Jakarta, Kabariku – Asosiasi Daerah Penghasil Panasbumi Indonesia (ADPPI) melakukan sosialisasi sejarah Sumur KMJ 3 melalui media sosial TikTok @kamojangtiga/kamojangtigaofficial dan Instagram Kamojang Tiga Official.
Sosialisasi ini dilakukan untuk mengingatkan publik bahwa KMJ 3 merupakan pemboran eksplorasi panas bumi pertama di Indonesia yang dimulai pada tahun 1926 (era kolonial Belanda).
Tahun 2026 menjadi momentum penting karena KMJ 3 genap berusia satu abad. Keberadaannya menjadi tonggak awal pemanfaatan energi panas bumi sebagai sumber energi terbarukan dan berkelanjutan yang hingga kini dimanfaatkan untuk pembangkit listrik.

Ketua Umum ADPPI, Hasanuddin menyampaikan bahwa KMJ 3 bukan sekadar sumur eksplorasi bersejarah, melainkan simbol perjalanan panjang Indonesia dalam membangun energi bersih dan berkelanjutan.
“KMJ 3 adalah bukti bahwa Indonesia telah memulai pemanfaatan energi terbarukan jauh sebelum isu perubahan iklim menjadi perhatian global. Usianya yang sudah seabad menjadikannya simbol keberlanjutan energi nasional,” ujar Ketua Umum ADPPI.
Dalam perjalanan sejarahnya, pengembangan panas bumi Indonesia tidak terlepas dari peran Pertamina sebagai pionir.
Melalui pengelolaan dan pengembangan panas bumi, Pertamina berperan penting dalam menjaga kesinambungan pemanfaatan panas bumi dari fase eksplorasi awal hingga menjadi bagian strategis dalam sistem ketenagalistrikan nasional.
ADPPI menilai panas bumi memiliki keunggulan sebagai energi baseload yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan berbasis potensi dalam negeri.
Oleh karena itu, penguatan narasi sejarah KMJ 3 dinilai relevan dengan ASTA CITA Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, kemandirian dan swasembada energi, agenda transisi energi nasional yang saat ini tengah didorong pemerintah.
“Transisi energi bukan hanya soal teknologi dan investasi, tetapi juga kesinambungan kebijakan. KMJ 3 menunjukkan bahwa Indonesia memiliki akar sejarah yang kuat dalam pengembangan energi bersih,” lanjut Ketua Umum ADPPI.
Melalui sosialisasi di media sosial, ADPPI berharap generasi muda dan masyarakat luas semakin memahami peran panas bumi dalam bauran energi nasional, pengurangan emisi karbon, serta upaya mewujudkan kemandirian energi.
Sejalan dengan agenda transisi energi dan pengembangan energi baru terbarukan (EBT), ADPPI mendorong pemerintah menetapkan KMJ 3 sebagai National Geothermal Heritage.
“Penetapan KMJ 3 sebagai National Geothermal Heritage merupakan bentuk pengakuan negara terhadap warisan energi terbarukan Indonesia dan komitmen jangka panjang dalam transisi menuju energi bersih dan berkelanjutan,” tegas Hasanuddin.
Selain memiliki nilai historis dan simbolik, KMJ 3 juga dinilai berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi. Kawasan ini dapat menjadi pusat pembelajaran tentang sejarah panas bumi, energi terbarukan, dan transisi energi nasional.
ADPPI berharap penetapan tersebut dapat mendorong sinergi antara pemerintah, pemerintah daerah, pelaku usaha panas bumi, BUMN energi, dan masyarakat dalam menjaga serta memanfaatkan warisan panas bumi Indonesia secara berkelanjutan.***
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com




















Discussion about this post