• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Minggu, April 5, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini

IMF Jangan Menggurui Kedaulatan Fiskal Indonesia

Tresyana Bulan oleh Tresyana Bulan
16 Februari 2026
di Opini
A A
0
ShareSendShare ShareShare

oleh :
Bin Bin Firman Tresnadi
Dewan Pembina Nalar Bangsa Institute

Kabariku – Usulan IMF dalam laporan Selected Issues Paper bertajuk “Golden Vision 2045: Making The Most Out of Public Investment”, menyarankan agar Indonesia menaikkan tarif pajak karyawan demi menjaga defisit di bawah 3% PDB harus dibaca secara jernih: ini bukan sekadar rekomendasi teknis, tetapi cerminan paradigma ekonomi yang memprioritaskan disiplin fiskal di atas keadilan sosial.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

APBN bukan hanya instrumen akuntansi. Ia adalah alat perjuangan politik-ekonomi untuk memastikan distribusi kekayaan nasional berpihak pada rakyat.

RelatedPosts

Membangun Solidaritas Negara Islam

Tak Ada Sosialisme Indonesia Tanpa Hilirisasi dan Industrialisasi

MBG (Makanan Bergizi Gratis): Antara Proyek Ambisius dan Kegagalan Komunikasi Politik

Karena itu, ketika solusi yang ditawarkan adalah menaikkan pajak karyawan-kelas pekerja dan kelas menengah produktif-maka yang terjadi adalah pemindahan beban penyesuaian fiskal kepada mereka yang justru menjadi tulang punggung produksi nasional.

Defisit tidak lahir dari gaji buruh atau pegawai. Defisit lahir dari struktur ekonomi yang timpang, dari konsentrasi aset pada segelintir elite, dari kebocoran fiskal, dari insentif yang terlalu lunak pada pemilik modal besar, dan dari lemahnya penegakan hukum pajak.

Jika yang disentuh justru tarif PPh karyawan, maka itu adalah reproduksi ketidakadilan fiskal.

Presiden Prabowo Subianto sendiri pernah menegaskan, “Negara harus melindungi rakyatnya, terutama yang paling lemah”.

Prinsip ini seharusnya menjadi fondasi dalam menyusun kebijakan fiskal. Melindungi berarti tidak menambah beban struktural pada pekerja ketika tantangan ekonomi global masih berat.

Secara ekonomi, menaikkan pajak karyawan berisiko menekan daya beli. Daya beli melemah berarti konsumsi domestik melemah. Konsumsi melemah berarti produksi tersendat.

Produksi tersendat berarti lapangan kerja terancam. Ini bukan sekadar teori, tetapi rantai sebab-akibat yang nyata dalam ekonomi berbasis permintaan domestik seperti Indonesia. Lebih jauh, terlalu bergantung pada resep IMF menunjukkan problem kedaulatan kebijakan.

Baca Juga  RR Sosok Pemimpin Ideal Ditengah Ancaman Ekonomi dan Disintegrasi, Ini Kata Dos Santos

Bangsa yang merdeka tidak menyusun anggaran hanya untuk memenuhi ekspektasi lembaga internasional atau pasar global. Kita menyusun anggaran untuk memperkuat industri nasional, memperluas kesempatan kerja, dan mempercepat distribusi kesejahteraan.

Menjaga defisit di bawah 3% penting sebagai rambu konstitusional. Namun tujuan tertinggi bukan angka defisit, melainkan keadilan sosial.

Jika defisit digunakan untuk mempercepat industrialisasi, ketahanan pangan, hilirisasi, dan penguatan jaminan sosial, maka itu adalah investasi produktif bagi masa depan bangsa.

Solusi yang lebih tepat adalah:

– Pengetatan pengawasan terhadap penghindaran pajak korporasi besar.

– Optimalisasi pajak sektor rente dan kekayaan.

– Efisiensi belanja tanpa memangkas program pro-rakyat.

– Ekspansi basis pajak melalui industrialisasi dan formalisasi ekonomi.

Sosialisme Indonesia tidak menolak disiplin fiskal. Tetapi disiplin fiskal tidak boleh dibangun di atas pundak pekerja. Negara harus jelas berpihak: pada produksi nasional, pada buruh, pada petani, pada kelas menengah produktif.

Defisit boleh kita kelola. Stabilitas boleh kita jaga. Tetapi keadilan sosial tidak boleh dinegosiasikan.***

Sawangan, 16 Februari 2026

*Golden Vision 2045: Making The Most Out of Public Investment: Indonesia

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Golden Vision 2045: Making The Most Out of Public InvestmentInternational Monetary Fund (IMF)Nalar Bangsa InstituteSelected Issues Paper
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

BNN – Kemendes Deklarasikan Jawa Timur Bersinar, Perangi Narkoba hingga Pelosok Desa

Post Selanjutnya

LPSK Kawal Perlindungan Korban Perdagangan Anak Tamansari, 10 Tersangka Diamankan Polisi

RelatedPosts

Ilustrasi

Membangun Solidaritas Negara Islam

3 April 2026
ilustrasi

Tak Ada Sosialisme Indonesia Tanpa Hilirisasi dan Industrialisasi

28 Maret 2026
ilustrasi

MBG (Makanan Bergizi Gratis): Antara Proyek Ambisius dan Kegagalan Komunikasi Politik

26 Maret 2026

Taman Yu Yuan (Yu Yuan Garden) dan Polisi Shanghai

23 Maret 2026

Meninggalnya Seorang Lelaki Sholeh

20 Maret 2026
Prabowo Subianto menjabat sebagai Danjen Kopassus

Danjen Kopassus di Panggung Politik Nasional

16 Maret 2026
Post Selanjutnya

LPSK Kawal Perlindungan Korban Perdagangan Anak Tamansari, 10 Tersangka Diamankan Polisi

Kemenag Jadwalkan Sidang Isbat 17 Februari, Ini Potensi Perbedaan Awal Ramadhan 1447 Hijriah

Discussion about this post

KabarTerbaru

Prajurit Indonesia Gugur di Lebanon, Menlu: Indonesia dan Prancis Sepakat Bawa Isu ke DK PBB

5 April 2026

Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi Perdamaian UNIFIL Lebanon

5 April 2026
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait saat kunjungan kerja kawasan Kemukus, Jakarta Pusat (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

Pemerintah Gandeng Swasta: 1.000 Unit Rusun Subsidi Siap Dibangun

5 April 2026

Pemerintah Batasi Program MBG Hanya di Hari Sekolah Demi Efektivitas

5 April 2026
Persib Bandung bertandang ke Padang

Persib Target Sapu Bersih Sisa Laga, Duel Kontra Semen Padang Jadi Awal Penentuan

5 April 2026

Seskab Teddy: Kejutan “Anabul” Warnai Diplomasi Presiden Prabowo dengan Presiden Lee

4 April 2026
Ilustrasi

Membangun Solidaritas Negara Islam

3 April 2026
dok MKRI

MBG Watch Dampingi Gugatan UU APBN 2026 ke MK, Program Makan Bergizi Gratis Disoal

3 April 2026
dok Seskab

Prabowo Perintahkan Evakuasi Cepat Usai Gempa M 7,6 Guncang Bitung hingga Ternate

2 April 2026

Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi Perdamaian UNIFIL Lebanon

5 April 2026

Kabar Terpopuler

  • BNN Buru Jaringan Narkoba Internasional “Mami”, Gandeng DEA dan Polisi Kamboja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jarang Terungkap, Inilah Orang Tua dan Tiga Saudara Kandung Menlu Sugiono Beserta Pekerjaannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penggeledahan Sesuai Aturan, KPK Sita Uang Ratusan Juta dari Rumah Ono Surono

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Warga Khawatir Dampak Eksplorasi Panas Bumi Papandayan Garut Ganggu Ekosistem dan Pertanian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terkait Suap Proyek Ijon Bekasi, KPK Geledah Rumah Ono Surono di Indramayu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com