Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman memberikan kuliah umum kepada Perwira Siswa Dikreg LXVIII Seskoad di Bandung, Jawa Barat, Rabu (5/8/2026). Foto: Dok. KSP
Bandung,Kabariku — Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, memberikan kuliah umum kepada Perwira Siswa (Pasis) Dikreg LXVIII di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat, Bandung, Jawa Barat, Rabu (5/8/2026).
Dalam pembekalan tersebut, Dudung memaparkan peran Kantor Staf Presiden (KSP) dalam mengurai berbagai hambatan (bottleneck) pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.Kegiatan tersebut dihadiri Komandan Seskoad, Agustinus Purboyo, didampingi Wakil Komandan Seskoad beserta jajaran pejabat utama.
Sebelum memberikan kuliah umum, Dudung juga mengunjungi Museum dan Perpustakaan Seskoad.Dalam paparannya, Dudung menegaskan bahwa KSP memiliki fungsi utama memastikan setiap arahan Presiden diterjemahkan menjadi program yang dapat dijalankan secara efektif, dipantau pelaksanaannya, serta diselesaikan apabila menemui hambatan.
“Selama saya menjabat di KSP, tugas KSP adalah menyelesaikan persoalan. Baik perselisihan antar-kementerian, antar-menteri dengan wakil menteri, menteri dengan bupati atau gubernur, hingga persoalan antara perusahaan seperti PT Timah maupun masyarakat dengan kementerian,” ujar Dudung.
Menurutnya, berbagai hambatan pembangunan kerap muncul akibat ego sektoral antarinstansi. Karena itu, KSP berperan sebagai koordinator yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan untuk mencari solusi bersama.Salah satu contoh yang disampaikan ialah penyelesaian persoalan pengembangan jaringan gas di Muara Enim, Sumatera Selatan, yang telah berlarut-larut selama bertahun-tahun.
Dudung mengatakan KSP mengumpulkan kementerian terkait, pemerintah daerah, serta pihak perusahaan sehingga keputusan dapat diambil dalam satu forum.KSP juga pernah memfasilitasi penyelesaian persoalan pasokan batu bara bagi pembangkit listrik di Pulau Jawa dengan mempertemukan PT PLN (Persero), Kementerian ESDM, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, BPKP, Kepolisian, dan Kejaksaan.”Pasokan akhirnya dapat disalurkan kembali sehingga ancaman pemadaman listrik berhasil dicegah,” kata Dudung.
Selain itu, KSP turut memimpin koordinasi penyelesaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) PT Timah Tbk sehingga operasional perusahaan kembali berjalan.Dalam sektor energi, Dudung menjelaskan KSP juga membantu menyelesaikan hambatan pengembangan sumur minyak di Bojonegoro, Jawa Timur, yang terkendala status Lahan Sawah Dilindungi dan Lahan Baku Sawah.
Melalui koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah, persoalan tersebut dapat diselesaikan.Sementara di Way Kanan, Lampung, KSP memediasi penyelesaian sengketa lahan petani tebu yang diklaim masuk kawasan hutan dengan berkoordinasi bersama Kementerian Kehutanan agar masyarakat memperoleh kepastian hukum.KSP juga memfasilitasi penyelesaian pembangunan jalan tol menuju Jambi yang melintasi kawasan kehutanan di Sumatera Selatan, termasuk persoalan lahan masyarakat yang telah bersertifikat.Di bidang pertambangan, Dudung mengungkapkan KSP berhasil menyelesaikan hambatan ekspor produk pertambangan yang mengandung Logam Tanah Jarang sebagai mineral ikutan.
Perbedaan penafsiran regulasi sebelumnya menyebabkan proses ekspor tertahan dan berpotensi mengurangi devisa negara.”Akhirnya saya kumpulkan seluruh direktur jenderal, asosiasi, Bareskrim, dan Kejaksaan. Saya katakan, tanda tangan semua di sini, kita tanggung jawab bersama. Sekarang proses ekspor sudah berjalan. Hal-hal seperti ini tidak perlu sampai ke meja Presiden,” ujarnya.Di hadapan para Perwira Siswa Seskoad.
Dudung menekankan bahwa seorang pemimpin harus memiliki keberanian mengambil keputusan, membangun kesepahaman, dan bertanggung jawab atas setiap kebijakan yang diambil.Ia juga mendorong para peserta didik agar memiliki imajinasi, inovasi, visi, serta keberanian menghadirkan perubahan nyata di setiap penugasan.”Seorang pemimpin harus mempunyai imajinasi, inovasi, visi dan misi, cita-cita, serta keberanian untuk menghadirkan perubahan nyata di setiap tempat penugasan,” tutup Dudung.
Turut mendampingi Kepala Staf Kepresidenan dalam kegiatan tersebut antara lain Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan Letjen TNI (Purn.) Arif Rahman, Mayjen TNI (Purn.) Prof. Dr. Budi Pramono, Mayjen TNI (Purn.) Dedi Solihin, serta sejumlah Tenaga Ahli Utama KSP.
Sumber Rilis KSP


















Discussion about this post