Jakarta,Kabariku.com– Potensi ekonomi dari perdagangan karbon di Indonesia disebut sangat besar. Menteri Lingkungan Hidup (LH) Zumhur Hidayat mengungkapkan bahwa sektor ini berpeluang menghasilkan nilai ekonomi hingga triliunan rupiah, seiring meningkatnya perhatian dunia terhadap pengurangan emisi dan perubahan iklim.
Dalam sebuah pernyataan, Zumhur menegaskan bahwa perdagangan karbon bukan sekadar isu lingkungan, tetapi juga dapat menjadi sumber ekonomi baru bagi Indonesia.
Bahkan, terdapat peluang keuntungan yang cukup besar dari pengelolaan dan perdagangan kredit karbon.
“Dengan modal Rp200 juta, bisa menghasilkan Rp1,5 miliar,” ungkap Menteri LH saat membahas potensi ekonomi perdagangan karbon di Indonesia,” kata Zumhur Kamis (23/7/2026).
Menurutnya, Indonesia memiliki modal besar berupa kekayaan alam dan kawasan hutan yang luas.
Potensi tersebut dapat dikonversi menjadi nilai ekonomi melalui skema perdagangan karbon, selama dikelola dengan tata kelola yang transparan dan berkelanjutan.
Namun, pemerintah menegaskan bahwa kekayaan karbon Indonesia tidak boleh hanya menjadi objek eksploitasi oleh pihak asing.
Kedaulatan nasional tetap menjadi prioritas utama dalam mengembangkan pasar karbon.
Indonesia, kata dia, tidak boleh hanya menjadi penyedia komoditas karbon, sementara nilai ekonomi terbesar justru dinikmati pihak lain.
“Ini perdagangan gaib, barangnya tidak jelas tetapi harganya bisa mencapai ribuan triliun rupiah. Saat ini semua mata negara tertuju kepada Indonesia,” ujarnya.
Karena itu, pemerintah terus mendorong penguatan regulasi, sistem pengawasan, serta mekanisme perdagangan karbon nasional.
Langkah tersebut dinilai penting agar potensi besar sektor karbon dapat memberikan manfaat nyata bagi negara dan masyarakat.
Dengan kekayaan hutan, lahan gambut, mangrove, serta ekosistem alam lainnya, Indonesia dinilai memiliki posisi strategis dalam perdagangan karbon global.
Tantangannya kini adalah bagaimana memastikan perdagangan karbon berjalan transparan, memiliki nilai ekonomi yang jelas, serta tidak membuka ruang bagi praktik manipulasi atau penguasaan sumber daya alam Indonesia oleh pihak tertentu.
Jika dikelola dengan baik, perdagangan karbon berpotensi menjadi salah satu sumber pendapatan baru bagi Indonesia sekaligus mendukung upaya nasional dalam mengurangi emisi dan menjaga kelestarian lingkungan.


















Discussion about this post