Jakarta, Kabariku – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, divonis 3 tahun 6 bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat. Ia dinyatakan terbukti menyuap mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) periode 2017–2022, Wahyu Setiawan, terkait pengurusan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR untuk Harun Masiku.
Selain pidana penjara, Hasto juga dijatuhi denda sebesar Rp250 juta. Jika tidak dibayar, denda tersebut akan diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan.
Vonis ini jauh lebih ringan dibanding tuntutan yang diajukan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebelumnya, jaksa menuntut agar Hasto dijatuhi hukuman 7 tahun penjara dan denda Rp600 juta subsider 6 bulan kurungan. Jaksa menilai Hasto bersalah tidak hanya karena menyuap, tetapi juga karena menghalangi penyidikan perkara korupsi yang melibatkan Harun Masiku.
Namun, dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan Hasto tidak terbukti merintangi penyidikan sebagaimana dakwaan pertama jaksa. Hakim hanya menyatakan Hasto terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pemberian suap sebagaimana diatur dalam Pasal 5 Ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 dan Pasal 64 Ayat (1) KUHP.
“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Hasto Kristiyanto dengan pidana penjara selama 3 tahun dan 6 bulan,” ujar Ketua Majelis Hakim Rios Rahmanto dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Jumat (25/7/2025).
Dalam pertimbangannya, hakim menyebut sejumlah hal yang memberatkan vonis Hasto, antara lain bahwa tindakannya tidak mendukung upaya pemberantasan korupsi dan mencoreng independensi serta integritas lembaga penyelenggara pemilu.
Adapun hal-hal yang meringankan adalah sikap sopan selama persidangan, belum pernah dihukum, memiliki tanggungan keluarga, serta pengabdian Hasto kepada negara melalui berbagai jabatan publik.
Majelis hakim juga menyatakan Hasto terbukti menyediakan dana sebesar Rp400 juta yang digunakan untuk menyuap Wahyu Setiawan demi meloloskan Harun Masiku menjadi anggota DPR RI melalui jalur PAW.***
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com
Discussion about this post