Belitung, Kabariku – Sebuah unggahan yang viral di media sosial memicu gelombang kritik dari masyarakat setelah memperlihatkan seorang siswa SMP di Kabupaten Belitung diduga menjadi korban razia rambut dengan cara dipotong hingga tampak tidak beraturan.(20/7/2026)
Berdasarkan unggahan yang beredar, terlihat bagian atas kepala siswa mengalami pemotongan yang dinilai berlebihan. Seorang tukang cukur yang mengaku didatangi siswa tersebut bahkan mengaku bingung memperbaiki hasil potongan rambut karena kondisinya sudah terlanjur tidak rapi.Dalam unggahan itu disebutkan bahwa penertiban rambut siswa memang diperlukan apabila tidak sesuai aturan sekolah. Namun, menurut pengunggah, penegakan disiplin seharusnya tidak dilakukan dengan cara yang mempermalukan peserta didik.

“Kalau memang rambut siswa tidak sesuai aturan sekolah, panggil orang tua atau arahkan untuk mencukur dengan layak. Anak sekolah bukan siswa militer,” tulis pengunggah yang mengaku berprofesi sebagai tukang cukur.
Unggahan tersebut langsung menuai banyak komentar bernada negatif dari warganet. Sebagian besar menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan pendekatan pendidikan yang humanis dan berpotensi memberikan dampak psikologis kepada siswa. Meski demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi yang memastikan kronologi lengkap maupun pihak sekolah yang dimaksud. Informasi yang beredar masih berasal dari unggahan media sosial dan memerlukan klarifikasi lebih lanjut.
Berbagai pihak pun mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung untuk segera melakukan penelusuran terhadap kejadian tersebut. Jika benar terjadi, evaluasi terhadap prosedur penegakan tata tertib di sekolah dinilai perlu dilakukan agar pembinaan siswa tetap mengedepankan nilai-nilai pendidikan, penghormatan terhadap martabat anak, serta tidak menimbulkan rasa malu di depan teman-temannya.Disiplin memang merupakan bagian penting dalam dunia pendidikan. Namun, penerapannya harus dilakukan secara proporsional, edukatif, dan tetap mengedepankan hak-hak anak.
Tujuan pendidikan bukan sekadar menegakkan aturan, melainkan juga membentuk karakter melalui pembinaan yang bijaksana.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat pernyataan resmi dari pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung terkait viralnya dugaan razia potong rambut tersebut. Redaksi membuka ruang hak jawab dan akan memuat klarifikasi apabila telah diterima.



















Discussion about this post