• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Rabu, Juli 1, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Ekonomi

“Triangle Fail”: Saat Indonesia Memburu Dana Besar, Eko B. Supriyanto Ingatkan Risiko Tata Kelola

Tresyana Bulan oleh Tresyana Bulan
1 Juli 2026
di Ekonomi
A A
0
ilustrasi

ilustrasi

ShareSendShare ShareShare

Jakarta, Kabariku – Di tengah ambisi besar pemerintah mempercepat pembangunan dan mengejar pertumbuhan ekonomi, Indonesia dinilai tengah memasuki sebuah persimpangan penting.

Di satu sisi, negara membutuhkan suntikan dana dalam jumlah sangat besar untuk membiayai proyek infrastruktur, industrialisasi, hingga program-program prioritas. Di sisi lain, kebutuhan tersebut menghadirkan tantangan serius agar setiap instrumen pembiayaan tetap berada dalam koridor tata kelola yang baik.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Persimpangan itulah yang menjadi pokok bahasan Chairman Infobank Media Group, Eko B. Supriyanto, dalam diskusi bertajuk “Triangle Fail: Danantara, MBG, Koperasi Merah Putih“.

RelatedPosts

Jaga Rupiah Akibat Gejolak Global, Sufmi Dasco Banjir Pujian dari Mensegneg,DEN hingga BI

CERI Ungkap Diam-diam Pemerintah Akan Ekspor Pasir Laut ke Singapura

Baznas Garut Kembali Raih Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) Secara Berturut Turut

Bagi Eko, ketiga program strategis pemerintah-Danantara, Program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan Koperasi Merah Putih-tidak bisa dipandang sebagai kebijakan yang berdiri sendiri.

Ia melihat ketiganya membentuk sebuah “segitiga” yang memiliki karakteristik serupa: membutuhkan dana sangat besar, melibatkan jutaan penerima manfaat, serta menuntut tata kelola yang jauh lebih ketat dibanding program-program biasa.

Menurutnya, Indonesia kini berada dalam fase yang ia sebut sebagai Butuh Uang Cepat (BUC).

“Indonesia sedang berada di fase krusial. Butuh Uang Cepat (BUC) untuk pembangunan infrastruktur, tetapi instrumen yang digunakan jangan sampai justru menabrak rambu-rambu tata kelola global,” ujar Eko, dikutip Rabu (1/7/2026).

Istilah “Triangle Fail”, lanjutnya, bukan dimaksudkan sebagai vonis bahwa ketiga program tersebut telah gagal. Sebaliknya, istilah itu merupakan peringatan mengenai potensi kegagalan apabila pembangunan institusi tidak berjalan seiring dengan besarnya aliran dana yang dikelola.

Baca Juga  “Mental Kolonialis Asing Ditengah Melaratnya Petani Bawang Merah di Brebes”

Dalam pandangannya, sejarah menunjukkan bahwa banyak negara gagal bukan karena kekurangan modal, melainkan karena lemahnya pengawasan ketika modal dalam jumlah besar mulai mengalir.

“Fail yang saya maksud adalah kegagalan sistemik. Program boleh bagus, tujuannya mulia, tetapi tanpa transparansi, akuntabilitas, audit yang kuat, dan pengawasan independen, risikonya akan semakin besar,” katanya.

Sorotan terbesar Eko tertuju pada Danantara, yang diproyeksikan menjadi mesin investasi strategis nasional.

“Dengan mandat mengelola aset negara dalam nilai yang sangat besar, Danantara dinilai memerlukan tingkat kepercayaan publik dan investor yang juga sangat tinggi,” ujarnya.

Karena itu, Eko mengkritisi keberadaan Pasal 50A Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Menurut penafsirannya, ketentuan tersebut memberikan perlindungan hukum yang sangat kuat terhadap pembeli Surat Utang Khusus atau Patriot Bond yang diterbitkan Danantara.

Ia mempertanyakan apakah instrumen tersebut benar-benar dirancang sebagai jalan untuk menarik kembali modal warga negara Indonesia yang tersimpan di luar negeri, atau justru berpotensi menimbulkan celah baru apabila tidak dibarengi mekanisme pengawasan yang memadai.

“Apakah ini solusi repatriasi modal, atau justru legalisasi dirty money yang berselimut instrumen negara? Pertanyaan ini penting dijawab agar tidak menimbulkan keraguan publik,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Eko juga menyoroti posisi lembaga pengawas. Menurutnya, keberadaan instrumen investasi yang memperoleh perlindungan hukum sangat kuat harus tetap diimbangi dengan mekanisme pengawasan yang efektif agar prinsip transparansi dan akuntabilitas tidak tergerus.
“Mengapa lembaga pengawas seperti OJK seolah mandul, dan PPATK dipaksa ‘cuti besar’? Ini bukan tuduhan, tetapi pertanyaan yang perlu dijawab secara terbuka melalui kebijakan yang transparan,” katanya.

Selain Danantara, Eko menilai Program Makan Bergizi Gratis menghadapi tantangan berbeda. Program yang menyasar jutaan pelajar itu memerlukan rantai pasok yang kuat, sistem distribusi yang efisien, serta pengawasan penggunaan anggaran hingga tingkat daerah. Tanpa kontrol yang baik, menurutnya, potensi pemborosan maupun penyimpangan akan semakin besar.

Baca Juga  Pengrajin Tahu Tempe di Garut Berharap Subsidi Kedelai untuk Bantu Pengusaha Kecil

Hal serupa juga berlaku bagi Koperasi Merah Putih. Ia menilai gagasan membangun ekonomi desa melalui koperasi memiliki tujuan yang baik, tetapi harus ditopang oleh manajemen profesional, tata kelola yang sehat, dan pengawasan yang konsisten agar tidak mengulang berbagai persoalan koperasi pada masa lalu.

Bagi Eko, ketiga program tersebut pada akhirnya bertemu pada satu titik yang sama, yakni governance. Ia menilai besarnya anggaran negara tidak akan menghasilkan manfaat optimal apabila kualitas institusi yang mengelolanya tertinggal.

Di tengah kebutuhan pemerintah mempercepat pembangunan, Eko mengingatkan bahwa kepercayaan merupakan modal yang nilainya tidak kalah besar dibanding investasi itu sendiri.

Tanpa transparansi, akuntabilitas, dan pengawasan independen, menurut Eko, kebijakan yang lahir dengan tujuan mempercepat pembangunan justru berpotensi memunculkan pertanyaan baru di ruang publik.

“Pembangunan memang membutuhkan pembiayaan. Tetapi pembiayaan yang sehat harus dibangun di atas tata kelola yang sehat pula. Itulah fondasi agar kepercayaan publik dan investor tetap terjaga,” pungkas Eko.*

Baca juga :

Patriot Bond: Terobosan Danantara Perkuat Pembiayaan Nasional Berbasis Partisipasi Sukarela

Global Bond Danantara Oversubscribed 4,6 Kali, Rosan: Bukti Kepercayaan Investor Dunia Tetap Tinggi

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Butuh Uang CepatChairman Infobank Media GroupDanantarakoperasi merah putihMBGPatriot Bondrambu-rambu tata kelola globalTriangle Fail
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR)  Kabupaten Cianjur Senantiasa Menolak Gratifikasi

Post Selanjutnya

Gubernur Pramono: Perkuat Pembiayaan Pembangunan Jakarta Demi Wujudkan Kota Global

RelatedPosts

Jaga Rupiah Akibat Gejolak Global, Sufmi Dasco Banjir Pujian dari Mensegneg,DEN hingga BI

29 Juni 2026

CERI Ungkap Diam-diam Pemerintah Akan Ekspor Pasir Laut ke Singapura

29 Juni 2026

Baznas Garut Kembali Raih Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) Secara Berturut Turut

29 Juni 2026

Mulai 1 Juli 2026, Pemerintah Resmi Terapkan Biodiesel B50 di Seluruh SPBU

29 Juni 2026

Presiden Prabowo Rampingkan 1.000 Perusahaan BUMN Jadi 250 Ribu untuk Mendorong Kemandirian Industri Nasional

29 Juni 2026

Mendag Busan Lepas Ekspor 20 Ton Gula Kelapa Banyumas ke AS, Nilai Tembus Rp822 Juta

26 Juni 2026
Post Selanjutnya

Gubernur Pramono: Perkuat Pembiayaan Pembangunan Jakarta Demi Wujudkan Kota Global

Pimpin Upacara Hari Bhayangkara ke 80, Presiden Prabowo Ingatkan Polri Harus Melindungi Rakyat dan Mengabdi kepada Banngsa

Discussion about this post

KabarTerbaru

Puncak HUT Bhayangkara ke 80 di Polda Babel, Kapolda : Momentum Intropeksi Diri-Peningkatan Kualitas

1 Juli 2026

Pimpin Upacara Hari Bhayangkara ke 80, Presiden Prabowo Ingatkan Polri Harus Melindungi Rakyat dan Mengabdi kepada Banngsa

1 Juli 2026

Gubernur Pramono: Perkuat Pembiayaan Pembangunan Jakarta Demi Wujudkan Kota Global

1 Juli 2026
ilustrasi

“Triangle Fail”: Saat Indonesia Memburu Dana Besar, Eko B. Supriyanto Ingatkan Risiko Tata Kelola

1 Juli 2026

Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR)  Kabupaten Cianjur Senantiasa Menolak Gratifikasi

1 Juli 2026

Lemhannas Anugerahkan Tanda Alumni Kehormatan kepada KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak

1 Juli 2026

Gubernur Pramono Persilakan Keluarga Korban Jatuh di Proyek Manggarai Tempuh Jalur Hukum

1 Juli 2026

Selamat Hari Bhayangkara ke-80, 1 Juli 2026

1 Juli 2026

KPK OTT di Kuansing, Amankan 10 Orang dan Sejumlah Barang Bukti

30 Juni 2026

Istana Pastikan Program Tetap Berjalan, Latsarmil Koperasi Merah Putih Dievaluasi Usai Lima Peserta Meninggal

29 Juni 2026

Kabar Terpopuler

  • Mewujudkan Polisi Kelas Dunia: Menyambut Hari Bhayangkara Ke-80

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga Sekap dan Rantai Tiga Karyawan Selama 21 Hari, Pemilik Percetakan Dilaporkan ke Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Eks Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung, Gugat Kejagung Lewat Praperadilan, OC Kaligis Persoalkan Proses Penangkapan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Razman Arif Nasution Resmi Ditahan di Lapas Cipinang, Jalani Hukuman 18 Bulan atas Kasus Pencemaran Nama Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Guru Besar IPB, Diskanak Garut, dan Unit Pakan Mandiri Leles Lestari Dorong Inovasi Pakan Murah Berkualitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mulai 1 Juli 2026, Pemerintah Resmi Terapkan Biodiesel B50 di Seluruh SPBU

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPK OTT di Kuansing, Amankan 10 Orang dan Sejumlah Barang Bukti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com