• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Jumat, Agustus 7, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Ekonomi

Waspadalah Wahai Kalian Generasi Baby Boomers

Redaksi oleh Redaksi
11 Oktober 2021
di Ekonomi, Opini
A A
0
ShareSendShare ShareShare
Oleh : Hendro Sugiarto S.E., M.MKMT
Dosen FKWU Uniga, Universitas Pasundan Bandung

Kabariku- Setelah icip-icip kajian materi bertajug “gig economy” ini menjadi sebuah alarm bagi generasi pendahulu, atau sering kita kenal sebagai kaum Baby Boomer. Mereka wajib waspada bahwa sekarang sedang menuju “Gig economy”.

Sebelum ada pandemi dibelahan penjuru dunia, terutama anak2 Milenial cenderung memiliki pola kerja remote working.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Sehingga definisi diatas bisa digambarkan menjadi istilah yang tepat untuk memotret bagaimana fenomena dunia kerja yang terjadi belakangan, dimana seseorang tak perlu keluar dari rumah untuk bisa menghasilkan uang, bahkan dalam jumlah berlimpah.

RelatedPosts

Polemik Revitalisasi Pasar Baru Garut Kian Mengemuka, Transparansi Proyek Jadi Sorotan

Salam Wa Rahmah: “Belajar dari Republik Islam Iran untuk Menghalau Badai Kehancuran Negeri”

Rocky Gerung: Keadilan Sosial Jadi Kunci Ekonomi, Singgung Ancaman Rupiah Tembus Rp25.000 per Dolar

Sejak dua hari yang lalu, sampai tadi siang saya masih menyaksikan sebuah insight dalam acara dialog yg bertajug 20 under 20. Mereka bercerita bagaimana di usia sebelum 20 tahun dengan penghasilan ratusan juta bahkan mulai nembus diangka milyaran.

Hadirnya “Gig economy” berdampak kepada seringnya kita mendengar di media sosial belakangan dihebohkan dengan kabar seorang netizen yang menuding tetangganya menjadi babi ngepet.

Alasannya, si tetangga dianggap hanya bermalas-malasan, mager dan rebahan dirumahnya, namun bisa memiliki banyak uang.

Tuduhan ini sekilas mungkin terasa konyol, lucu namun sekaligus bisa dipahami bagi banyak orang, bekerja sama artinya dengan melangkah kaki ke luar rumah untuk pergi ke kantor atau berbisnis.

Namun dengan perkembangan teknologi saat ini, ada banyak cara untuk menghasilkan uang dari rumah. Ini juga yang membuat saya dan teman-teman dalam menyediakan hunian berkonsep “Living, playing dan working”.

Dalam sebuah talkshow 20 under 20 tersebut, rata-rata mereka mempunyai penghasilan dengan menjadi content creator, trader saham, makelar online atau graphic designer. Mereka adalah orang-orang yang menukar keahliannya dengan uang sehingga tak perlu berlelah-lelah menghadapi macet atau panas matahari untuk bekerja dengan pola 08-17 to 6. Atau berangkat jam 08.00 pulang jam 17, selama enam hari.

Baca Juga  Ssst… Dirut Bulog Budi Waseso Jual Kopi Ganja

Fenomena ini masih terasa asing bagi banyak generasi terdahulu. Banyak orangtua yang kesulitan memahami bahwa hal tersebut sekarang mungkin dilakukan.

Hal tersebut adalah wujud dari praktik “gig economy” yang membuat batas-batas dunia kerja menjadi jauh lebih fleksibel.

Dalam prinsip gig economy, seseorang dibayar berdasarkan pekerjaan yang mereka selesaikan. Bukan mendapatkan gaji rutin bulanan yang besarannya tetap seperti kebanyakan orang di generasi sebelumnya.

Sebagai contoh sederhana seorang dari kampung Saripulo sebagai UX Writer bisa bekerja untuk startup di Silicon Valley, Amerika Serikat. Pola kerja ini menawarkan fleksibilitas waktu dengan target akhir yang pasti dan tentunya menuntut kemandirian.

Bagi beberapa orang, cara ini memberikan kontrol atas berapa banyak waktu yang dapat mereka gunakan untuk bekerja.

Dengan demikian, “era gif economy” haruslah menjadi sebuah perhatian tidak saja bagi pemilik bisnis secara husus mereka yang sering di kenal sebagai generasi baby boomer, tapi juga pemerintah, baik pusat atau daerah. Pemerintah harus aware dan menyiapkan ekosistem agar bonus demografi ini bisa menjadi peluang bagi kita, bukan bencana. ***

“Selamat bertumbuh. Salam pejuang pengusaha, pengusaha pejuang”.

Saripulo, 11 Oktober 2021

Red/K.101
Tags: FKWU UnigaUniversitas Pasundan Bandung
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

Pekan Olahraga Nasional XX Papua, Rafika Putra Pecahkan Rekor di Venue Atletik Mimika Sport Complex

Post Selanjutnya

PON XX Papua, Lifter Wulandari dari Kalimantan Timur Raih Medali Emas Sekaligus Cetak Rekor Nasional

RelatedPosts

Polemik Revitalisasi Pasar Baru Garut Kian Mengemuka, Transparansi Proyek Jadi Sorotan

6 Agustus 2026

Salam Wa Rahmah: “Belajar dari Republik Islam Iran untuk Menghalau Badai Kehancuran Negeri”

5 Agustus 2026

Rocky Gerung: Keadilan Sosial Jadi Kunci Ekonomi, Singgung Ancaman Rupiah Tembus Rp25.000 per Dolar

5 Agustus 2026

Indonesia Tidak Akan Kalah Melawan Desas-desus

3 Agustus 2026

Harga Pertamax Turun Mulai 1 Agustus 2026, Ini Daftar Lengkap BBM Non-Subsidi Terbaru

1 Agustus 2026

GAGAL MAKAR – Kini Bangun Opini Lewat Survei

31 Juli 2026
Post Selanjutnya

PON XX Papua, Lifter Wulandari dari Kalimantan Timur Raih Medali Emas Sekaligus Cetak Rekor Nasional

Di Sidang MK, Presiden Nyatakan Dewan Pers Adalah Fasilitator

Discussion about this post

KabarTerbaru

Yudha Puja Salurkan Bantuan untuk Keluarga Pengidap Kanker, Dorong Solusi Jangka Panjang

7 Agustus 2026

Wakapolri Dedi Prasetyo Dorong Personel Polri Kembangkan Kompetensi, Inovasi Jadi Kekuatan Institusi

7 Agustus 2026
Ketua Bidang Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Barat, Kundrat Kanda Permana

Perebutan Presidium KAHMI Jabar Dinilai Jadi Momentum Perkuat Jalan KDM Menuju Pilpres 2029

7 Agustus 2026

War Ticket HUT ke-81 RI Diserbu 128.331 Pendaftar, Mensesneg: Masyarakat Masih Punya Kesempatan

6 Agustus 2026

Agus Muttaqien Alfaz Siap Pimpin MW KAHMI Jabar

6 Agustus 2026

Dasco Instruksikan Kader Kawal Program Prabowo dan Perangi Hoaks

6 Agustus 2026

PUTR Cianjur Revitalisasi Saluran Air di Sungai Cikoak

6 Agustus 2026

Irjen Pol Andry Wibowo: Universitas Kepolisian Jadi Investasi Strategis Lembaga Polri

6 Agustus 2026

Polemik Revitalisasi Pasar Baru Garut Kian Mengemuka, Transparansi Proyek Jadi Sorotan

6 Agustus 2026

War Ticket HUT ke-81 RI Diserbu 128.331 Pendaftar, Mensesneg: Masyarakat Masih Punya Kesempatan

6 Agustus 2026

Kabar Terpopuler

  • Dok.Foto: Istimewa

    DPP Persadha Nusantara Resmi Dilantik, Tetapkan 10 Agenda Transformasi Lembaga Hindu 2045

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mabes Polri Bungkam soal Masa Aktif Wakapolri, Status Komjen Dedi Prasetyo Masih Jadi Tanda Tanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Publik Pertanyakan Pelayanan SPBU 24.331.148 Kurau, BBM untuk Warga Disebut Habis, Diduga Pengerit Tetap Dilayani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • IKA PMII Garut Perkuat Jaringan Alumni hingga Kecamatan, Siap Kawal Tata Kelola Keuangan Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Komjak RI Koordinasi Kemenko Polkam Kawal Penanganan Kasus Korupsi dan TPPU Mantan Jampidsus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BNN Ungkap Sindikat Narkotika Lintas Negara di Batam, Enam Tersangka Diamankan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AMPPIBI Apresiasi Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Tetapkan Empat Tersangka Baru Korupsi Dana BOS Mts di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com