhinneka Tunggal Ika, Taufan Hunneman, sebab Densus ‘88 dibentuk sebagai upaya memerangin terorisme yg semakin menganggu harmonisasi dalam ruang publik.

“Densus ‘88 merupakan satu instrumen yang menjaga serta menkomfirmasi bahwa negara konsisten hadir untuk mengupayakan prinsip utama bernegara yakni menjaga ketertiban dan keharmonisasian masyarakat,” ungkapnya.

Sasaran terorisme, jelas Taufan, adalah menghancurkan masyarakat sipil serta merusak harmonisasi dalam ruang publik

“Pilihan teror merupakan pilihan untuk memerangin masyarakat sipil,” terangnya.

“Sekalipun terorisme tidak identik dengan agama namun manipulasi simpatik menggunakan identitas agar terorisme mendapatkan pembenaran prilakunya,” imbuhnya.

Menurut Taufan, Hal ini membuat pada akhirnya prasangka terjadi. Melihat subtantif terorisme merusak ruang publik.

“Sehingga mengusik keamanan serta ketertiban publik maka pernyataan pembubaran Densus ‘88 di tengah masih adanya terorisme merupakan kegagalan menggunakan data serta rasionalitas,” katanya.

Dijelaskannya, Eksistensi terorisme masih terus ada karenanya di tuntun oleh utopia bahkan ilusif kelompok kecil untuk mendominasi juga menghegemoni masyarakat Bhinneka Tunggal Ika.

“Dan ini merupakan upaya menganggu kesepakatan ideologi karena itu kehadiran densus 88 merupakan implementasi untuk memastikan langkah serta upaya ilusif kelompok terorisme berhenti  baik dengan upaya presisi, moderat sampai pembinaan ( deradikalisasi ) yang selama ini dilakukan dengan baik oleh BNPT”.

Maka menurut Sekjend Forum Nasional Bhinneka Tunggal Ika;

Pertama, Densus 88 masih di perlukan sebagai implementasi kehadiran negara memberikan ruang aman di ruang publik.

Kedua, terorisme di mulai dri tindakan intoleransi karena itu persoalan di Hulu bisa diselesaikan juga agar tdk berkembang menjadi tindakan yg menggunakan alat teror

Ketiga, perlunya satu pemahaman bersama untuk membangun budaya pancasila tanpa kompromi didalam budaya itu ada semboyan bhinneka tunggal ika yg merupakan satu jati diri bangsa dan itu merupakan watak negara yg harus di pastikan terus eksis , berkembang serta negara berpihak. ***

Red/K.000
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *