Resmi, Iuran PBJS Batal Naik

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy. (*)

KABARIKU – Sesuai dengan Putusan Mahkamah Agung (MA) No. 7/P/HUM/2020 yang mengabulkan gugatan tentang kenaikan iuran BPJS, pemerintah mengembalikan iuran BPJS Kesehatan yang sejak Januari 2020 naik, ke harga semula sesuai Peraturan Presiden No. 82/2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Iuran BPJS untuk untuk Kls III yang sejak Januari menjadi Rp 42.000 kembali menjadi Rp25.500. Untuk kelas II yang naik menjadi Rp 110.000, kini menjadi Rp51.000. Lalu iuran untuk kelas I yang sempat naik menjadi Rp160.000, kembali menjadi Rp80.000.

Keputusan pemerintah mengembalikan iuran BPJS ke harga semula berlaku mulai 1 April 2020.

Pemerintah pun menyatakan, kelebihan iuran yang telah dibayarkan pada bulan April 2020 akan diperhitungkan pada pembayaran iuran bulan selanjutnya.

“Pemerintah menghormati keputusan MA,” jelas Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy di Jakarta, Selasa (21/4/2020)

Putusan MA No. 7P/HUM/2020 diterima pemerintah secara resmi pada 31 Maret 2020 berdasarkan surat dari Panitera Muda Tata Usaha Negara Mahkamah Agung Nomor: 24/P.PTS/III/2020/7P/HUM/2020 tanggal 31 Maret 2020 perihal Pengiriman Putusan Perkara Hak Uji Materiil Reg. No. 7P/HUM/2020.

Sesuai ketentuan Pasal 8 ayat (2) Peraturan Mahkamah Agung No. 01/2011 tentang Hak Uji Materiil, Pemerintah mempunyai waktu paling lambat 90 (sembilan puluh) hari untuk melaksanakan Putusan MA tersebut (sampai dengan 29 Juni 2020). (Ref)

Leave a Reply