Jakarta, Kabariku – Pemerintah mengusulkan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Aquinas Muliatna Djiwandono atau dikenal Tommy Djiwandono sebagai salah satu kandidat Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
Usulan ini disampaikan Presiden Prabowo Subianto kepada DPR RI melalui Surat Presiden (Surpres), menyusul pengunduran diri Deputi Gubernur BI Juda Agung.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membenarkan nama Tommy masuk dalam daftar calon yang diusulkan pemerintah.
“Ada beberapa nama yang dikirimkan, salah satunya memang betul ada nama yang kita usulkan adalah Pak Wamenkeu atas nama Pak Tommy Djiwandono,” ujar Prasetyo, dikutip Rabu (21/01/2026).

Tommy menjadi satu dari tiga kandidat yang akan menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi XI DPR RI. Jadwal pelaksanaan uji kompetensi tersebut akan ditentukan DPR dalam waktu dekat.
Latar Belakang Kuat di Bidang Moneter
Dalam beberapa bulan terakhir, Tommy kerap diutus mengikuti Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. Hal ini dinilai memperkuat pemahamannya terhadap mekanisme kerja dan arah kebijakan moneter BI.
Seiring pencalonan tersebut, posisi Wakil Menteri Keuangan yang ditinggalkan Tommy dikabarkan akan diisi oleh Juda Agung, yang sebelumnya mengundurkan diri dari jabatan Deputi Gubernur BI.
Dunia moneter bukan hal baru bagi Tommy Djiwandono. Ia merupakan putra mantan Gubernur Bank Indonesia periode 1993-1998, Soedradjad Djiwandono.

Cicit Pendiri Bank BNI 46
Dari garis keluarga, Tommy juga merupakan keponakan Presiden Prabowo Subianto serta cicit R.M. Margono Djojohadikusumo, pendiri Bank BNI 46.
Lahir di Jakarta pada 7 Mei 1972, Tommy menempuh pendidikan di SMP Kolese Kanisius, Menteng.
Ia meraih gelar Sarjana Ilmu Sejarah (B.A.) dari Haverford College, Pennsylvania, Amerika Serikat, dan melanjutkan studi magister Hubungan Internasional serta Ekonomi Internasional di Johns Hopkins University School of Advanced International Studies (SAIS), Washington DC.
Jejak Karier: Jurnalisme, Keuangan, hingga Politik
Karier profesional Tommy dimulai sebagai wartawan magang di Majalah Tempo pada 1993 dan Indonesia Business Weekly pada 1994. Ia kemudian beralih ke sektor keuangan sebagai analis di Wheelock NatWest Securities, Hong Kong.
Pada 2006, Tommy bergabung dengan Arsari Group, perusahaan milik Hashim Djojohadikusumo, dan menjabat sebagai Deputy CEO di sektor agribisnis. Di dunia politik, ia aktif di Partai Gerindra, pernah menjadi calon legislatif di Kalimantan Barat, serta dipercaya sebagai Bendahara Umum partai.
Tommy dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan pada 18 Juli 2024 di era Presiden Joko Widodo, dan melanjutkan tugasnya pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Selanjutnya, Tommy Djiwandono bersama dua kandidat lain akan mengikuti proses fit and proper test di Komisi XI DPR RI.
Hasil uji tersebut akan menjadi dasar penetapan Deputi Gubernur Bank Indonesia yang baru, untuk memperkuat kepemimpinan bank sentral di tengah dinamika ekonomi nasional dan global.***
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com


















Discussion about this post