• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Selasa, Mei 5, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home News

Sesi Bedah Buku ‘ALDERA’ Potret Gerakan Politik Kaum Muda 1993-1999

Redaksi oleh Redaksi
29 Oktober 2022
di News, Peristiwa
A A
0
ShareSendShare ShareShare

Jakarta, Kabariku– Gerakan mahasiswa pada masa Orde Baru tidak dapat dilepaskan dari peran organisasi mahasiswa, salah satunya ALDERA atau Aliansi Demokrasi Rakyat.

Organisasi mahasiswa tersebut salah satu dari beragam organisasi politik mahasiswa menjelang demonstrasi Mei 1998, seperti SMID (Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi), dan Forkot (Forum Kota) dan lainnya.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Peluncuran dan Bedah Buku ‘ALDERA’ Potret Gerakan Politik Kaum Muda 1993-1999 yang digelar di Universitas Nasional (UNAS) Jakarta, Jum’at (28/10/2022).

RelatedPosts

Pengukuhan IKKB 2026 Jadi Ajang Konsolidasi, OSO Ungkap Potensi Besar Warga Kalbar di Jakarta

Dasco: Danantara Siapkan Skema Perubahan Status Ojol dan Tekan Komisi 8 Persen

Pernikahan Sederhana Jadi Contoh, Jabar Dorong Keluarga Lebih Berkualitas

Dipandu oleh Dr. Andi Ahdian, Dosen Sosilogi Fisip UNAS, hadir selaku pembahas Faisal Basri, Ekonom dan Politisi bersama S. Indro Tjahyono, aktivis 78 ITB, serta anggota tim penulis Nanang Puja Laksana, Dosen Fakultas FISIP UNAS.

Buku adalah sebuah representase pengalaman hidup dan pengetahuan manusia, dari pengalaman tersebut direkam menjadi sebuah pengetahuan.

“Dokumentasi yang diciptakan dari ingatan aktivis kemudian diwujudkan darikisah yang dinarasikan tentang apayang terjadi dimasalalu,” kata Dr.Andi.

Penulis Buku ALDERA

24 Januari 2022, draf buku ALDERA diserahkan. Buku ini tentang merawat ingatan narasumber terkait suatu kejadian 30 tahun silam.

“Rata-rata narasumber tidak memiliki catatan, karena ALDERA suatu organisasi yang “tertib” secara admisitratif, karena pada masanya diputuskan setiap aksi rapat, setiap apapun aksi untuk menjerat rezim tidak diarsipkan,” kata Nanang Puja Laksana.

Motivasi penulisan buku ALDERA adalah tentang merawat ingatan melawan lupa, dengan menulis sejarah pergerakan kaum muda tersendiri.

“Narasi sejarah dicatat oleh para pelaku ‘abnormal’ dalam arti mereka yang mendedikasikan waktu, hidupnya untuk sebuah keyakinan dan kebenaran, yaitu memperjuangkan demokratisasi,” lanjutnya.

Baca Juga  Presiden Jokowi Tunjuk Menko Polhukam sebagai Pelaksana Tugas Menkominfo

Narasumber Buku ALDERA

Buku ALDERA adalah buku tentang gerakan para aktifis untuk lakukan  Reformasi satu-satunya yang cukup lengkap.

“Saya berharap berdasarkan buku ini disusun buku yang lebih lengkap dengan alur cerita yang runtut. Sehingga bukan sekedar merekam peran para aktor-aktornya,” kata S. Indro Tjahyono, aktivis 78 ITB.

Aktivis ITB yang menjadi salah satu narasumber dalam Buku ALDERA ini menyampaikan, Tentu masih ada peran aktor lain yang belum diceritakan, dan ada bias.

“Karena itu Standarkia sebagai unsur pimpinan ALDERA sebelumnya saya suruh ikut bicara di depan. Namun memang Piuslah yang menjadi korban Reformasi yang kurang sedikit nyawanya lewat,” ujarnya.

Menurutnya, Setiap periode  model gerakan beda, di eranya aktivis berhadapan langsung dengan kekuasaan otoriter militer.

“Tahun 1977/1978 kita head to head dengan kekuasaan otoriter militeristik. Saat itu kalau kita mau demo, sebelumnya semua mandi mayat karena bersiap untuk menghadapi kematian,” kisahnya.

Tetapi 1997/1998 perlawanan sudah meluas atau front perlawanan lebih masif, sehingga bisa lebih progresif.

“Namun toh timbul korban jiwa,” cetusnya.

Pada masa Soeharto, aktivis tidak bisa langsung mengangkat isu politik makro seperti otoriterianisme. Disamping rakyat kurang paham, juga bisa menghadapi tuduhan subversif dan mendapat tindakan represif.

“Karena itu untuk mengeskalasi gerakan rakyat, kita menggunakan isu hak asasi manusia, lingkungan hidup, dan perampasan tanah,” ungkapnya.

Kata S. Indro, Gerakan Mahasiswa 77-78 belum berani ngomong ‘turunkan Soeharto’.

“Sekali ngomong, “tidak percaya Suharto”, seluruh kampus perguruan tinggi diduduki tentara dan jadwal pendidikan mundur 1 tahun,” lanjutnya.

Bahkan, ujar S. Indro, Intel bisa mengintervensi dan hadir dalam rapat-rapat gerakan mahasiswa.

“Sekarang yang harus dipikirkan adalah bagaimana mencari model Gerakan Mahasiswa 4.0. Bagaimana menggunakan teknologi informasi sebagai instrumen gerakan,” katanya.

Baca Juga  Pintar Kelola Modal Biar Cuan Optimal, Kredit Pintar Buka Kelas Pintar Bersama

S. Indro mrngumpamakan, Karena kalau melihat Pilpres di Amerika bisa dimenangkan dengan menggunakan Facebook. Di Filipina dengan Tiktok, anak Marcos bisa jadi Presiden. Sekarang penggunaan media sosial sebagai instrumen gerakan sosial di Indonesia belum efektif.

“Tantangan dari Gerakan Mahasiswa saat ini adalah bagaimana kita bisa melakukan gerakan tanpa merusak Lembaga Perguruan Tinggi,” ujarnya.

Karena Perguruan Tinggi memupuk intelektual dan standar kemampuan akademik yang dituntut oleh kehidupan moderen.

“Mahasiswa jangan malas. Saatnya mahasiswa keluar kandang menjadi fasilitator gerakan sosial di masyarakat sebagai bentuk pengabdian masyarakat,” tuturnya.

“Marilah kita melakukan gerakan politik di luar kampus kembali seperti Bung Karno, Syahrir, Tan Malaka dll. Sehingga tidak berlindung dibalik jaket almamater dan menjadikan mahasiswa sebagai massa,” tandasnya.

Buku ALDERA Kata Ekonom dan Politisi

Ada satuyang mengakeslerasi gerakan mahasiswa pada masa itu, yakni adanya dukungan sepenuhnya dari Rektor.

“Berbeda dengan sekarang dimana Rektor mengintimidasi gerakan mahasiwa, Rektornya menjadi kekuasaan sehinggamahasiswa kritismedapat tekanan,” kata Faisal Basri.

Saat itu Faisal Basri menjadi Ketua Prodi yang memanfaatkan ruang kerjanya untuk berkumpul dengan aktivis mahasiwa.

“Saya bersama teman-teman dengan difasilitasi Direktur Pendidikan Perguruan Tinggi untuk mendatangi kampus-kampus di beberapa daerah. Intinya agar mahasiwa dapat perlindungan meskipun hanya dari universitasnya,” ujarnya.

Faisal Basri, mencontohkan sosok Pius Lustrilanang yang berhasil bertransformasi dari gerakan ke profesionalisme.

“Dari gerakan di jalan menjadi gerakan politik di parlemen, untuk menata kembali lembaga-lembaga negara yang dirusakoleh peran partai politik. Sekarang ini saatnya penguatan institusi,” katanya.

Pemerintahan era Soeharto, kata Faisal Basri, kekuasaan untuk korupsi tapi tanpa merusakinstitusi. Berbeda dengan pemerintahan era Jokowi, peraturan institusi dirubah.

“Jokowi lah yang membuat KPK jadi lemah, Jokowilah yang membuat koorporasi leluasa mendapat fasilitas dan Jokowi lah yang membuat negeri ini sedemikian murahnya,” tukasnya.

Baca Juga  Satpolairud Polres Garut Temukan Jasad Wisatawan Asal Bandung Tenggelam di Karangpapak

“Bahwa jatuh bangunnya suatu negara itu dari kuatnya institusi, ini tugas adek-adek mahasiswa supaya masa depan kalian tidak suram. Jangan takut, ” tutup Faisal Basri.

Buku ALDERA, catatan penting membangkitkan pergerakan generasi ke generasi, “Anda belajar, anda berorganisasi, anda bergerak”.***

Red/K.000

BACA juga ‘Keynote Speech Peluncuran ‘ALDERA’, Pius Lustrilanang: Buku ini Merekam Militansi Mahasiswa Dalam Sejarah Penting Reformasi Bangsa’

Berita terkait lainnya ‘Peluncuran dan Bedah Buku ‘ALDERA’ Potret Gerakan Politik Kaum Muda 1993-1999’

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: aktivis 98ALDERAALDERA’ Potret Gerakan Politik Kaum Muda 1993-1999Aliansi Demokrasi Rakyatmenjelang demonstrasi Mei 1998Presiden JokowiWarta Pemilu
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Pengucapan Janji sebagai Wakil Ketua, Johanis Tanak Lengkapi Komposisi Lima Pimpinan KPK

Post Selanjutnya

Usai Gelar Upacara Sumpah Pemuda, Kecamatan Mekarmukti Garut Panen Perdana Budidaya Tanaman Sorgum

RelatedPosts

Pengukuhan IKKB 2026 di Jakarta, OSO ungkap 800 ribu warga Kalbar dan dorong kolaborasi ekonomi CPO hingga UMKM.(Irfan/kabariku.com)

Pengukuhan IKKB 2026 Jadi Ajang Konsolidasi, OSO Ungkap Potensi Besar Warga Kalbar di Jakarta

4 Mei 2026

Dasco: Danantara Siapkan Skema Perubahan Status Ojol dan Tekan Komisi 8 Persen

4 Mei 2026

Pernikahan Sederhana Jadi Contoh, Jabar Dorong Keluarga Lebih Berkualitas

3 Mei 2026

May Day 2026 dan 76 Tahun Hariman Siregar: Elegi Panjang Aktivis di Panggung Demokrasi

3 Mei 2026
KAUP FHUP lantik pengurus 2026–2030, Sayuti Abubakar tekankan jejaring alumni dan pelatihan lulusan hukum (Foto: Bemby/kabariku.com)

KAUP FHUP Lantik Pengurus, Sayuti Abubakar Tekankan Jejaring dan Pelatihan Lulusan

2 Mei 2026
PB SEMMI menyoroti pidato Prabowo Subianto di Monumen Nasional saat May Day,(Istimewa)

May Day di Monas, PB SEMMI Soroti Pidato Prabowo hingga Langkah Negara Tekan Potongan Ojol

2 Mei 2026
Post Selanjutnya

Usai Gelar Upacara Sumpah Pemuda, Kecamatan Mekarmukti Garut Panen Perdana Budidaya Tanaman Sorgum

Gebrakan Forum 'PEPELING' Persatukan Pemuda Desa Cikembulan Peringati Sumpah Pemuda dengan Jalan Sehat dan Senam

Discussion about this post

KabarTerbaru

GMNI Jakarta soroti ancaman terhadap Andrie Yunus dalam sidang di Mahkamah Militer (Istimewa)

Sidang Andrie Yunus di Pengadilan Militer Dipersoalkan, GMNI Soroti Ancaman terhadap Korban

4 Mei 2026
Pengukuhan IKKB 2026 di Jakarta, OSO ungkap 800 ribu warga Kalbar dan dorong kolaborasi ekonomi CPO hingga UMKM.(Irfan/kabariku.com)

Pengukuhan IKKB 2026 Jadi Ajang Konsolidasi, OSO Ungkap Potensi Besar Warga Kalbar di Jakarta

4 Mei 2026

Dasco: Danantara Siapkan Skema Perubahan Status Ojol dan Tekan Komisi 8 Persen

4 Mei 2026

KPK Dorong Sertifikasi 27.969 Aset Tanah di Sulsel, Nilainya Capai Rp27,5 Triliun

4 Mei 2026
Foto Kantor Kompolnas : Istimewa

Cukup Sebagai Mitra Strategis, Kompolnas Tidak Perlu Kewenangan Eksekutorial

3 Mei 2026

Gubernur Jabar Saksikan Pernikahan Pasangan Disabilitas di Baleendah

3 Mei 2026

Pernikahan Sederhana Jadi Contoh, Jabar Dorong Keluarga Lebih Berkualitas

3 Mei 2026

Lawan Fitnah, Jaga Agenda Rakyat

3 Mei 2026

KPK: Pers Bebas dan Kritis Kunci Membangun Kesadaran Publik Melawan Korupsi

3 Mei 2026
Presiden Prabowo Subianto melakukan groundbreaking proyek hilirisasi nasional tahap II di Refinery Unit IV Cilacap, Jawa Tengah, pada Rabu, 29 April 2026

Presiden Prabowo Tegaskan Hilirisasi Kunci Kebangkitan dan Kemakmuran Bangsa

30 April 2026

Kabar Terpopuler

  • PT Stainless Prima Pipe ekspor 20 ton pipa stainless ke Jerman, Kemendag sebut standar global ketat (Foto:Irfan/kabariku.com)

    Tembus Eropa! PT SPP Ekspor 20 Ton Pipa Stainless ke Jerman, Kemendag Soroti Kualitas Baja Dalam Negeri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aktivis 98 Andrianto Andri Apresiasi Penunjukan Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Duka Tabrakan KA di Bekasi Timur: Jurnalis Ditemukan Meninggal, Korban Tewas Capai 15 Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KAUP FHUP Lantik Pengurus, Sayuti Abubakar Tekankan Jejaring dan Pelatihan Lulusan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ADPPI Dorong Percepatan Ekonomi Karbon: Kepemimpinan Jumhur Hidayat Kunci Transisi Energi Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • May Day 2026 dan 76 Tahun Hariman Siregar: Elegi Panjang Aktivis di Panggung Demokrasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com