• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Selasa, Mei 19, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Kabar Peristiwa

ANTARA LOMBOK DAN TIKTOK

Redaksi oleh Redaksi
8 Desember 2021
di Kabar Peristiwa, Profile
A A
0
ShareSendShare ShareShare
Dr (C) Hendro Sugiarto, SE.,M.MKM
Ketua Gerakan Kreatif Nasional (Gekrafs) Kabupaten Garut

GARUT, Kabariku- Satu pekan ini, lini masa di media sosial saya selalu diramaikan dengan isi berita yang bertajug antara “Lombok dan Tiktok”.

Sedikit menggelitik sebuah berita yang mengabarkan saat Pak Bupati pada hari senin dilapangan setda Kabupaten Garut, beliau mengatakan bahwa, “Habiskan saja anggaran, mau ke Lombok, Bali, ataupun Jogja, yang penting jangan tiktokan. Kalo saya yang tiktokan dihujat juga ga penting”.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Dari paparan diatas, ada tiga hal yang ingin saya sampaikan, sebagain bahan kajian dam evaluasi untuk Pemerintah Kabupaten Garut;

RelatedPosts

Seratnusa Angkat Potensi Limbah Organik di Women Ecopreneurs Market Day Bali

Rakernas I IVENDO Hasilkan 8 Program Strategis, Fokus Perkuat Daya Saing Industri Event Nasional

Dasco Didampingi Kapolda Metro Tinjau TKP Kecelakaan Kereta Bekasi Timur, Puluhan Korban Dievakuasi

Pertama, Challenge bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Garut, menjelang tahun depan dan tahun-tahun seterusnya bagaimana upaya inovasi dalam hal peningkatan kapasitas aparatur, dan perencanaan daerah menjadi PR Pak Bupati.

Jika kita membaca penggalan apa yang disampaikan pak Bupati, harusnya dijadikan sebagai bahan evaluasi bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Garut terkait serapan anggaran yang rendah, bukan menanggapi atau mencoba mencari pembenaran atas kejadian saat ke Lombok dengan dalil “menghabiskan anggaran”.

Jika melihat dari sebuah data yang saya terima sampai dengan akhir oktober 2021 kemarin, serapan anggaran Pemerintah Daerah Kabupaten Garut tercatat masih sekitar 65%, atau masih ada sekitar satu trilyun lebih anggaran belanja yang mesti di belanjakan sampai bulan desember mendatang.

Paparan beliau terkesan reaksioner, karena sebagian warga Garut mengkritisi apa yang telah dilakukannya,  padahal dalam kacamata kebijakan public, sebuah kebijakan harus bersandar kepada evidence based policy bukan reaction based policy.

Baca Juga  Hakim Vonis Mati Ferdy Sambo atas Pembunuhan Berencana Brigadir Yosua dan Perintangan Proses Hukum

Fenomena serapan yang rendah, dan dikebut menjelang akhir tahun, memang tidak hanya dialami di Kabupaten Garut, melainkan masih banyak daerah yang mengalami fenomena tersebut, dan seolah-olah menjadi kebiasan rutin.

Bahkan tidak sedikit daerah akhirnya mengalami sisa anggaran yang cukup besar. Dalam sebuah artikel yang ditulis oleh Arief dan Halim (2014) mengemukakan beberapa Factor yang menyebabkan koindisi diatas, yaitu: kapasitas aparatur sumber daya manusia yang rendah, perencanaan anggaran dan pelaksanaan anggaran.

Lebih lanjut Mardiasmo (2009) menyebutkan bahwa Penyerapan anggaran menggambarkan kemampuan pemerintah daerah dalam melaksanakan dan mempertanggungjawabkan setiap kegiatan yang telah direncanakannya.

Jika melihat sepak terjang pak Bupati dalam memberikan arahan kepada para ASN, baik pada saat apel ataupun di rapat terbatas selalu memberikan arahan berupa diksi “Inovasi”.

Banyak pihak termasuk saya terkesan mendefinisikan sebuah inovasi yang selalu digembar gembirkan Pak Bupati kepada jajarannya  berwujud program yang mercusuar, padahal inovasi tidak sesederhana itu, malah alih-alih mengcreate “program amazing” akhirnya “amazon”.

Kedua, Desain Inovasi yang jelas. Selain mengintruksikan menghabiskan anggaran, Pak bupati mengintruksikan untuk optimalisasi kegiatan meskipun diluar Garut, baik ke Lombok, Jogja, atau daerah lainnya.

“Apakah kegiatan diatas itu baik atau pemborosan anggaran? Salah seorang jurnalis bertanya kepada saya”.

Tentu saya hanya bisa menjawab perlu kajian yang mendalam, sehingga saya bisa menyimpulkan baik atau tidaknya.

Namun yang pasti inovasi yang digembar gembor oleh pak Bupati, harus mempunyai desain inovasi yanh jelas, jangan asal cuap. Setidaknya ada tiga aspek desain inovasi yang harus dijadikan patokan.

Pertama, berkaitan dengan rendahnya IPM Kabupaten Garut, kedua, rendahnya daya saing dan ketiga rendahnya pelayann public.

Baca Juga  Rainey, Pemuda Bertato Peta Indonesia dalam Kerusuhan Amerika, Pernah Tinggal di Jakarta

Jadi selama apa yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah dengan kegiatan diluar Kabupaten Garut, selama relate dengan desain inovasi diatas, bagi saya tidak menjadi persoalan.

Ketiga, antara Lombok dan Tiktok.
“Ada yang bertanya kepada saya, lantas yang dilakukan oleh pak Bupati tidak salah?”.

Saya jawab ya, tidak ada yang salah.
Karena tidak ada larangan bagi siapa pun, baik pejabat public maupun masyarakat biasa.

Ketika mencurahkan rasa Bahagia ataupun marah melalui media sosial, karena memang eranya demikian.

Hanya saya apa yang dilakukan oleh pak Bupati, dan beberapa SKPD lainnya, momentumnya tidak tepat disaat Sebagian masyarakat Kabupaten Garut dilanda musibah banjir bandang.

Sebagai masukan saja kepada Pak Bupati maupun pimpinan SKPD di Kabupaten Garut, semakin mencoba mencari pembenaran, maka akan semakin buruk reputasi pak Bupati dihadapan masyarakat Garut maupun luar Garut.

Saya mengingatkan bahwa netizen hari ini sangat power full, bahkan fakar marketing terkemuka Hermawan Kertajaya menyebutkan ada tiga sub kultur dalam dunia marketing yang harus diperhatikan saat ini, yaitu Youth, Women dan Netizen.

Maka jika saya menjadi bupati garut, saya akan menjawab seperti ini;

“Atas nama Bupati dan jajaran SKPD, kami memohon maaf atas apa yang dilakukan oleh kami beberapa saat yang lalu di Lombok, tidak ada yang salah, siapapun itu, apakah pejabat publik ataupun masyarakat biasa saat mencurahkan kebahagiaan lewat bermain tiktok, hanya saja kami menyadari moment tersebut salah, apalagi sebagian warga kami sedang terkena musibah banjir bandang. Tanpa mengurangi kepedulian kami, sekali lagi saya atas nama pribadi dan jajaran SKPD memohon maaf kepada seluruh warga Garut, dan sebagai bentuk kesalahan kami, saya berjanji akan berkantor dilokasi dimana musibah terjadi, sampai mulai terurai mulai dari penyebab banjir bandang sampai penanganannya”.***

Baca Juga  Pemkab Garut Hibahkan 67 Rumah Susun kepada Eks Penghuni Astana Kalong

08, Desember 2021

Red/K.101

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: bupati garutGerakan Kreatif NasionalHendro SugiartoSKPD GarutTiktok Lombok
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

SIAGA 8 Meminta Pihak RSUD Klarifikasi Kepada Publik Kegiatan ke Objek Wisata Lombok

Post Selanjutnya

PERNYATAAN SIKAP Front Anti Dominasi Asing “Dikasih Hati Minta Ampela”

RelatedPosts

Seratnusa Angkat Potensi Limbah Organik di Women Ecopreneurs Market Day Bali

11 Mei 2026

Rakernas I IVENDO Hasilkan 8 Program Strategis, Fokus Perkuat Daya Saing Industri Event Nasional

1 Mei 2026

Dasco Didampingi Kapolda Metro Tinjau TKP Kecelakaan Kereta Bekasi Timur, Puluhan Korban Dievakuasi

28 April 2026
Doni Salmanan/IG

Aset Doni Salmanan Laku Rp13,4 Miliar, Kejari Pastikan Masuk Kas Negara

10 April 2026
Plastik mahal/lambe turah

Dampak Konflik Timur Tengah, Harga Plastik Dalam Negeri Melonjak Tajam

6 April 2026

Pemerintah Batasi Program MBG Hanya di Hari Sekolah Demi Efektivitas

5 April 2026
Post Selanjutnya

PERNYATAAN SIKAP Front Anti Dominasi Asing “Dikasih Hati Minta Ampela”

Jelang Hari Anti Korupsi se-Dunia Inspektorat Daerah Gelar Rakor Sinergitas APIP dan APH Dalam Tindak Pidana Korupsi Tingkat Kabupaten Garut

Discussion about this post

KabarTerbaru

Menkeu Purbaya Buka Suara Soal Pernyataan Presiden Prabowo ‘Warga Desa Tak Pakai Dolar’

18 Mei 2026
Diskusi publik di Tebet, Jakarta Selatan, membahas pentingnya menjaga supremasi sipil, demokrasi, dan penegakan negara hukum di tengah dinamika relasi sipil dan militer.(Bemby/kabariku)

Diskusi di Tebet Soroti Pentingnya Menjaga Supremasi Sipil dan Negara Hukum

18 Mei 2026

Reses DPRD Garut, Yuda Berikan Pelayanan Publik Langsung untuk Warga, Sekaligus Serap Aspirasi

18 Mei 2026
Dinas Perkim Kabupaten Cianjur

Perkim Perbaiki 63 Unit Rutilahu Sebesar Rp1.8 Miliar dari Pemkab Cianjur

18 Mei 2026

Waspadai Modus Jual-Beli Titik SPPG, BGN Buka Hotline Pengaduan “SAGI 127”

18 Mei 2026

Rupiah Centrum: Saatnya Keluar dari Bayang-Bayang Dollar

18 Mei 2026

200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Menkomdigi Ajak Keluarga Jadi Benteng Utama

18 Mei 2026

Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Mensesneg: Cadangan Beras Tembus 5,3 Juta Ton

18 Mei 2026

Pemerintah Resmi Tetapkan 1 Zulhijah 1447 H Jatuh pada 18 Mei 2026, Iduladha 27 Mei 2026

18 Mei 2026

Desa Nelayan Modern Hadir di Miangas, Presiden Prabowo Bangun Ekonomi Biru Wilayah Perbatasan

10 Mei 2026

Kabar Terpopuler

  • RUPST 2025 WIKA Beton Sahkan Dividen Tunai, Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ahmad Khozinudin Minta Polri Profesional Tangani Kasus Ade Armando dan Grace Natalie

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wapres Gibran Dorong Kepala Daerah Aktif Promosikan Destinasi Wisata di Forum BBTF 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • MK Kabulkan Pencabutan Uji Materi UU APBN 2026 Terkait Tata Kelola MBG

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Deretan Kapolri Terlama: Fondasi R.S. Soekanto, Integritas Hoegeng hingga Polri Presisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pelarangan Film “Pesta Babi”, YLBHI: Pengangkangan Konstitusi dan Ancam Kebebasan Berekspresi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com