• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Selasa, Juli 21, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home News

Forum Pemerhati Bangsa: Lemahnya Pemahaman Pancasila Dorong Intoleransi di Masyarakat

Irfan Ardhiyanto oleh Irfan Ardhiyanto
16 November 2025
di News
A A
0
Forum Pemerhati Bangsa soroti lemahnya penerapan Pancasila yang memicu radikalisme dan intoleransi.(Foto:Ist)

Forum Pemerhati Bangsa soroti lemahnya penerapan Pancasila yang memicu radikalisme dan intoleransi.(Foto:Ist)

ShareSendShare ShareShare

Jakarta, Kabariku – Forum Pemerhati Bangsa menegaskan perlunya penguatan implementasi nilai Pancasila di tengah masyarakat, menyusul temuan bahwa radikalisme dan intoleransi terus berkembang akibat Pancasila kerap diperlakukan sebatas slogan. Pandangan tersebut mengemuka dalam dialog publik bertema “Ideologi Pancasila dalam Benturannya dengan Paham Radikal dan Intoleran di Indonesia” yang digelar secara virtual pada Sabtu (15/11).

Diskusi yang diikuti sekitar 30 peserta dari berbagai organisasi masyarakat—di antaranya Forum Anti Penindasan, Forum Tanah Air, Pemuda Tangerang Raya, Papua TV, HMI MPO, dan HMI UNAS menghadirkan perdebatan mengenai efektivitas Pancasila dalam meredam potensi radikalisme.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Mahadir, pegiat kebangsaan yang menjadi narasumber utama, menyampaikan bahwa radikalisme muncul ketika pemaknaan terhadap Pancasila berhenti pada tataran simbolik tanpa diikuti tindakan nyata.

RelatedPosts

Yerikho Manurung Dorong Reformasi Sistem Keselamatan Pelayaran Nasional Berbasis Ekonomi Biru

Masinton Pasaribu Ajak Keluarga Besar PPTSB Bersinergi Bangun Tapanuli Tengah

KPK Tangkap 19 Orang dalam OTT di Lombok Barat, Bupati Ahmad Zaini Dibawa ke Jakarta

“Radikalisme dapat tumbuh ketika seseorang mengklaim paling Pancasilais, namun dalam praktiknya menolak keberadaan kelompok lain,” ujar Mahadir.

Ia menjelaskan bahwa pemahaman sempit terhadap identitas kebangsaan menjadi salah satu penyebab menguatnya intoleransi. Pancasila yang seharusnya menjadi pedoman etis dalam kehidupan sosial, kata dia, justru sering diposisikan sebagai alat pembenaran.

“Banyak pihak menjadikan Pancasila sekadar slogan atau identitas simbolik, bukan sebagai landasan moral bermasyarakat,” katanya menambahkan.

Mahadir juga menyoroti berkembangnya ideologi transnasional yang memanfaatkan ruang digital. Menurut dia, arus informasi yang cepat menghadirkan tantangan baru yang dapat memengaruhi persepsi publik dan memicu polarisasi.

Ia menegaskan pentingnya memperluas ruang komunikasi yang inklusif di masyarakat. “Dialog yang terbuka akan mempersempit ruang tumbuhnya paham radikal dan intoleran,” ujarnya.

Baca Juga  International Conference of Indonesian Students 2022, Denny Indrayana Ungkap Sistem Hukum Indonesia Dibajak 'DUITokrasi'

Sementara itu, Razaq dari Pemuda Forum Tanah Air menyoroti posisi strategis generasi muda dalam menjaga keseimbangan sosial di tengah derasnya arus globalisasi. Ia menilai individualisme yang semakin kuat dapat melemahkan nilai gotong royong bila tidak dikelola dengan baik.

“Keberagaman Indonesia merupakan kekuatan yang harus dikelola secara efektif melalui sikap saling menghormati, gitu loh,” kata Razaq.

Menurut dia, intoleransi sering muncul ketika ruang perbedaan tidak dikelola secara terbuka. Oleh karena itu, ia mendorong generasi muda untuk aktif menginisiasi ruang dialog di lembaga pendidikan, komunitas, dan media digital.

Razaq menambahkan bahwa radikalisme mudah berkembang pada individu yang merasa terpinggirkan. Menurut dia, wadah yang inklusif dan melibatkan seluruh elemen pemuda perlu diperluas.

“Menjaga nilai Pancasila harus diwujudkan lewat tindakan yang mencerminkan penghargaan terhadap perbedaan serta penguatan rasa kebersamaan,” ujarnya.

Dalam sesi tanya jawab, peserta bernama Febrianti Karepowan mengajukan pertanyaan reflektif mengenai kemungkinan intoleransi justru muncul dari kelompok yang merasa paling Pancasilais. Menanggapi itu, Mahadir menyatakan bahwa fenomena tersebut dapat terjadi ketika Pancasila tidak diterjemahkan dalam praktik sosial.

“Intoleransi bisa terjadi jika seseorang memahami Pancasila secara sempit, hanya pada simbol,” kata Mahadir.

Tags: dialog publikForum Pemerhati BangsaGenerasi Mudaideologi bangsaintoleransinilai kebangsaanPancasilaRadikalismeruang dialog
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

Struktur Ditjen Pesantren, Ini Penjelasan Menko PMK

Post Selanjutnya

Warga Hibahkan Tanah untuk Jalan Umum, Wabup Garut: “Gerakan Dimulai dari Masyarakat”

RelatedPosts

Praktisi hukum sekaligus peneliti hukum maritim, Yerikho Manurung,(Istimewa)

Yerikho Manurung Dorong Reformasi Sistem Keselamatan Pelayaran Nasional Berbasis Ekonomi Biru

21 Juli 2026
Oplus_131072

Masinton Pasaribu Ajak Keluarga Besar PPTSB Bersinergi Bangun Tapanuli Tengah

20 Juli 2026

KPK Tangkap 19 Orang dalam OTT di Lombok Barat, Bupati Ahmad Zaini Dibawa ke Jakarta

20 Juli 2026

OTT KPK, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Ditangkap

20 Juli 2026

Dikritik PWI, Hotman Paris Akhirnya Minta Maaf atas Ucapan kepada Wartawan

20 Juli 2026

Wamensos Agus Jabo Motivasi Siswa Sekolah Rakyat: Setiap Anak Punya Potensi Berprestasi

20 Juli 2026
Post Selanjutnya
Wakil Bupati Garut Putri Karlina/Kabariku

Warga Hibahkan Tanah untuk Jalan Umum, Wabup Garut: “Gerakan Dimulai dari Masyarakat”

Alfira Anandika, atlet renang asal Garut yang meraih emas di Popnas 2025, bersiap mewakili Indonesia pada Asean School Games di Brunei Darussalam/Kabariku

Atlet Renang Garut Alfira Anandika Siap Harumkan Indonesia di Asean School Games

Discussion about this post

KabarTerbaru

Praktisi hukum sekaligus peneliti hukum maritim, Yerikho Manurung,(Istimewa)

Yerikho Manurung Dorong Reformasi Sistem Keselamatan Pelayaran Nasional Berbasis Ekonomi Biru

21 Juli 2026

Respons Istana soal Kasus Febrie: Penegakan Hukum Berjalan Tanpa Intervensi Presiden

21 Juli 2026

Viral Dugaan Razia Potong Rambut Berlebihan di Sekolah Belitung, Siswa Jadi Sorotan, Dinas Pendidikan Diminta Bertindak Tegas

20 Juli 2026
Oplus_131072

Masinton Pasaribu Ajak Keluarga Besar PPTSB Bersinergi Bangun Tapanuli Tengah

20 Juli 2026

KPK Tangkap 19 Orang dalam OTT di Lombok Barat, Bupati Ahmad Zaini Dibawa ke Jakarta

20 Juli 2026

OTT KPK, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Ditangkap

20 Juli 2026

Dikritik PWI, Hotman Paris Akhirnya Minta Maaf atas Ucapan kepada Wartawan

20 Juli 2026

Raih Pemred Award 2026,  Benyamin Davnie  Sebagai Wali Kota Terbaik Bidang Komunikasi Publik

20 Juli 2026

Wamensos Agus Jabo Motivasi Siswa Sekolah Rakyat: Setiap Anak Punya Potensi Berprestasi

20 Juli 2026

Respons Istana soal Kasus Febrie: Penegakan Hukum Berjalan Tanpa Intervensi Presiden

21 Juli 2026

Kabar Terpopuler

  • Owner PT Global Komodo Indonesia, Hironimus Amal. (Foto: Dok. Pribadi)

    Wow, Ekspedisi Ini Jadi Sistem Pendukung Kemajuan Bisnis Pariwisata Labuan Bajo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profil Lengkap Mayor Teddy: dari Taruna Nusantara hingga Ranger School, Kini Berpangkat Letkol

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • WPR dan IPR di Bangka Belitung: Solusi Tata Kelola atau Perpanjangan Ketergantungan pada Timah?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Manusia Jadi Komoditas Menghilang: Belajar Pasar dari Jepang yang Suka “Menguap”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Baik! RS Medina Garut Rekrut 99 Peserta Program Magang Nasional Kemenaker

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Presiden Prabowo Subianto Perlu Mengevaluasi Dugaan Kebocoran Informasi Pertemuan Terkait Febri Adriansyah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Tuduhan Penggelapan dan Penipuan Dr.Andi Kusuma,S.H.M.kn., CTL.,Resmi SP3D

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com