Jakarta, Kabariku— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali membuka obral aset rampasan koruptor kepada masyarakat.
Sebanyak 25 lot barang sitaan negara senilai Rp26,2 miliar akan dilelang secara daring pada Rabu, 11 Maret 2026 melalui situs resmi lelang pemerintah.
Lelang ini digelar bersama Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta III serta KPKNL Tangerang I sebagai bagian dari upaya memulihkan kerugian negara akibat tindak pidana korupsi.
Jaksa Eksekusi KPK, Fransman R. Tamba, menuturkan bahwa sebagian besar barang yang dilelang merupakan aset yang sebelumnya belum terjual, ditambah barang dari perkara baru yang telah memiliki kekuatan hukum tetap.
“Kami pastikan kualitas barang tetap terjaga karena semuanya dirawat dengan baik di Rupbasan (Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara) KPK,” ujarnya dikutip pada Jumat (5/3/2026).
Menariknya, barang yang dilelang sangat beragam. Mulai dari gadget murah hingga properti bernilai miliaran rupiah. Barang dengan harga limit paling rendah adalah iPhone XS Max 256 GB yang dibuka mulai Rp1,8 juta.
Sementara itu, barang dengan nilai limit tertinggi adalah dua bidang tanah dan bangunan gudang di Selapajang Jaya, Kota Tangerang, dengan nilai mencapai Rp6,8 miliar.
Tak hanya itu, sejumlah barang favorit juga langsung mencuri perhatian para calon peserta lelang, di antaranya: Toyota B 1590 DKX dengan harga limit Rp334 juta, Honda HR-V 1.5 E CVT tahun 2017 dengan harga limit Rp103 juta, dan Tas mewah LOEWE Puzzle Small Pink dengan harga limit Rp10,6 juta.
Penawaran Sudah Dibuka
Penawaran sudah dapat dilakukan secara online melalui situs lelang.go.id sejak Februari 2026 dengan mekanisme open bidding. Batas akhir penawaran ditetapkan hingga 11 Maret 2026 pukul 10.00 WIB.
Namun peserta wajib menyetorkan uang jaminan paling lambat sehari sebelum penutupan penawaran.
Frans berharap, seluruh barang sitaan yang dilelang bisa laku terjual sehingga memberikan pemasukan maksimal bagi negara.
“Mudah-mudahan seluruh barang yang dilelang kali ini dapat terjual, sehingga memberikan kontribusi optimal bagi penerimaan negara,” tuturnya.
Minat masyarakat terhadap lelang aset rampasan koruptor ini disebut cukup tinggi. Bahkan pada Kamis (5/3), calon peserta diberi kesempatan untuk melihat langsung barang-barang lelang dalam proses aanwijzing di Gedung Rupbasan KPK, Cawang, Jakarta Timur.
KPK menegaskan, lelang ini merupakan bagian penting dari strategi asset recovery untuk mengembalikan kerugian negara akibat korupsi.
Seluruh proses lelang dilakukan secara terbuka dan transparan melalui sistem resmi pemerintah, sehingga masyarakat dapat berpartisipasi secara aman dan legal.
Ke depan, KPK juga telah menyiapkan lelang tahap berikutnya pada Juni 2026, setelah proses penilaian aset selesai dilakukan.
“Kami mengajak masyarakat memanfaatkan kesempatan ini untuk memperoleh aset secara resmi sekaligus mendukung pemberantasan korupsi,” pungkas Frans.
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

















Discussion about this post