• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Rabu, Januari 28, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini

Silaturahmi dan Dialogis: Teladan Politik Sufmi Dasco Ahmad

Tresna Sobarudin oleh Tresna Sobarudin
21 April 2025
di Opini
A A
0
Bahtra Banong, Kader Partai Gerindra/Wakil Ketua Komisi II DPR RI.

Bahtra Banong, Kader Partai Gerindra/Wakil Ketua Komisi II DPR RI.

ShareSendShare ShareShare

Oleh: Bahtera Banong

Jakarta, Kabariku –  Kendati pemerintahan Prabowo-Gibran sudah memasuki hari ke 183 sejak dilantik 20 Oktober 2024 lalu serta disokong oleh koalisi besar KIM Plus yang menyisakan PDIP di luar kekuasaan, namun bayang-bayang polarisasi akibat pilpres masih terus mengintai. Narasi konfrontatif di media sosial atas berbagai kebijakan pemerintah memperparah ketegangan antara kubu pemerintah dan oposisi. Di berbagai media sosial cuitan-cuitan pedas dan meme-meme sindiran menjadi bahan bakar polarisasi, memisahkan masyarakat ke dalam kubu-kubu yang saling curiga.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Di tengah gemuruh politik Indonesia itu ada sosok yang bergerak pelan namun pasti, menenun kain kebangsaan di antara keretakan dengan silaturahmi dan dialog. Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR RI dan Ketua Harian Partai Gerindra, tokoh sentral yang cukup menonjol yang tak sekadar bermain di panggung kekuasaan, tetapi juga merangkul pihak-pihak yang berbeda, dari elit oposisi hingga intelektual kritis.

RelatedPosts

Serakahnomic: Ideologi Perampokan Terorganisir atas Nama Pasar

Dolar Naik, Rupiah Tersungkur; Siapa yang Sebenarnya Mengkhianati Ekonomi Nasional?

Revitalisasi Wawasan Nusantara dalam Menjawab Tantangan Disintegrasi dan Krisis Identitas Nasional di Era Globalisasi

Polarisasi tidak hanya menciptakan perpecahan, tetapi juga kebuntuan komunikasi. Ketika elit politik saling curiga dan masyarakat sipil merasa diabaikan, dialog menjadi barang langka. Dasco, dengan diplomasi lunaknya, berhasil memecah kebuntuan ini, membuka saluran komunikasi yang sebelumnya macet. Dengan pendekatan yang menggabungkan “silaturahmi” budaya, dan strategi komunikasi politik, Dasco tidak hanya merangkul berbagai pihak, tetapi juga membuka saluran dialog yang sebelumnya tertutup rapat.

Pertemuan Prabowo-Megawati adalah contoh nyata. Sebelum 7 April 2025, hubungan kedua tokoh ini dipenuhi ketegangan akibat persaingan Pilpres dan sengketa hukum. Dasco, dengan kesabaran, menjalin komunikasi sejak Oktober 2024, memanfaatkan momentum “halalbihalal” untuk menciptakan suasana kondusif. Hasilnya, sebuah dialog yang tidak hanya simbolis, tetapi juga membuka peluang kerja sama informal.

Baca Juga  Duka Cita Saya Kepada "PETIGA"

Pendekatan serupa terlihat dalam silaturahmi dengan PKS. Di tengah perbedaan ideologis, Dasco memilih diskusi santai tentang tantangan nasional, menghindari isu sensitif seperti kebijakan syariah atau ekonomi. Langkah ini, meskipun sederhana, mengurangi potensi gesekan di DPR. Dengan serikat buruh, Dasco terlibat dalam diskusi tentang Satgas Pemutusan Hubungan Kerja pada 17 April 2025, membuka komunikasi dengan kelompok yang sering berseberangan dengan pemerintah.

Lebih jauh, Dasco menjangkau kalangan di luar lingkaran politik formal. Pada 7 April 2025, di sebuah restoran di Senayan, ia duduk bersama intelektual kritis seperti Rocky Gerung, Jumhur Hidayat, dan Syahganda Nainggolan. Dengan menu sederhana “sayur lodeh”, tahu, dan tempe ia mendengar keluh kesah tentang demokrasi dan ekonomi. Rocky, yang dikenal vokal mengkritik pemerintah, menyebut Dasco “kawan politik,” adalah sebuah pengakuan langka. Dasco bahkan menghubungi Prabowo langsung untuk menjembatani ide-ide dari diskusi ini, menunjukkan keterbukaan yang jarang dimiliki politisi.

Dengan merangkul elit oposisi, intelektual, dan serikat buruh untuk membahas perlindungan pekerja, Dasco menunjukkan bahwa inklusivitas bukan sekadar retorika, tetapi strategi politik yang hidup. Gaya ini patut dicontoh oleh politisi, yang sering kali terjebak dalam retorika konfrontatif, dan generasi muda, yang perlu belajar empati di tengah polarisasi digital.

Pendekatan ini mencerminkan kemampuannya merangkul oposisi tanpa menuntut keselarasan prinsip. Pendekatan ini adalah pelajaran berharga: komunikasi efektif tidak memerlukan formalitas kaku, tetapi kepekaan budaya dan kesediaan mendengar. Bagi politisi, ini adalah model untuk mengelola konflik tanpa konfrontasi. Bagi generasi muda, yang terbiasa dengan debat sengit di sosmed, ini adalah pengingat bahwa dialog sejati lahir dari pertemuan, bukan cuitan.

Di tengah hiruk-pikuk politik yang penuh intrik, Sufmi Dasco Ahmad menawarkan model yang berbeda: politik yang merangkul tanpa memaksa, mendialogkan tanpa menggurui. Dari meja makan sederhana di Senayan hingga kediaman Megawati, ia menunjukkan bahwa silaturahmi adalah senjata ampuh untuk menyatukan perbedaan. Bagi politisi, pendekatannya adalah pelajaran bahwa stabilitas politik lahir dari dialog, bukan dominasi. Bagi generasi muda, yang terpaku pada layar ponsel, gaya Dasco mengingatkan bahwa jembatan dibangun dengan pertemuan, bukan tembok digital. Sufmi Dasco Ahmad mengajukan satu tawaran sederhana namun mendalam: mari duduk bersama. Mungkin, di tengah aroma kopi dan tawa yang jujur, demokrasi bisa menemukan jalannya pulang.***

Baca Juga  Demokrasi dan Keadilan Sosial: Tantangan Menuju Kepemimpinan Baru 2024

Pancoran, 20 April 2025
Bahtra Banong (Kader Partai Gerindra/Wakil Ketua Komisi II DPR RI)

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Bahtra BanongSufmi Dasco Ahmadteladan polotikWakil Ketua Komisi II DPR RI
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Libur Mei 2025 Bikin Senang! Catat, Ada 5 Tanggal Merah dan 2 Long Weekend

Post Selanjutnya

Pilkada Ulang Tasikmalaya Panas: Cecep-Asep Unggul, Ai-Iip Siap Gugat ke MK

RelatedPosts

Serakahnomic: Ideologi Perampokan Terorganisir atas Nama Pasar

24 Januari 2026
Ilustrasi mata uang Dolar (Foto: Istimewa)

Dolar Naik, Rupiah Tersungkur; Siapa yang Sebenarnya Mengkhianati Ekonomi Nasional?

20 Januari 2026

Revitalisasi Wawasan Nusantara dalam Menjawab Tantangan Disintegrasi dan Krisis Identitas Nasional di Era Globalisasi

16 Januari 2026

Mencegah Politisasi Reformasi Polri

7 Januari 2026
Idham Azis kedua dari kanan (disamping Ahmad Dofiri) sesaat setelah Komisi Percepatan Reformasi Polri menggelar audiensi bersama sejumlah organisasi kelompok masyarakat di Lounge Adhi Pradana, STIK-PTIK Lemdiklat Polri, Selasa (18/11)

Aktualisasi Pesan Kapolri Idham Azis

29 November 2025
ilustrasi

Coretax: Digitalisasi Pajak yang Dipaksakan?

28 November 2025
Post Selanjutnya
Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Tasikmalaya Cecep - Asep menggelar deklarasi kemenangan.***

Pilkada Ulang Tasikmalaya Panas: Cecep-Asep Unggul, Ai-Iip Siap Gugat ke MK

Seminar 4 Pilar Kebangsaan, Didik Haryadi Dorong Pemuda Tingkatkan Literasi Teknologi dan Waspadai Judol

Discussion about this post

KabarTerbaru

ADPPI: Geothermal Energi Bersih, Dampak Ekologis Bisa Dikelola

28 Januari 2026
Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

KPK Terbitkan Aturan Baru Pelaporan Gratifikasi 2026, Ini Daftar Perubahannya

28 Januari 2026

Menkeu Purbaya: Sektor Keuangan Terjaga, Ekonomi 2026 Diproyeksi 5,4 Persen

28 Januari 2026

Dukung Program Pemerintah, Mensesneg: 435 Regulasi Diterbitkan Sejak Oktober 2024

28 Januari 2026
dok. BNN RI

BNN Gagalkan Peredaran 100 Kg Sabu di Aceh Timur, Satu Kurir Diamankan

27 Januari 2026

Ramadan di Tirtagangga, Kurai Dining Suguhkan Iftar Hadjatan Rakjat untuk Semua Kalangan

27 Januari 2026

Surati Presiden Prabowo, Prodem Minta Polri Tetap di Bawah Presiden Sesuai Amanat Konstitusi

27 Januari 2026
Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) ke-VII Badan Pimpinan Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPC PHRI) Kabupaten Garut yang digelar di Sabda Alam Hotel Resort/ Diskominfo Kab. Garut

Wabup Putri Karlina Ajak Kolaborasi Strategis di Muscab VII PHRI Garut

27 Januari 2026
Haidar Alwi Institute menggelar Press Rilis Survei Nasional. (Foto: Bemby/Kabariku.com)

Hasil Survei HAI: Wacana Polri di Bawah Kementerian Ditolak Publik

27 Januari 2026

Kabar Terpopuler

  • Jenderal (Purn) Try Sutrisno, Wakil Presiden RI 1993-1998

    Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Jejak Advokat hingga Wali Kota, Sayuti Abubakar Masuk Radar Ketua Alumni FHUP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BNN Gagalkan Peredaran 100 Kg Sabu di Aceh Timur, Satu Kurir Diamankan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPK Tegaskan Kasus Dugaan Korupsi CSR BI Terus Berjalan, Penahanan Tersangka Tunggu Waktu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AMPPIBI Apresiasi Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Tetapkan Empat Tersangka Baru Korupsi Dana BOS Mts di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menutup Masa Dinas, Komjen Chryshnanda Tinggalkan Warisan Reformasi di Tubuh Polri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Momen Bermakna di Istana, Presiden Prabowo Terima Buku “Jejak Bahasa di Dunia Maya” Karya Dosen UMJ

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com Terverifikasi Faktual Dewan Pers dan telah mendapatkan Sertifikat dengan nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com