• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Rabu, April 15, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini

Dari Soekarno ke Prabowo: Indonesia Kembali Bicara di Panggung Dunia

Tresyana Bulan oleh Tresyana Bulan
28 Agustus 2025
di Opini
A A
0
Aula Majelis Umum di Markas Besar PBB di New York

Aula Majelis Umum di Markas Besar PBB di New York (dok un.org)

ShareSendShare ShareShare

ditulis oleh :
Hasanuddin
Koordinator SIAGA 98

(Simpul Aktivis Angkatan 98)
Ketua IRC for Reform

(Indonesia Raya Club for Reform)

Jakarta, Kabariku – Ketika Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan berpidato di Debat Umum Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80 pada 23 September 2025, banyak pihak melihatnya hanya sebagai kehadiran rutin seorang Kepala Negara.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Namun, jika ditelaah lebih dalam, momentum ini membawa makna diplomatik yang jauh lebih besar. Indonesia ditempatkan sebagai pembicara ketiga, tepat setelah Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Detik, 23/8/2025, Kumparan, 23/8/2025). Sebuah posisi yang sarat simbol dan prestise.

RelatedPosts

Makar sebagai Struktur Cara Berpikir Saiful Mujani

Membangun Solidaritas Negara Islam

Tak Ada Sosialisme Indonesia Tanpa Hilirisasi dan Industrialisasi

Mengakhiri Absen Panjang

Selama hampir satu dekade terakhir, Presiden Indonesia tidak pernah hadir langsung di forum Debat Umum PBB. Pada masa Presiden Joko Widodo, pidato selalu diwakili Menteri Luar Negeri, bahkan sempat dilakukan secara virtual pada Sidang Umum ke-76 tahun 2021 (Kumparan, 23/8/2025).

Karena itu, kembalinya Presiden RI ke podium PBB merupakan penegasan kembali komitmen Indonesia untuk hadir secara aktif di forum diplomasi global.

Simbol Keseimbangan Regional

Urutan pidato bukanlah sekadar formalitas. Tradisi PBB menempatkan Brasil dan Amerika Serikat sebagai dua pembicara awal, selebihnya diatur berdasarkan permintaan negara, tingkat pejabat yang hadir, dan pertimbangan keseimbangan regional.

Penempatan Indonesia di urutan ketiga menunjukkan pengakuan internasional atas peran strategis Indonesia sebagai jembatan antara berbagai blok geopolitik: Barat, Asia, Selatan Global, dan dunia Islam.

Dengan posisi tersebut, Indonesia dipandang mampu menjadi penyeimbang regional di tengah polarisasi global.

Baca Juga  Sirkuit Mandalika dan Transisi Energi

Suara Indonesia diharapkan bisa menawarkan visi inklusif, mendorong multilateralisme, serta menghindarkan dunia dari jebakan rivalitas blok besar.

Keberhasilan Lobi Diplomatik

Posisi istimewa ini tentu tidak datang begitu saja. Dibaliknya terdapat kerja diplomasi panjang, baik melalui Kementerian Luar Negeri maupun jaringan diplomatik Indonesia di New York.

Di sini, peran Menteri Luar Negeri Sugiono menjadi krusial. Melalui diplomasi yang tenang namun efektif, Sugiono berhasil memastikan Indonesia mendapat tempat terhormat di awal sidang.

Ini menegaskan bahwa keberhasilan di panggung PBB bukan hanya hasil kepemimpinan presiden, tetapi juga buah kerja keras tim diplomasi yang solid.

Meneruskan Jejak Soekarno dan Semangat Non-Blok

Momen ini juga bisa dibaca sebagai jejak keberhasilan besar setelah Presiden Soekarno. Pada era awal kemerdekaan, Soekarno tampil di forum internasional dengan pidatonya yang menggugah, “To Build the World Anew” pada 1960, yang menegaskan peran Indonesia sebagai negara baru yang berani menawarkan visi tatanan dunia.

Soekarno kemudian bersama negara-negara Asia-Afrika melahirkan Gerakan Non-Blok, sebuah wadah politik luar negeri yang menolak tunduk pada hegemoni blok Barat maupun blok Timur.

Kini, enam dekade kemudian, Prabowo melanjutkan tradisi tersebut dengan konteks baru. Kehadiran Indonesia di urutan ketiga, setelah dua negara besar, menjadi simbol bahwa dunia menunggu suara Indonesia sebagai representasi Selatan Global dan Non-Blok.

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal bahkan menyebut momen ini dapat dimaknai sebagai peluang Indonesia untuk menyuarakan visi “The Next World Order”, mirip dengan semangat Bung Karno pada era 1960-an (Merdeka, 24/8/2025).

Prabowo dan Indonesia Raya di Panggung Global

Lebih dari sekadar diplomasi, pidato ini juga menjadi sarana bagi Prabowo untuk mewujudkan gagasan Indonesia Raya. Konsep ini bukan hanya sebatas nasionalisme dalam negeri, tetapi ekspresi Indonesia sebagai bangsa besar yang menyumbang solusi bagi persoalan global.

Baca Juga  Tiga Skenario Pemerintah Daerah Kabupaten Garut Dalam Mengantisipasi Penyesuaian Harga BBM

Jika Prabowo mampu mengartikulasikan kepentingan Indonesia sekaligus menawarkan visi kemanusiaan universal, maka Indonesia Raya benar-benar hadir di forum dunia- sebagau realitas politik.

Hadirnya Presiden Prabowo sebagai pembicara ketiga di Sidang Umum PBB bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah keberhasilan diplomasi Indonesia. Ini adalah momentum penting untuk menunjukkan bahwa Indonesia masih relevan, dipercaya, dan mampu memainkan peran sebagai penyeimbang di panggung global.

Dari Soekarno yang berani menawarkan visi dunia baru hingga Prabowo yang kini melanjutkan tradisi Non-Blok dengan semangat Indonesia Raya, diplomasi Indonesia membuktikan daya tahannya.

Tidak boleh dilupakan pula, peran Menlu Sugiono yang memastikan diplomasi Indonesia berjalan efektif menjadi bagian tak terpisahkan dari keberhasilan ini.

Tantangannya kini adalah bagaimana pidato tersebut tidak berhenti pada simbol, melainkan menjadi pijakan strategis untuk memperkuat posisi Indonesia di tatanan dunia yang kian bergejolak.

Kita berharap agar disaat pidato di PBB nanti dapat disiarkan langsung dan disaksikan oleh seluruh rakyat Indonesia.***

Proklamasi, 28 Agustus 2025

#tegakmerahputih

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Bicara di Panggung DuniaDebat Umum Sidang Majelis Umum PBBJejak SoekarnoPerserikatan Bangsa-BangsaPresiden Prabowo SubiantoSemangat Non-BlokSimbol Keseimbangan Regional
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Thom Haye Resmi Berseragam Persib Bandung untuk Musim 2025/26

Post Selanjutnya

Sekda dan Mantan Sekda Klaten Jadi Tersangka Korupsi Sewa Plaza, Kerugian Negara Rp6,88 Miliar

RelatedPosts

Makar sebagai Struktur Cara Berpikir Saiful Mujani

11 April 2026
Ilustrasi

Membangun Solidaritas Negara Islam

3 April 2026
ilustrasi

Tak Ada Sosialisme Indonesia Tanpa Hilirisasi dan Industrialisasi

28 Maret 2026
ilustrasi

MBG (Makanan Bergizi Gratis): Antara Proyek Ambisius dan Kegagalan Komunikasi Politik

26 Maret 2026

Taman Yu Yuan (Yu Yuan Garden) dan Polisi Shanghai

23 Maret 2026

Meninggalnya Seorang Lelaki Sholeh

20 Maret 2026
Post Selanjutnya
Sekda Aktif dan Mantan Klaten Jadi Tersangka Korupsi Plaza, Negara Rugi Rp6,88 Miliar/IST

Sekda dan Mantan Sekda Klaten Jadi Tersangka Korupsi Sewa Plaza, Kerugian Negara Rp6,88 Miliar

Wakil Ketua DPR RI, Prof. Dr. Ir. H. Sufmi Dasco Ahmad, SH., MH.

Polemik Tunjangan Rumah Anggota DPR Rp50 Juta per-Bulan, Begini Penjelasan Sufmi Dasco

Discussion about this post

KabarTerbaru

Kolaborasi DPRD, Dinsos, dan Perumda Bantu Warga Miskin Ekstrem di Garut

15 April 2026

Bupati Garut Buka Mukerda MUI, Soroti Tantangan Moral di Era Digital

15 April 2026

Isu Anggaran MBG Fantastis, Kepala BGN: Pengadaan Proporsional dan Terukur

15 April 2026

Kejagung Mutasi 53 Pejabat, Harli Siregar Tinggalkan Kajati Sumut ke Posisi Jamwas

15 April 2026
Puspa Swara Wanoja Sunda 2026 Resmi Bergulir di Bogor

Puspa Swara Wanoja Sunda 2026 Dimulai, Ajang Harmoni Perempuan Jawa Barat di Bogor

15 April 2026
Koordinator SIAGA 98, Hasanuddin

Koordinator Siaga 98 Nilai Laporan Faizal Assegaf terhadap Jubir KPK Tidak Tepat

14 April 2026

DPC Organda Garut Gelar Halalbihalal, Dorong Kemandirian Ekonomi Anggota

14 April 2026
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Garut, H. Subhan Fahmi

Model Penunjukan Ketua Dinilai Efektif, PKB Garut Targetkan Kemenangan 2029

14 April 2026

15 Tahun Mengabdi di MK, Anwar Usman: Purnabakti Ibarat Kertas Putih Tanpa Coretan

14 April 2026

Seskab Teddy: Satgas PKH Selamatkan Aset Negara Rp370 Triliun, Denda Capai Rp31,3 Triliun

11 April 2026

Kabar Terpopuler

  • Jenderal (Purn) Try Sutrisno, Wakil Presiden RI 1993-1998

    Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dualisme Memanas, Dewan Pertimbangan FKDT Garut Pertanyakan Legalitas SK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Breaking News: KPK Kembali OTT Kepala Daerah, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Diciduk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Rekomendasi ke Aksi, SIAGA 98 Desak Realisasi Reformasi Polri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Doa hingga Aksi Nyata, Haul Akbar Hidayatul Faizien Sentuh Kebutuhan Masyarakat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Evaluasi Kabinet Prabowo, Pengamat: Reshuffle atau Risiko Turun Kepercayaan Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com