• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Kamis, Juli 2, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home News

Forum Pemerhati Bangsa: Lemahnya Pemahaman Pancasila Dorong Intoleransi di Masyarakat

Irfan Ardhiyanto oleh Irfan Ardhiyanto
16 November 2025
di News
A A
0
Forum Pemerhati Bangsa soroti lemahnya penerapan Pancasila yang memicu radikalisme dan intoleransi.(Foto:Ist)

Forum Pemerhati Bangsa soroti lemahnya penerapan Pancasila yang memicu radikalisme dan intoleransi.(Foto:Ist)

ShareSendShare ShareShare

Jakarta, Kabariku – Forum Pemerhati Bangsa menegaskan perlunya penguatan implementasi nilai Pancasila di tengah masyarakat, menyusul temuan bahwa radikalisme dan intoleransi terus berkembang akibat Pancasila kerap diperlakukan sebatas slogan. Pandangan tersebut mengemuka dalam dialog publik bertema “Ideologi Pancasila dalam Benturannya dengan Paham Radikal dan Intoleran di Indonesia” yang digelar secara virtual pada Sabtu (15/11).

Diskusi yang diikuti sekitar 30 peserta dari berbagai organisasi masyarakat—di antaranya Forum Anti Penindasan, Forum Tanah Air, Pemuda Tangerang Raya, Papua TV, HMI MPO, dan HMI UNAS menghadirkan perdebatan mengenai efektivitas Pancasila dalam meredam potensi radikalisme.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Mahadir, pegiat kebangsaan yang menjadi narasumber utama, menyampaikan bahwa radikalisme muncul ketika pemaknaan terhadap Pancasila berhenti pada tataran simbolik tanpa diikuti tindakan nyata.

RelatedPosts

Korupsi MBG, Kejagung Tetapkan Jenderal Aktif LMI Jadi Tersangka

Purbaya: Singapura Masih Jadi Tempat Penyimpanan Uang Korupsi dari Indonesia

Pengamat: Pergerakan Jokowi Berpotensi Mengubah Kalkulasi Politik Menuju Pilpres 2029

“Radikalisme dapat tumbuh ketika seseorang mengklaim paling Pancasilais, namun dalam praktiknya menolak keberadaan kelompok lain,” ujar Mahadir.

Ia menjelaskan bahwa pemahaman sempit terhadap identitas kebangsaan menjadi salah satu penyebab menguatnya intoleransi. Pancasila yang seharusnya menjadi pedoman etis dalam kehidupan sosial, kata dia, justru sering diposisikan sebagai alat pembenaran.

“Banyak pihak menjadikan Pancasila sekadar slogan atau identitas simbolik, bukan sebagai landasan moral bermasyarakat,” katanya menambahkan.

Mahadir juga menyoroti berkembangnya ideologi transnasional yang memanfaatkan ruang digital. Menurut dia, arus informasi yang cepat menghadirkan tantangan baru yang dapat memengaruhi persepsi publik dan memicu polarisasi.

Ia menegaskan pentingnya memperluas ruang komunikasi yang inklusif di masyarakat. “Dialog yang terbuka akan mempersempit ruang tumbuhnya paham radikal dan intoleran,” ujarnya.

Baca Juga  Puan Maharani: DPR dan Pemuda Bersinergi untuk Masa Depan Bangsa

Sementara itu, Razaq dari Pemuda Forum Tanah Air menyoroti posisi strategis generasi muda dalam menjaga keseimbangan sosial di tengah derasnya arus globalisasi. Ia menilai individualisme yang semakin kuat dapat melemahkan nilai gotong royong bila tidak dikelola dengan baik.

“Keberagaman Indonesia merupakan kekuatan yang harus dikelola secara efektif melalui sikap saling menghormati, gitu loh,” kata Razaq.

Menurut dia, intoleransi sering muncul ketika ruang perbedaan tidak dikelola secara terbuka. Oleh karena itu, ia mendorong generasi muda untuk aktif menginisiasi ruang dialog di lembaga pendidikan, komunitas, dan media digital.

Razaq menambahkan bahwa radikalisme mudah berkembang pada individu yang merasa terpinggirkan. Menurut dia, wadah yang inklusif dan melibatkan seluruh elemen pemuda perlu diperluas.

“Menjaga nilai Pancasila harus diwujudkan lewat tindakan yang mencerminkan penghargaan terhadap perbedaan serta penguatan rasa kebersamaan,” ujarnya.

Dalam sesi tanya jawab, peserta bernama Febrianti Karepowan mengajukan pertanyaan reflektif mengenai kemungkinan intoleransi justru muncul dari kelompok yang merasa paling Pancasilais. Menanggapi itu, Mahadir menyatakan bahwa fenomena tersebut dapat terjadi ketika Pancasila tidak diterjemahkan dalam praktik sosial.

“Intoleransi bisa terjadi jika seseorang memahami Pancasila secara sempit, hanya pada simbol,” kata Mahadir.

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: dialog publikForum Pemerhati BangsaGenerasi Mudaideologi bangsaintoleransinilai kebangsaanPancasilaRadikalismeruang dialog
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

Struktur Ditjen Pesantren, Ini Penjelasan Menko PMK

Post Selanjutnya

Warga Hibahkan Tanah untuk Jalan Umum, Wabup Garut: “Gerakan Dimulai dari Masyarakat”

RelatedPosts

Korupsi MBG, Kejagung Tetapkan Jenderal Aktif LMI Jadi Tersangka

2 Juli 2026

Purbaya: Singapura Masih Jadi Tempat Penyimpanan Uang Korupsi dari Indonesia

2 Juli 2026

Pengamat: Pergerakan Jokowi Berpotensi Mengubah Kalkulasi Politik Menuju Pilpres 2029

2 Juli 2026

Produk Pangan Indonesia Raih Potensi Transaksi Rp89,5 Miliar di Food Taipei Mega Show 2026

2 Juli 2026

Pemprov DKI Bangun RS Internasional di Lahan Sumber Waras, Groundbreaking Dimulai Agustus 2026

2 Juli 2026

FPMD Jabar Soroti Temuan BPK di Dinas SDA, Dorong Perbaikan Tata Kelola APBD

2 Juli 2026
Post Selanjutnya
Wakil Bupati Garut Putri Karlina/Kabariku

Warga Hibahkan Tanah untuk Jalan Umum, Wabup Garut: “Gerakan Dimulai dari Masyarakat”

Alfira Anandika, atlet renang asal Garut yang meraih emas di Popnas 2025, bersiap mewakili Indonesia pada Asean School Games di Brunei Darussalam/Kabariku

Atlet Renang Garut Alfira Anandika Siap Harumkan Indonesia di Asean School Games

Discussion about this post

KabarTerbaru

Korupsi MBG, Kejagung Tetapkan Jenderal Aktif LMI Jadi Tersangka

2 Juli 2026

Purbaya: Singapura Masih Jadi Tempat Penyimpanan Uang Korupsi dari Indonesia

2 Juli 2026

Pengamat: Pergerakan Jokowi Berpotensi Mengubah Kalkulasi Politik Menuju Pilpres 2029

2 Juli 2026

Produk Pangan Indonesia Raih Potensi Transaksi Rp89,5 Miliar di Food Taipei Mega Show 2026

2 Juli 2026

Tinjau Booth Paviliun Pemkot Tangsel di APEKSI 2026, Pilar Optimis Produk yang Dipromosikan Jadi Daya Tarik Pengunjung

2 Juli 2026

Pemprov DKI Bangun RS Internasional di Lahan Sumber Waras, Groundbreaking Dimulai Agustus 2026

2 Juli 2026

FPMD Jabar Soroti Temuan BPK di Dinas SDA, Dorong Perbaikan Tata Kelola APBD

2 Juli 2026
Dinas Perkim Kabupaten Cianjur

Dinas Perkim Cianjur Berkomitmen Minimalisir Kawasan Kumuh

2 Juli 2026

Sidang TPPU, Mantan Pangdam IV/Diponegoro Diduga Belikan Alphard Rp1,6 Miliar untuk Eks Kowad

2 Juli 2026

Istana Pastikan Program Tetap Berjalan, Latsarmil Koperasi Merah Putih Dievaluasi Usai Lima Peserta Meninggal

29 Juni 2026

Kabar Terpopuler

  • Mewujudkan Polisi Kelas Dunia: Menyambut Hari Bhayangkara Ke-80

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga Sekap dan Rantai Tiga Karyawan Selama 21 Hari, Pemilik Percetakan Dilaporkan ke Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Eks Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung, Gugat Kejagung Lewat Praperadilan, OC Kaligis Persoalkan Proses Penangkapan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • HIMAIKA UBB Wujudkan Kepedulian Pesisir Melalui Program Bina Desa Berbasis Citizen Science di Desa Rajik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sidang TPPU, Mantan Pangdam IV/Diponegoro Diduga Belikan Alphard Rp1,6 Miliar untuk Eks Kowad

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Razman Arif Nasution Resmi Ditahan di Lapas Cipinang, Jalani Hukuman 18 Bulan atas Kasus Pencemaran Nama Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPK OTT di Kuansing, Amankan 10 Orang dan Sejumlah Barang Bukti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com