Jakarta, Kabariku – Komisaris Jenderal (Purn) Chryshnanda Dwilaksana dikenal sebagai salah satu perwira tinggi Polri dengan rekam jejak panjang di bidang lalu lintas dan pendidikan kepolisian. Lulusan Akademi Kepolisian tahun 1989 itu menempati sejumlah jabatan strategis sebelum mengakhiri masa dinasnya sebagai Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri.
Karier (Purn) Komjen Chryshnanda berawal dari satuan wilayah dan lalu lintas di berbagai daerah, termasuk di Pekalongan, Batang, Semarang, dan Sulawesi Utara. Pengalamannya kemudian berlanjut ke jajaran pimpinan, mulai dari Direktur Lalu Lintas Polda Riau hingga Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Ia juga pernah dipercaya memimpin Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri sebelum beralih ke sektor pembinaan SDM dan pendidikan perwira.
Di lingkungan pendidikan Polri, Chryshnanda antara lain menjabat sebagai Kepala Sekolah Staf dan Pimpinan (Kasespim), sebelum akhirnya diamanahkan sebagai Kalemdiklat Polri pada November 2024. Di lembaga tersebut, ia mendorong penguatan kualitas kepemimpinan, profesionalitas, serta pengembangan kurikulum berbasis etika dan kompetensi perwira.
Ketua Tim Transformasi Reformasi Polri
Nama Chryshnanda kembali mencuat pada 2025 ketika Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk Tim Transformasi Reformasi Polri sebagai langkah strategis untuk memperkuat akuntabilitas dan tata kelola kelembagaan.
Menurut Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko dari Divisi Humas Polri, tim yang beranggotakan 52 perwira tinggi tersebut dibentuk melalui Surat Perintah Kapolri bertanggal 17 September 2025. Ia menyebut pembentukan tim ini sebagai komitmen pimpinan Polri dalam memastikan proses reformasi berjalan sistematis.
Dalam struktur tim, Kapolri bertindak sebagai Pelindung, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo sebagai Penasihat. Chryshnanda ditunjuk sebagai Ketua Tim, dengan Irjen Herry Rudolf Nahak dan Brigjen Susilo Teguh Raharjo sebagai wakil ketua. Sementara itu, empat pengarah transformasi ditempatkan pada bidang organisasi, operasional, pelayanan, dan pengawasan.
Penunjukan Chryshnanda dinilai sejalan dengan latar belakangnya yang memadukan pengalaman operasional di lapangan dan kapasitas akademik di sektor pendidikan kepolisian. Ia juga tercatat menyelesaikan berbagai pendidikan strategis, seperti PTIK, Sespim, Sespimti, dan Lemhannas.
Penghargaan Nasional dan Internasional
Pada sepanjang masa dinasnya, Chryshnanda menerima sejumlah penghargaan nasional, di antaranya Bintang Bhayangkara Pratama dan Nararya, serta berbagai satyalancana pengabdian.
Di tingkat internasional, ia memperoleh UNPROFOR Medal, UNMIBH Medal, serta Medal of Merit dari Timor Leste pada 2025.
Penghargaan tersebut dinilai mencerminkan keterlibatannya dalam kerja sama keamanan dan penugasan lintas negara.
Menjelang Purnatugas
Chryshnanda lahir di Magelang, Jawa Tengah, pada 3 Desember 1967. Dengan batas usia pensiun untuk pangkat Komisaris Jenderal berada pada 58 tahun, ia diperkirakan memasuki masa purnatugas pada akhir 2025 atau awal 2026.
Memasuki masa tersebut, ia masih memegang sejumlah mandat penting, terutama di bidang pendidikan perwira dan agenda reformasi internal Polri.
Perjalanan kariernya dari korps lalu lintas, kepemimpinan wilayah, hingga sektor pendidikan dan reformasi kelembagaan menjadi bagian dari proses pembinaan sumber daya manusia Polri di tingkat strategis.
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com
















Discussion about this post