Jakarta, Kabariku – Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) mengapresiasi komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di tengah tekanan ekonomi global yang tidak menentu.
Sekretaris Jenderal PRIMA, Mayor Jenderal TNI (Purn) R. Gautama Wiranegara, menilai langkah tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi daya beli masyarakat sekaligus menjaga stabilitas sosial dan ekonomi nasional.
“BBM itu adalah ‘nyawa’ bagi aktivitas ekonomi sehari-hari. Jika harga BBM bergejolak, efek berantainya langsung memukul rakyat kecil melalui kenaikan harga bahan pokok dan biaya logistik. Langkah pemerintah menahan harga adalah upaya konkret menahan laju inflasi,” ujar Gautama dalam keterangan tertulis, Jumat (17/4/2026).
Waspadai Tantangan Global dan Beban Fiskal
Meski mendukung penuh kebijakan tersebut, Gautama juga mengingatkan adanya tantangan global yang perlu diwaspadai, terutama fluktuasi harga minyak dunia yang masih berada di kisaran USD 90 hingga USD 100 per barel.
Dengan ketergantungan Indonesia terhadap impor energi, tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dinilai tetap signifikan.
Ia menekankan pentingnya pengelolaan anggaran secara hati-hati agar subsidi energi yang mencapai ratusan triliun rupiah tidak meleset dari sasaran.
“Kebijakan ini harus dikawal. Kita butuh transparansi dan pengawasan publik agar subsidi benar-benar dinikmati oleh mereka yang berhak, bukan justru bocor ke pihak yang tidak seharusnya,” tegasnya.
Persatuan Nasional Sebagai Kunci Stabilitas
Selain aspek ekonomi, Gautama juga menyoroti pentingnya menjaga kondusivitas sosial. Ia mengajak masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan tidak terprovokasi oleh narasi yang berpotensi memecah belah di tengah isu ekonomi.
Ia turut mendorong penguatan kemandirian energi nasional melalui pengembangan energi domestik dan energi terbarukan guna mengurangi ketergantungan impor, serta menjaga stabilitas keamanan demi mendukung iklim investasi.
Menutup pernyataannya, Gautama menegaskan bahwa PRIMA akan terus mengawal kebijakan yang berpihak pada ekonomi kerakyatan serta mendorong reformasi sektor energi demi kedaulatan nasional jangka panjang.
“Menjaga harga BBM bukan hanya soal angka di SPBU, tapi soal menjaga daya tahan ekonomi rakyat. Dengan energi yang terkendali dan persatuan yang kuat, bangsa kita akan tetap tegak di tengah ketidakpastian global,” pungkasnya.*
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com























Discussion about this post