Jelang Hari Anti Korupsi se-Dunia Inspektorat Daerah Gelar Rakor Sinergitas APIP dan APH Dalam Tindak Pidana Korupsi Tingkat Kabupaten Garut

GARUT, Kabariku- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut melalui Inspektorat Daerah Kabupaten Garut menggelar Rapat Koordinasi Sinergitas APIP (Aparat Pengawas Internal Pemerintah) dan APH (Aparat Penegak Hukum) Dalam Tindak Pidana Korupsi Tingkat Kabupaten Garut, diselenggarakan di Ballroom Hotel Harmoni, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut. Rabu (8/12/2021).

Sekretaris Daerah (Sekda) Garut, Drs. H. Nurdin Yana, MH., dalam sambutannya menyebut, terselenggaranya kegiatan ini sejalan dengan tema Peringatan Hari Anti Korupsi yang diperingati pada tanggal 9 Desember 2021 yaitu Satu Padu Bangun Budaya Antikorupsi.

“Upaya memperkuat sinergitas dan kolaborasi antara Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) dengan Aparat Penegak Hukum (APH) dalam melakukan upaya pencegahan korupsi dengan optimalisasi peran pembinaan, pengendalian dan pengawasan oleh Aparat Pengawas Internal Pemerintah dan penindakan oleh Aparat Penegak Hukum,” kata Sekda Garut.

H. Nurdin menegaskan, guna mencegah terjadinya tindak pidana korupsi, perlu adanya langkah-langkah yang konkret berupa pesan antar seksi serta pelaksana teknis di lapangan yang bersinergis dalam hal pencegahan korupsi.

“Selain itu kita harus memahami diperlukan upaya untuk memperluas keterlibatan masyarakat dalam menyebarkan dan mengimplementasikan nilai-nilai anti korupsi, sehingga dapat menyikapi pemahaman dan mendorong keterlibatan masyarakat dalam melakukan pencegahan korupsi,” ujarnya.

Sekda berharap, seluruh elemen di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) bisa saling berkolaborasi untuk dapat melakukan penguatan pencegahan korupsi dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Garut.

“Oleh karena itu dalam rangka mendukung pencegahan korupsi dipandang perlu untuk seluruh instansi dan sektor masing-masing gambaran tindak lanjut kedepan dalam upaya pencegahan korupsi dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, elemen-elemen pendukung pendidikan anti korupsi perlu kembali digiatkan,” katanya.

Sementara itu, Inspektur Pembantu Investigasi dan Pengaduan Inspektorat Daerah Garut, Dadang Kurnia, SE, M.Si., berharap kegiatan ini dapat memunculkan sinergitas, dimana dalam forum tersebut dapat dilakukan pertukaran informasi yang sesuai dengan isi perjanjian.

“Kemudian, berdasarkan pengaduan, pengaduan itu mudah-mudahan dapat dicegah atau terselesaikan. Yang sifatnya terindikasi berpotensi merugikan keuangan negara atau nantinya yang menyebabkan korupsi itu dapat dicegah dan tidak terjadi,” tandasnya.***

*Sumber: Humas Pemkab Garut

Red/K.101

Tinggalkan Balasan