• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Jumat, Februari 27, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini

Dari Soekarno ke Prabowo: Indonesia Kembali Bicara di Panggung Dunia

Tresyana Bulan oleh Tresyana Bulan
28 Agustus 2025
di Opini
A A
0
Aula Majelis Umum di Markas Besar PBB di New York

Aula Majelis Umum di Markas Besar PBB di New York (dok un.org)

ShareSendShare ShareShare

ditulis oleh :
Hasanuddin
Koordinator SIAGA 98

(Simpul Aktivis Angkatan 98)
Ketua IRC for Reform

(Indonesia Raya Club for Reform)

Jakarta, Kabariku – Ketika Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan berpidato di Debat Umum Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80 pada 23 September 2025, banyak pihak melihatnya hanya sebagai kehadiran rutin seorang Kepala Negara.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Namun, jika ditelaah lebih dalam, momentum ini membawa makna diplomatik yang jauh lebih besar. Indonesia ditempatkan sebagai pembicara ketiga, tepat setelah Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Detik, 23/8/2025, Kumparan, 23/8/2025). Sebuah posisi yang sarat simbol dan prestise.

RelatedPosts

Yayasan Kemala Bhayangkari Bangun SDM Unggul Lewat Sekolah Unggulan dan Program Gizi Nasional

Kontribusi Alumni SMA Taruna Nusantara

Garut Tempo Doeloe: Menyibak Jejak Priangan di Masa Kolonial dalam Bingkai Sejarah Swiss van Java

Mengakhiri Absen Panjang

Selama hampir satu dekade terakhir, Presiden Indonesia tidak pernah hadir langsung di forum Debat Umum PBB. Pada masa Presiden Joko Widodo, pidato selalu diwakili Menteri Luar Negeri, bahkan sempat dilakukan secara virtual pada Sidang Umum ke-76 tahun 2021 (Kumparan, 23/8/2025).

Karena itu, kembalinya Presiden RI ke podium PBB merupakan penegasan kembali komitmen Indonesia untuk hadir secara aktif di forum diplomasi global.

Simbol Keseimbangan Regional

Urutan pidato bukanlah sekadar formalitas. Tradisi PBB menempatkan Brasil dan Amerika Serikat sebagai dua pembicara awal, selebihnya diatur berdasarkan permintaan negara, tingkat pejabat yang hadir, dan pertimbangan keseimbangan regional.

Penempatan Indonesia di urutan ketiga menunjukkan pengakuan internasional atas peran strategis Indonesia sebagai jembatan antara berbagai blok geopolitik: Barat, Asia, Selatan Global, dan dunia Islam.

Baca Juga  Lawan Keserakahan Elit Tua Rakus Pembajak Konstitusi!!

Dengan posisi tersebut, Indonesia dipandang mampu menjadi penyeimbang regional di tengah polarisasi global.

Suara Indonesia diharapkan bisa menawarkan visi inklusif, mendorong multilateralisme, serta menghindarkan dunia dari jebakan rivalitas blok besar.

Keberhasilan Lobi Diplomatik

Posisi istimewa ini tentu tidak datang begitu saja. Dibaliknya terdapat kerja diplomasi panjang, baik melalui Kementerian Luar Negeri maupun jaringan diplomatik Indonesia di New York.

Di sini, peran Menteri Luar Negeri Sugiono menjadi krusial. Melalui diplomasi yang tenang namun efektif, Sugiono berhasil memastikan Indonesia mendapat tempat terhormat di awal sidang.

Ini menegaskan bahwa keberhasilan di panggung PBB bukan hanya hasil kepemimpinan presiden, tetapi juga buah kerja keras tim diplomasi yang solid.

Meneruskan Jejak Soekarno dan Semangat Non-Blok

Momen ini juga bisa dibaca sebagai jejak keberhasilan besar setelah Presiden Soekarno. Pada era awal kemerdekaan, Soekarno tampil di forum internasional dengan pidatonya yang menggugah, “To Build the World Anew” pada 1960, yang menegaskan peran Indonesia sebagai negara baru yang berani menawarkan visi tatanan dunia.

Soekarno kemudian bersama negara-negara Asia-Afrika melahirkan Gerakan Non-Blok, sebuah wadah politik luar negeri yang menolak tunduk pada hegemoni blok Barat maupun blok Timur.

Kini, enam dekade kemudian, Prabowo melanjutkan tradisi tersebut dengan konteks baru. Kehadiran Indonesia di urutan ketiga, setelah dua negara besar, menjadi simbol bahwa dunia menunggu suara Indonesia sebagai representasi Selatan Global dan Non-Blok.

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal bahkan menyebut momen ini dapat dimaknai sebagai peluang Indonesia untuk menyuarakan visi “The Next World Order”, mirip dengan semangat Bung Karno pada era 1960-an (Merdeka, 24/8/2025).

Prabowo dan Indonesia Raya di Panggung Global

Lebih dari sekadar diplomasi, pidato ini juga menjadi sarana bagi Prabowo untuk mewujudkan gagasan Indonesia Raya. Konsep ini bukan hanya sebatas nasionalisme dalam negeri, tetapi ekspresi Indonesia sebagai bangsa besar yang menyumbang solusi bagi persoalan global.

Baca Juga  Presiden Prabowo Pimpin Pertemuan Kabinet: Bahas MBG serta Penguatan Ketahanan Energi dan Pangan

Jika Prabowo mampu mengartikulasikan kepentingan Indonesia sekaligus menawarkan visi kemanusiaan universal, maka Indonesia Raya benar-benar hadir di forum dunia- sebagau realitas politik.

Hadirnya Presiden Prabowo sebagai pembicara ketiga di Sidang Umum PBB bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah keberhasilan diplomasi Indonesia. Ini adalah momentum penting untuk menunjukkan bahwa Indonesia masih relevan, dipercaya, dan mampu memainkan peran sebagai penyeimbang di panggung global.

Dari Soekarno yang berani menawarkan visi dunia baru hingga Prabowo yang kini melanjutkan tradisi Non-Blok dengan semangat Indonesia Raya, diplomasi Indonesia membuktikan daya tahannya.

Tidak boleh dilupakan pula, peran Menlu Sugiono yang memastikan diplomasi Indonesia berjalan efektif menjadi bagian tak terpisahkan dari keberhasilan ini.

Tantangannya kini adalah bagaimana pidato tersebut tidak berhenti pada simbol, melainkan menjadi pijakan strategis untuk memperkuat posisi Indonesia di tatanan dunia yang kian bergejolak.

Kita berharap agar disaat pidato di PBB nanti dapat disiarkan langsung dan disaksikan oleh seluruh rakyat Indonesia.***

Proklamasi, 28 Agustus 2025

#tegakmerahputih

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Bicara di Panggung DuniaDebat Umum Sidang Majelis Umum PBBJejak SoekarnoPerserikatan Bangsa-BangsaPresiden Prabowo SubiantoSemangat Non-BlokSimbol Keseimbangan Regional
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Thom Haye Resmi Berseragam Persib Bandung untuk Musim 2025/26

Post Selanjutnya

Sekda dan Mantan Sekda Klaten Jadi Tersangka Korupsi Sewa Plaza, Kerugian Negara Rp6,88 Miliar

RelatedPosts

Yayasan Kemala Bhayangkari Bangun SDM Unggul Lewat Sekolah Unggulan dan Program Gizi Nasional

26 Februari 2026
Kepala Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN) Sugiono, MBA. memberi arahan dan penjelasan mengenai keberadaan SMA Taruna Nusantara Terintegrasi kepada seluruh Orangtua Calon Siswa Kelas X yang diundang hadir pada hari ini, Selasa tgl. 9 Juli 2024 di Balairung Pancasila SMA Taruna Nusantara

Kontribusi Alumni SMA Taruna Nusantara

20 Februari 2026
dok Dispusipda

Garut Tempo Doeloe: Menyibak Jejak Priangan di Masa Kolonial dalam Bingkai Sejarah Swiss van Java

18 Februari 2026

Garut: Dari Duri Semak hingga Identitas Kolektif

18 Februari 2026

IMF Jangan Menggurui Kedaulatan Fiskal Indonesia

16 Februari 2026

Membaca Bintang Mahaputera dalam Bingkai Legitimasi Institusi

14 Februari 2026
Post Selanjutnya
Sekda Aktif dan Mantan Klaten Jadi Tersangka Korupsi Plaza, Negara Rugi Rp6,88 Miliar/IST

Sekda dan Mantan Sekda Klaten Jadi Tersangka Korupsi Sewa Plaza, Kerugian Negara Rp6,88 Miliar

Wakil Ketua DPR RI, Prof. Dr. Ir. H. Sufmi Dasco Ahmad, SH., MH.

Polemik Tunjangan Rumah Anggota DPR Rp50 Juta per-Bulan, Begini Penjelasan Sufmi Dasco

Discussion about this post

KabarTerbaru

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo

Respons “Saweran” Live TikTok Menkeu, KPK Singgung Kisah Integritas Hoegeng

27 Februari 2026

Lantik 14 Pejabat Baru, Kepala BNN Tekankan Integritas dan Transformasi Organisasi

27 Februari 2026

Video Wabup Garut Ditafsir Beragam, Alfas: Itu Refleksi Moral Setahun Menjabat, Jangan Baper

27 Februari 2026
Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, melakukan peninjauan langsung ke SLB-C Yayasan Karya Bhakti di Jalan RSU, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Kamis (26/2/2026).
(Foto: Anggana Mulia/Diskominfo Kab. Garut)

Pastikan Keselamatan Siswa, Wabup Garut Tinjau Lokasi Rencana RKB SLB-C Karya Bhakti

27 Februari 2026
Eks Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan saat digelandang dan ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Agung RI. (Foto: Dok. Kejagung)

Ada Dissenting Opinion dalam Sidang Vonis Riva Siahaan Dkk

27 Februari 2026
Eks Direktur PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan duduk menjadi pesakitan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

Eks Dirut PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan Divonis 9 Tahun Bui, Tapi Tak Dihukum Uang Pengganti

27 Februari 2026

Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya: Gizi sebagai Fondasi Pendidikan Nasional

26 Februari 2026
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo saat memberikan keterangan di Gedung Merah Putih KPK. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

Lagi, KPK Tangkap Pejabat Bea Cukai Terkait Suap Impor Barang

26 Februari 2026

Presiden Prabowo Bertemu Raja Abdullah II, Seskab Teddy: Tindak Lanjut BoP dan Solusi Dua Negara

26 Februari 2026

Kabar Terpopuler

  • Petugas mengevakuasi korban meninggal dalam bencana longsor di Bungbulang Garut (Dok. BPBD Garut)

    Longsor di Bungbulang Garut: Satu Meninggal, Akses Jalan Terputus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Tahun Berjuang, Korban Jiwasraya Desak Menkeu Purbaya Lunasi Sisa 25,5 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPK Bidik Politisi PSI Ahmad Ali dan Ketum Pemuda Pancasila di Kasus Dugaan Gratifikasi Batu Bara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prof Achmad Tjachja Nugraha Rilis Buku “Technopreneurship”: Rahasia Membangun Bisnis Teknologi di Era Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jarang Terungkap, Inilah Orang Tua dan Tiga Saudara Kandung Menlu Sugiono Beserta Pekerjaannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com