• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Kamis, Juni 25, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home News

Sesi Bedah Buku ‘ALDERA’ Potret Gerakan Politik Kaum Muda 1993-1999

Redaksi oleh Redaksi
29 Oktober 2022
di News, Peristiwa
A A
0
ShareSendShare ShareShare

Jakarta, Kabariku– Gerakan mahasiswa pada masa Orde Baru tidak dapat dilepaskan dari peran organisasi mahasiswa, salah satunya ALDERA atau Aliansi Demokrasi Rakyat.

Organisasi mahasiswa tersebut salah satu dari beragam organisasi politik mahasiswa menjelang demonstrasi Mei 1998, seperti SMID (Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi), dan Forkot (Forum Kota) dan lainnya.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Peluncuran dan Bedah Buku ‘ALDERA’ Potret Gerakan Politik Kaum Muda 1993-1999 yang digelar di Universitas Nasional (UNAS) Jakarta, Jum’at (28/10/2022).

RelatedPosts

Mitra MBG Layangkan Ultimatum ke BGN, Beri Waktu 2×24 Jam untuk Cabut SE 12/2026

Dua Peserta Latsarmil Wafat, Politisi PDIP Ida Nurlaela Minta Evaluasi Menyeluruh Program SPPI Calon Manajer KDMP

Benyamin Wacanakan Pendidikan Informal Gratis untuk Perluas Akses Belajar Warga Tidak Mampu

Dipandu oleh Dr. Andi Ahdian, Dosen Sosilogi Fisip UNAS, hadir selaku pembahas Faisal Basri, Ekonom dan Politisi bersama S. Indro Tjahyono, aktivis 78 ITB, serta anggota tim penulis Nanang Puja Laksana, Dosen Fakultas FISIP UNAS.

Buku adalah sebuah representase pengalaman hidup dan pengetahuan manusia, dari pengalaman tersebut direkam menjadi sebuah pengetahuan.

“Dokumentasi yang diciptakan dari ingatan aktivis kemudian diwujudkan darikisah yang dinarasikan tentang apayang terjadi dimasalalu,” kata Dr.Andi.

Penulis Buku ALDERA

24 Januari 2022, draf buku ALDERA diserahkan. Buku ini tentang merawat ingatan narasumber terkait suatu kejadian 30 tahun silam.

“Rata-rata narasumber tidak memiliki catatan, karena ALDERA suatu organisasi yang “tertib” secara admisitratif, karena pada masanya diputuskan setiap aksi rapat, setiap apapun aksi untuk menjerat rezim tidak diarsipkan,” kata Nanang Puja Laksana.

Motivasi penulisan buku ALDERA adalah tentang merawat ingatan melawan lupa, dengan menulis sejarah pergerakan kaum muda tersendiri.

Baca Juga  Tinjau Lokasi IKN, Kapolri Pastikan Proses Pembangunan Berjalan Lancar

“Narasi sejarah dicatat oleh para pelaku ‘abnormal’ dalam arti mereka yang mendedikasikan waktu, hidupnya untuk sebuah keyakinan dan kebenaran, yaitu memperjuangkan demokratisasi,” lanjutnya.

Narasumber Buku ALDERA

Buku ALDERA adalah buku tentang gerakan para aktifis untuk lakukan  Reformasi satu-satunya yang cukup lengkap.

“Saya berharap berdasarkan buku ini disusun buku yang lebih lengkap dengan alur cerita yang runtut. Sehingga bukan sekedar merekam peran para aktor-aktornya,” kata S. Indro Tjahyono, aktivis 78 ITB.

Aktivis ITB yang menjadi salah satu narasumber dalam Buku ALDERA ini menyampaikan, Tentu masih ada peran aktor lain yang belum diceritakan, dan ada bias.

“Karena itu Standarkia sebagai unsur pimpinan ALDERA sebelumnya saya suruh ikut bicara di depan. Namun memang Piuslah yang menjadi korban Reformasi yang kurang sedikit nyawanya lewat,” ujarnya.

Menurutnya, Setiap periode  model gerakan beda, di eranya aktivis berhadapan langsung dengan kekuasaan otoriter militer.

“Tahun 1977/1978 kita head to head dengan kekuasaan otoriter militeristik. Saat itu kalau kita mau demo, sebelumnya semua mandi mayat karena bersiap untuk menghadapi kematian,” kisahnya.

Tetapi 1997/1998 perlawanan sudah meluas atau front perlawanan lebih masif, sehingga bisa lebih progresif.

“Namun toh timbul korban jiwa,” cetusnya.

Pada masa Soeharto, aktivis tidak bisa langsung mengangkat isu politik makro seperti otoriterianisme. Disamping rakyat kurang paham, juga bisa menghadapi tuduhan subversif dan mendapat tindakan represif.

“Karena itu untuk mengeskalasi gerakan rakyat, kita menggunakan isu hak asasi manusia, lingkungan hidup, dan perampasan tanah,” ungkapnya.

Kata S. Indro, Gerakan Mahasiswa 77-78 belum berani ngomong ‘turunkan Soeharto’.

“Sekali ngomong, “tidak percaya Suharto”, seluruh kampus perguruan tinggi diduduki tentara dan jadwal pendidikan mundur 1 tahun,” lanjutnya.

Baca Juga  Menteri BUMN Erick Tohir Peduli Terhadap UMKM Diapresiasi Pegiat UMKM

Bahkan, ujar S. Indro, Intel bisa mengintervensi dan hadir dalam rapat-rapat gerakan mahasiswa.

“Sekarang yang harus dipikirkan adalah bagaimana mencari model Gerakan Mahasiswa 4.0. Bagaimana menggunakan teknologi informasi sebagai instrumen gerakan,” katanya.

S. Indro mrngumpamakan, Karena kalau melihat Pilpres di Amerika bisa dimenangkan dengan menggunakan Facebook. Di Filipina dengan Tiktok, anak Marcos bisa jadi Presiden. Sekarang penggunaan media sosial sebagai instrumen gerakan sosial di Indonesia belum efektif.

“Tantangan dari Gerakan Mahasiswa saat ini adalah bagaimana kita bisa melakukan gerakan tanpa merusak Lembaga Perguruan Tinggi,” ujarnya.

Karena Perguruan Tinggi memupuk intelektual dan standar kemampuan akademik yang dituntut oleh kehidupan moderen.

“Mahasiswa jangan malas. Saatnya mahasiswa keluar kandang menjadi fasilitator gerakan sosial di masyarakat sebagai bentuk pengabdian masyarakat,” tuturnya.

“Marilah kita melakukan gerakan politik di luar kampus kembali seperti Bung Karno, Syahrir, Tan Malaka dll. Sehingga tidak berlindung dibalik jaket almamater dan menjadikan mahasiswa sebagai massa,” tandasnya.

Buku ALDERA Kata Ekonom dan Politisi

Ada satuyang mengakeslerasi gerakan mahasiswa pada masa itu, yakni adanya dukungan sepenuhnya dari Rektor.

“Berbeda dengan sekarang dimana Rektor mengintimidasi gerakan mahasiwa, Rektornya menjadi kekuasaan sehinggamahasiswa kritismedapat tekanan,” kata Faisal Basri.

Saat itu Faisal Basri menjadi Ketua Prodi yang memanfaatkan ruang kerjanya untuk berkumpul dengan aktivis mahasiwa.

“Saya bersama teman-teman dengan difasilitasi Direktur Pendidikan Perguruan Tinggi untuk mendatangi kampus-kampus di beberapa daerah. Intinya agar mahasiwa dapat perlindungan meskipun hanya dari universitasnya,” ujarnya.

Faisal Basri, mencontohkan sosok Pius Lustrilanang yang berhasil bertransformasi dari gerakan ke profesionalisme.

“Dari gerakan di jalan menjadi gerakan politik di parlemen, untuk menata kembali lembaga-lembaga negara yang dirusakoleh peran partai politik. Sekarang ini saatnya penguatan institusi,” katanya.

Baca Juga  Bocorkan Transaksi Mencurigakan Rp349 Triliun, Menkopolhukam Bisa Dipidana Penjara 4 Tahun? Ini Kata Arteria Dahlan

Pemerintahan era Soeharto, kata Faisal Basri, kekuasaan untuk korupsi tapi tanpa merusakinstitusi. Berbeda dengan pemerintahan era Jokowi, peraturan institusi dirubah.

“Jokowi lah yang membuat KPK jadi lemah, Jokowilah yang membuat koorporasi leluasa mendapat fasilitas dan Jokowi lah yang membuat negeri ini sedemikian murahnya,” tukasnya.

“Bahwa jatuh bangunnya suatu negara itu dari kuatnya institusi, ini tugas adek-adek mahasiswa supaya masa depan kalian tidak suram. Jangan takut, ” tutup Faisal Basri.

Buku ALDERA, catatan penting membangkitkan pergerakan generasi ke generasi, “Anda belajar, anda berorganisasi, anda bergerak”.***

Red/K.000

BACA juga ‘Keynote Speech Peluncuran ‘ALDERA’, Pius Lustrilanang: Buku ini Merekam Militansi Mahasiswa Dalam Sejarah Penting Reformasi Bangsa’

Berita terkait lainnya ‘Peluncuran dan Bedah Buku ‘ALDERA’ Potret Gerakan Politik Kaum Muda 1993-1999’

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: aktivis 98ALDERAALDERA’ Potret Gerakan Politik Kaum Muda 1993-1999Aliansi Demokrasi Rakyatmenjelang demonstrasi Mei 1998Presiden JokowiWarta Pemilu
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

Pengucapan Janji sebagai Wakil Ketua, Johanis Tanak Lengkapi Komposisi Lima Pimpinan KPK

Post Selanjutnya

Usai Gelar Upacara Sumpah Pemuda, Kecamatan Mekarmukti Garut Panen Perdana Budidaya Tanaman Sorgum

RelatedPosts

Mitra MBG Layangkan Ultimatum ke BGN, Beri Waktu 2×24 Jam untuk Cabut SE 12/2026

24 Juni 2026

Dua Peserta Latsarmil Wafat, Politisi PDIP Ida Nurlaela Minta Evaluasi Menyeluruh Program SPPI Calon Manajer KDMP

24 Juni 2026
Oplus_131072

Benyamin Wacanakan Pendidikan Informal Gratis untuk Perluas Akses Belajar Warga Tidak Mampu

24 Juni 2026

Soal Isu Awasi Gibran, Gerindra Ungkap Potensi Pecah Belah di Internal Pemerintah

24 Juni 2026

Roy Suryo dan dr. Tifa Tak Ditahan, IPW Ungkap Sejumlah Kejanggalan dalam Penanganan Perkara

24 Juni 2026

Diplomasi Sepak Bola Iran di Tengah Ketegangan Politik Iran-AS

24 Juni 2026
Post Selanjutnya

Usai Gelar Upacara Sumpah Pemuda, Kecamatan Mekarmukti Garut Panen Perdana Budidaya Tanaman Sorgum

Gebrakan Forum 'PEPELING' Persatukan Pemuda Desa Cikembulan Peringati Sumpah Pemuda dengan Jalan Sehat dan Senam

Discussion about this post

KabarTerbaru

Mitra MBG Layangkan Ultimatum ke BGN, Beri Waktu 2×24 Jam untuk Cabut SE 12/2026

24 Juni 2026

Dua Peserta Latsarmil Wafat, Politisi PDIP Ida Nurlaela Minta Evaluasi Menyeluruh Program SPPI Calon Manajer KDMP

24 Juni 2026
Oplus_131072

Benyamin Wacanakan Pendidikan Informal Gratis untuk Perluas Akses Belajar Warga Tidak Mampu

24 Juni 2026

Soal Isu Awasi Gibran, Gerindra Ungkap Potensi Pecah Belah di Internal Pemerintah

24 Juni 2026

Roy Suryo dan dr. Tifa Tak Ditahan, IPW Ungkap Sejumlah Kejanggalan dalam Penanganan Perkara

24 Juni 2026

Diplomasi Sepak Bola Iran di Tengah Ketegangan Politik Iran-AS

24 Juni 2026
Oplus_131072

Kejagung Tegaskan Tidak Semua Tindak Pidana di Sidangkan, Kasus Pencurian Sendal Jepit Bisa Lewat RJ

24 Juni 2026

Pemkot Tangsel Siapkan Bantuan Pendidikan di 94 Sekolah Swasta Ajaran 2026/2027

24 Juni 2026
Penangguhan penahanan Roy Suryo dan dr Tifa memicu kemarahan loyalis Jokowi dalam konferensi pers, Selasa (23/06) di Jakarta. (Foto: Istimewa)

Loyalis Jokowi Murka Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan, Muncul Seruan Gibran Lawan Prabowo di 2029

24 Juni 2026

Prabowo di Munas dan Konbes NU 2026: Ulama dan Umara Harus Bersatu Demi Kepentingan Rakyat

24 Juni 2026

Kabar Terpopuler

  • Bongkar Kasus Korupsi MBG, Kejagung Jangan Berhenti di Ketua Yayasan, Kejar Pemilik Manfaatnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kejagung Tetapkan Glory Harimas Tersangka Keenam Kasus MBG: Privilege dari Eks Kepala BGN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polda Metro Jaya Tegaskan Minta Pihak UBK Buktikan Pengakuan Oknum Polisi Terkait Dana Rp20 Juta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sempat Telepon Nanik, Di Atas Mobil Komando Dasco: DPR dan Mahasiswa Sepakat Kawal Program MBG dan Efisiensi Anggaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prabowo Subianto Sang Presiden Anti Korupsi dan Narasi “Reformasi Jilid 2”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Loyalis Jokowi Murka Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan, Muncul Seruan Gibran Lawan Prabowo di 2029

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kajian Rutin Disnakertrans Garut Dirangkai Pelepasan Purna Tugas Amin Hendrayana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com