GARUT, Kabariku – Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Garut menggelar kegiatan parenting bertema “Membangun Keluarga Tangguh, Melahirkan Generasi Berakhlak, Menjaga Garut Bermartabat” di Aula Kantor PCNU Kabupaten Garut, Minggu (26/7/2026), pukul 09.00–11.30 WIB.
Kegiatan tersebut diikuti 76 peserta yang terdiri dari perwakilan tujuh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU, pengurus cabang, serta tamu undangan dari Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Garut dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW).
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan DPPKBPPPA Kabupaten Garut, Iwa Kartiwa, sebagai narasumber bersama Sekretaris PC Muslimat NU Kabupaten Garut, Dr. Hj. Neng Hilma Mimar, M.M.Pd yang didampingi langsung oleh Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Garut, Hj. Kinkin Patonah, S.IP.

Dalam pemaparannya, Dr. Hj. Neng Hilma Mimar menegaskan bahwa keluarga merupakan benteng utama dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang kini semakin kompleks. Menurutnya, penggunaan gadget tanpa pengawasan telah menjadi salah satu tantangan terbesar dalam pola pengasuhan anak di era digital.
Ia menjelaskan, selain minimnya kontrol terhadap penggunaan gawai, masyarakat juga dihadapkan pada persoalan dekadensi moral, penyalahgunaan minuman keras dan narkotika, meningkatnya perceraian akibat persoalan ekonomi, pinjaman online dan judi online, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), tingginya angka kematian ibu dan anak, hingga maraknya berbagai bentuk penyimpangan perilaku seksual.
“Anak-anak membutuhkan pendampingan, keteladanan, dan kasih sayang dari keluarga. Orang tua tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga harus membangun komunikasi yang baik, menanamkan nilai-nilai agama, serta mengawasi perkembangan anak agar tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan yang negatif,” ujar Neng Hilma.
Ia menambahkan, tujuan kegiatan parenting ini adalah membekali para peserta agar mampu menjadi penyambung informasi di lingkungan masing-masing.
“Kami berharap seluruh peserta dapat menyosialisasikan kembali materi yang diperoleh kepada masyarakat. Dengan begitu akan semakin banyak orang tua yang memahami pentingnya membangun keluarga yang harmonis, sehingga mampu melahirkan generasi yang berakhlak, cerdas, dan bertanggung jawab,” katanya.
Menurut Neng Hilma, semangat tersebut selaras dengan firman Allah SWT dalam Surah An-Nisa ayat 9 yang mengingatkan agar umat Islam tidak meninggalkan generasi yang lemah, baik lemah iman, ilmu, akal maupun ekonomi.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan DPPKBPPPA Kabupaten Garut, Iwa Kartiwa, mengapresiasi inisiatif Muslimat NU dalam mengedukasi masyarakat melalui kegiatan parenting. Menurutnya, upaya membangun ketahanan keluarga harus dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dan masyarakat.
“Keluarga merupakan tempat pertama anak belajar tentang nilai, karakter, dan kehidupan. Karena itu penguatan peran keluarga menjadi sangat penting untuk mencegah berbagai persoalan sosial yang kini dihadapi masyarakat. DPPKBPPPA siap terus berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam memberikan edukasi dan perlindungan bagi perempuan dan anak,” ujar Iwa.
Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Garut, Hj. Kinkin Patonah, S.IP., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Muslimat NU terhadap kondisi sosial yang terjadi di tengah masyarakat.
“Kami merasa memiliki tanggung jawab moral untuk terus hadir memberikan edukasi kepada para orang tua. Ketahanan keluarga adalah fondasi lahirnya generasi yang saleh, cerdas, dan berdaya saing. Semoga kegiatan ini menjadi ikhtiar bersama dalam menjaga keluarga, melindungi anak-anak, dan mewujudkan Garut yang tetap bermartabat,” kata Kinkin.
Melalui kegiatan ini, Muslimat NU berharap gerakan penguatan keluarga dapat terus berkembang hingga ke tingkat kecamatan dan desa, sehingga nilai-nilai pengasuhan yang baik dapat diterapkan secara luas demi menciptakan lingkungan yang aman, harmonis, dan ramah bagi tumbuh kembang anak.

















Discussion about this post