• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Selasa, Juli 28, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Kabar Peristiwa

ANTARA LOMBOK DAN TIKTOK

Redaksi oleh Redaksi
8 Desember 2021
di Kabar Peristiwa, Profile
A A
0
ShareSendShare ShareShare
Dr (C) Hendro Sugiarto, SE.,M.MKM
Ketua Gerakan Kreatif Nasional (Gekrafs) Kabupaten Garut

GARUT, Kabariku- Satu pekan ini, lini masa di media sosial saya selalu diramaikan dengan isi berita yang bertajug antara “Lombok dan Tiktok”.

Sedikit menggelitik sebuah berita yang mengabarkan saat Pak Bupati pada hari senin dilapangan setda Kabupaten Garut, beliau mengatakan bahwa, “Habiskan saja anggaran, mau ke Lombok, Bali, ataupun Jogja, yang penting jangan tiktokan. Kalo saya yang tiktokan dihujat juga ga penting”.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Dari paparan diatas, ada tiga hal yang ingin saya sampaikan, sebagain bahan kajian dam evaluasi untuk Pemerintah Kabupaten Garut;

RelatedPosts

Kasat Narkoba Polres Tangsel AKP Pardiman Ditangkap Bareskrim, Diduga Terlibat Peredaran Narkoba

Dua Helikopter Tempur Dikerahkan, Pangkogabwilhan III Pimpin Langsung Perburuan Sisa Kelompok OPM di Pegunungan Papua

Rudi Margono: Jamwas yang Pernah Pimpin Tim Supervisi BLBI KPK, Kini Jadi Plt Jampidsus

Pertama, Challenge bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Garut, menjelang tahun depan dan tahun-tahun seterusnya bagaimana upaya inovasi dalam hal peningkatan kapasitas aparatur, dan perencanaan daerah menjadi PR Pak Bupati.

Jika kita membaca penggalan apa yang disampaikan pak Bupati, harusnya dijadikan sebagai bahan evaluasi bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Garut terkait serapan anggaran yang rendah, bukan menanggapi atau mencoba mencari pembenaran atas kejadian saat ke Lombok dengan dalil “menghabiskan anggaran”.

Jika melihat dari sebuah data yang saya terima sampai dengan akhir oktober 2021 kemarin, serapan anggaran Pemerintah Daerah Kabupaten Garut tercatat masih sekitar 65%, atau masih ada sekitar satu trilyun lebih anggaran belanja yang mesti di belanjakan sampai bulan desember mendatang.

Paparan beliau terkesan reaksioner, karena sebagian warga Garut mengkritisi apa yang telah dilakukannya,  padahal dalam kacamata kebijakan public, sebuah kebijakan harus bersandar kepada evidence based policy bukan reaction based policy.

Baca Juga  Bupati Garut Disarankan Gulirkan Program Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem Berbasis Desa, PISP Beberkan Alasannya

Fenomena serapan yang rendah, dan dikebut menjelang akhir tahun, memang tidak hanya dialami di Kabupaten Garut, melainkan masih banyak daerah yang mengalami fenomena tersebut, dan seolah-olah menjadi kebiasan rutin.

Bahkan tidak sedikit daerah akhirnya mengalami sisa anggaran yang cukup besar. Dalam sebuah artikel yang ditulis oleh Arief dan Halim (2014) mengemukakan beberapa Factor yang menyebabkan koindisi diatas, yaitu: kapasitas aparatur sumber daya manusia yang rendah, perencanaan anggaran dan pelaksanaan anggaran.

Lebih lanjut Mardiasmo (2009) menyebutkan bahwa Penyerapan anggaran menggambarkan kemampuan pemerintah daerah dalam melaksanakan dan mempertanggungjawabkan setiap kegiatan yang telah direncanakannya.

Jika melihat sepak terjang pak Bupati dalam memberikan arahan kepada para ASN, baik pada saat apel ataupun di rapat terbatas selalu memberikan arahan berupa diksi “Inovasi”.

Banyak pihak termasuk saya terkesan mendefinisikan sebuah inovasi yang selalu digembar gembirkan Pak Bupati kepada jajarannya  berwujud program yang mercusuar, padahal inovasi tidak sesederhana itu, malah alih-alih mengcreate “program amazing” akhirnya “amazon”.

Kedua, Desain Inovasi yang jelas. Selain mengintruksikan menghabiskan anggaran, Pak bupati mengintruksikan untuk optimalisasi kegiatan meskipun diluar Garut, baik ke Lombok, Jogja, atau daerah lainnya.

“Apakah kegiatan diatas itu baik atau pemborosan anggaran? Salah seorang jurnalis bertanya kepada saya”.

Tentu saya hanya bisa menjawab perlu kajian yang mendalam, sehingga saya bisa menyimpulkan baik atau tidaknya.

Namun yang pasti inovasi yang digembar gembor oleh pak Bupati, harus mempunyai desain inovasi yanh jelas, jangan asal cuap. Setidaknya ada tiga aspek desain inovasi yang harus dijadikan patokan.

Pertama, berkaitan dengan rendahnya IPM Kabupaten Garut, kedua, rendahnya daya saing dan ketiga rendahnya pelayann public.

Baca Juga  Waspada Pelobi! #BeraniJujurHebat

Jadi selama apa yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah dengan kegiatan diluar Kabupaten Garut, selama relate dengan desain inovasi diatas, bagi saya tidak menjadi persoalan.

Ketiga, antara Lombok dan Tiktok.
“Ada yang bertanya kepada saya, lantas yang dilakukan oleh pak Bupati tidak salah?”.

Saya jawab ya, tidak ada yang salah.
Karena tidak ada larangan bagi siapa pun, baik pejabat public maupun masyarakat biasa.

Ketika mencurahkan rasa Bahagia ataupun marah melalui media sosial, karena memang eranya demikian.

Hanya saya apa yang dilakukan oleh pak Bupati, dan beberapa SKPD lainnya, momentumnya tidak tepat disaat Sebagian masyarakat Kabupaten Garut dilanda musibah banjir bandang.

Sebagai masukan saja kepada Pak Bupati maupun pimpinan SKPD di Kabupaten Garut, semakin mencoba mencari pembenaran, maka akan semakin buruk reputasi pak Bupati dihadapan masyarakat Garut maupun luar Garut.

Saya mengingatkan bahwa netizen hari ini sangat power full, bahkan fakar marketing terkemuka Hermawan Kertajaya menyebutkan ada tiga sub kultur dalam dunia marketing yang harus diperhatikan saat ini, yaitu Youth, Women dan Netizen.

Maka jika saya menjadi bupati garut, saya akan menjawab seperti ini;

“Atas nama Bupati dan jajaran SKPD, kami memohon maaf atas apa yang dilakukan oleh kami beberapa saat yang lalu di Lombok, tidak ada yang salah, siapapun itu, apakah pejabat publik ataupun masyarakat biasa saat mencurahkan kebahagiaan lewat bermain tiktok, hanya saja kami menyadari moment tersebut salah, apalagi sebagian warga kami sedang terkena musibah banjir bandang. Tanpa mengurangi kepedulian kami, sekali lagi saya atas nama pribadi dan jajaran SKPD memohon maaf kepada seluruh warga Garut, dan sebagai bentuk kesalahan kami, saya berjanji akan berkantor dilokasi dimana musibah terjadi, sampai mulai terurai mulai dari penyebab banjir bandang sampai penanganannya”.***

Baca Juga  Perpanjangan Jabatan Presiden ataupun Penundaan Pemilu 2024 adalah Pelecehan Konstitusi

08, Desember 2021

Red/K.101
Tags: bupati garutGerakan Kreatif NasionalHendro SugiartoSKPD GarutTiktok Lombok
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

SIAGA 8 Meminta Pihak RSUD Klarifikasi Kepada Publik Kegiatan ke Objek Wisata Lombok

Post Selanjutnya

PERNYATAAN SIKAP Front Anti Dominasi Asing “Dikasih Hati Minta Ampela”

RelatedPosts

Kasat Narkoba Polres Tangsel AKP Pardiman Ditangkap Bareskrim, Diduga Terlibat Peredaran Narkoba

27 Juli 2026

Dua Helikopter Tempur Dikerahkan, Pangkogabwilhan III Pimpin Langsung Perburuan Sisa Kelompok OPM di Pegunungan Papua

25 Juli 2026

Rudi Margono: Jamwas yang Pernah Pimpin Tim Supervisi BLBI KPK, Kini Jadi Plt Jampidsus

11 Juli 2026
Direktur Samapta Korsabhara Baharkam Polri, Brigjen Pol Dr. Mokhamad Ngajib, S.I.K., M.H., (kanan) Perwira Upacara dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Satlat Brimob Cikeas, Bogor. (dok. Korsabhara Baharkam Polri)

Sosok Jenderal Humanis Akpol 1995 Ahli Hukum Cybercrime Unpad; Brigjen Pol Mokhamad Ngajib

7 Juli 2026

Menapaki Karier Komjen Panca Putra Simanjuntak dari Perwira Reserse Kini Nahkodai Lemdiklat Polri

26 Juni 2026

Seratnusa Angkat Potensi Limbah Organik di Women Ecopreneurs Market Day Bali

11 Mei 2026
Post Selanjutnya

PERNYATAAN SIKAP Front Anti Dominasi Asing “Dikasih Hati Minta Ampela”

Jelang Hari Anti Korupsi se-Dunia Inspektorat Daerah Gelar Rakor Sinergitas APIP dan APH Dalam Tindak Pidana Korupsi Tingkat Kabupaten Garut

Discussion about this post

KabarTerbaru

Langit Tepas Papandayan Garut Jadi Panggung Dunia, 13 Negara Meriahkan Festival Layang-Layang Internasional

28 Juli 2026

Pendaftar SPMB Meledak Jadi 17 Ribu, Kepala Disdikbud Tangsel Deden Siapkan SMP Negeri Baru

27 Juli 2026

Polda Metro Jaya Pastikan Kasat Narkoba Polres Tangsel AKP Pardiman Tak Terlibat Peredaran 200 Etomidate

27 Juli 2026

Kasat Narkoba Polres Tangsel AKP Pardiman Ditangkap Bareskrim, Diduga Terlibat Peredaran Narkoba

27 Juli 2026
Ahmad Syukri (Ari), Plt. Ketua PWI Jabar

Konferprov PWI Jawa Barat 2026 Digelar 12-13 Agustus, Pendaftaran Bakal Calon Resmi Dibuka

27 Juli 2026

Resmi, Perry Warjiyo Tinggalkan Jabatan Gubernur BI, Destry Damayanti Jalankan Tugas Sementara

27 Juli 2026

Usai Dikukuhkan, DPC PKB Garut Bidik 9 Kursi DPRD pada Pemilu 2029

27 Juli 2026

Wakil Ketua Komisi III DPRD Turidi Dorong MUI Jadi Motor Perubahan, Warga Tangerang Diminta Tak Terjebak Konten Negatif

27 Juli 2026

Jaksa Agung Minta Maaf ke Publik, Tegaskan Kejagung Berbenah dan Pastikan Proses Hukum Transparan

27 Juli 2026

Resmi, Perry Warjiyo Tinggalkan Jabatan Gubernur BI, Destry Damayanti Jalankan Tugas Sementara

27 Juli 2026

Kabar Terpopuler

  • Dok.Foto : Bemby/kabariku.com

    Hasanuddin Siaga 98: Sejak Awal Pernah Ingatkan Risiko Pembentukan Kortastipidkor Polri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinyal Belum Ada Pergantian Kapolri?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SIAGA 98 Minta Kortas Tipikor Polri Dibatalkan, Ini Penjelasan Hasanuddin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Bocorkan ‘Adiknya’ Jadi Calon Pengganti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hotman Paris Tiba-tiba Mundur dari Kasus Febrie Adriansyah, Ternyata Ini Alasannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Resmi Dilaporkan, Dwi Febrie Endaryanto Diduga Lakukan Penipuan Berkedok Bridging Financing

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KDM Sebut Pembagunan Flyover Bojongsoang Solusi Urai Macet Perbatasan Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com