• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Rabu, Januari 7, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Kabar Terkini

Generasi Milenial dan Perubahan Iklim

Redaksi oleh Redaksi
25 Oktober 2021
di Kabar Terkini, Opini
A A
0
ShareSendShare ShareShare
Oleh:
Taufan Hunneman
Sekjen Forum Nasional Bhineka Tunggal Ika

Kabariku- Generasi milenial adalah harapan bagi imajinasi masa depan, negeri dengan  lingkungan yang bersih dan sehat, biasa diistilahkan sebagai rendah karbon (carbon neutral).

Generasi milenial pula yang akan menjadi saksi Indonesia 2045, ketika langit kota besar  seperti Jakarta atau Surabaya, senantiasa biru (blue sky), dan populasi kendaraan listrik (electric vehicle) bertambah secara signifikan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Udara bersih adalah ambisi warga dunia, oleh karenanya reduksi gas rumah kaca menjadi agenda bersama, termasuk keterlibatan generasi milenial. Indonesia untuk sementara ini belum secara tegas mematok target, pada tahun berapa capaian target carbon neutral.

RelatedPosts

Seabad Panas Bumi Kamojang: Tonggak Swasembada Energi Nasional

Transformasi Pertamina: Tiga Subholding Dilebur, Direksi Baru Disiapkan

Pemulihan Akses Jalan dan Jembatan Pascabencana Aceh Tunjukkan Kemajuan Pesat

Sekadar perbandingan adalah China, dengan kegiatan ekonomi dan industry skala besar, berani pasang target, pada tahun 2060 akan mencapai net zero emission (NZE, netral karbon), kemudian Jepang pada tahun 2050. Bahkan negara kawasan Skandinavia, berani lebih cepat lagi.

Tahun Emas Indonesia (2045) adalah era generasi milenial, yakni generasi Y dan Z, itu sebabnya mereka cukup cemas dengan kecenderungan pemanasan global.

Dalam salah satu kegiatan yang bertajuk Muda Bersuara 2021: Selamatkan Generasi Emas 2045 dari Krisis Iklim, pada pertengahan Agustus lalu. Kegiatan ini diikuti oleh 21 perwakilan universitas di Indonesia, antara lain UI, UII, Unibraw, UGM, dan seterusnya.

Salah satu seruan yang muncul adalah, agar pemerintah dan semua pemangku kepentingan menangani isu perubahan iklim secara serius. Tindakan ini penting untuk menjamin kehidupan yang layak bagi generasi mendatang, sebagai ahli waris bumi ini. Sebagaimana dikatakan Marvella (perwakilan UI), penanganan krisis iklim tidak bisa ditunda karena berdampak ke segala aspek kehidupan.

Kegiatan serupa pernah diadakan Desember tahun lalu,  yaitu “Indonesia Youth Climate Summit 2020” secara daring. Kegiatan memperoleh respons positif, terlihat dari jumlah dan antusiasme peserta.

Baca Juga  Penulisan Sejarah Nasional, IRC Reform: Strategi Kebudayaan dari Bangsa Besar Menuju Indonesia Raya

Artinya sudah ada elemen generasi milenial yang ikut mengampanyekan bahaya pemanasan global, dan bagaimana cara menghindarinya.

Gerakan peduli iklim generasi milenial di tanah air, tidak dapat dilepaskan dari sosok Gretha Thunberg (pelajar Swedia), seorang aktivis lingkungan belia, dikenal dengan tagline “Friday For Future”. Gerakan yang disebut terakhir ini merupakan inisiatif Greta Thunberg,  berupa mogok sekolah setiap  Jumat sebagai bentuk  menentang perubahan iklim.

Dalam acara bertajuk Youth4Climate, yang berlangsung di Milan, Italia, akhir September lalu, Greta Thunberg, secara keras mengingatkan kembali pada pemimpin Dunia yang akan hadir pada KTT Iklim di Glasgow, awal November ini, agar ada agenda konkret bagi penyelematan bumi, bukan hanya janji dan kata-kata.

Gletser meleleh

Salah satu dampak pemanasan global terjadi pada tahun 2020, yang dikenal sebagai tahun terpanas kedua sepanjang sejarah (setelah 2016).

Tujuh tahun terpanas dalam sejarah umat manusia  terjadi secara berkesinambungan sejak 2014,  salah satunya berdampak pada Gletser di Puncak Jaya, Papua.

Salju abadi itu telah meleleh, sehingga status “abadi” kelak tak lagi dapat disandangnya. Proses penyusutan luasan dan ketebalan es berjalan dengan cepat, setidaknya sejak tahun 2002, dan diperkirakan pada tahun 2026 akan lenyap sama sekali .

Sungguh tak terbayangkan, salah satu keajaiban dunia yang ada di negeri kita, sebentar lagi akan hilang dalam peta bumi. Menipisnya gletser di Puncak Jaya, serta fenomena pemanasan global dengan dampak (bencana) luar biasa, sudahkah menjadi fokus generasi milenial Indonesia?

Gletser di Puncak Jaya, memiliki memori tersendiri bagi generasi muda dekade 1970 dan 1980-an, terutama mereka yang aktif di kelompok pecinta alam. Lokasi itu dijadikan parameter kompetisi di antara kelompok pecinta alam berbasis kampus. Bagi kelompok yang berhasil menapaki puncak gletser, nama kampus dan kelompok (pecinta alam) menjadi “viral” pula, dan ini sangat membanggakan  bagi generasi di era pra-digital.

Baca Juga  Pilkada Garut 2024, KPU Tetapkan 2.005.168 DPT di 4.418 TPS

Sebagian anggota pecinta alam itu, ada yang kemudian berlanjut sebagai aktivis lingkungan, baik secara mandiri maupun bergabung ke NGO. Artinya, bagi generasi 1970-an sampai 1990-an, isu lingkungan cukup mendapat perhatian, dan ada figur tangguh yang menjadi motor mengangkat isu lingkungan. Menipisnya es gletser Puncak Jaya, tentu sebuah kenyataan pahit yang harus dihadapi generasi ini.

Cara tepat mereduksi pemanasan global dan kemungkinan bencana ekologis lainnya adalah, ketika generasi milenial menjadikan EBT (energi baru dan terbarukan) sebagai gaya hidup. Beberapa jenama yang dekat dengan gaya hidup generasi milenial, seperti Coca-cola dan Unilever,  sudah memanfaatkan energi surya dalam pasokan listrik ke kantor dan kawasan pabriknya.

Salah satu ranah yang juga menanti partisipasi generasi milenial adalah membangun  ekosistem kendaraan listrik. Menggunakan kendaraan listrik dan produk EBT harus dijadikan pilihan, harus dijadikan gaya hidup generasi milenial.

Kendaraan listrik dan produk EBT adalah keniscayaan, sebuah langkah strategis sekaligus solusi guna mengurangi pemakaian bahan bakar fosil, yang menjadi sumber emisi selama ini, terlebih tidak dapat diperbarui.

Generasi milenial bisa menjadi menjadi game changer (fakor penentu) dalam mengejar target EBT dalam bauran energi nasional. Sekadar mengingatkan kembali, target EBT dalam bauran energi nasional adalah 23 persen pada 2025, dan sampai 2020 kemarin, capaiannya belum genap 10 persen.

Bila ada gerakan masif, dan EBT dijadikan sebagai gaya hidup generasi milenial, rasanya kita cukup optimis target itu akan tercapai pada saatnya nanti.

Musisi sebagai influencer

Ada yang berbeda dalam sidang tahunan PBB tahun ini. Itu terjadi ketika kelompok BTS (Beyond the Scene) asal Korsel, kelompok dengan genre K-Pop,  mendapat kesempatan untuk tampil di panggung yang sangat terhormat,  yakni  Sidang Ke-76 Majelis Umum PBB di New York, pertengahan September  lalu. Kesempatan itu diberikan, mengingat  BTS selama ini dikenal memiliki perhatian terhadap isu perubahan iklim.

Kelompok K-pop lain yang bisa disebutkan adalah Blackpink, yang secara jelas mengampanyekan  perubahan iklim. Mereka   merilis video, guna  mendorong kesadaran publik tentang arti strategis pertemuan tingkat tinggi perubahan iklim PBB (COP26), di Glasgow (Skotlandia), awal November ini. Video itu sudah diunduh oleh 60 juta fans mereka, pada intinya Blackpink meminta, agar komunitas penggemar (populer disebut BLINK)  lebih  peduli pada isu perubahan iklim.

Baca Juga  Peringati Sumpah Pemuda, Aktifis Indonesia Gagas: "Perhimpunan Menemukan Kembali Indonesia"

Paling fenomenal adalah cuitan kelompok musik Coldplay dan telah menjadi trending topic pertengahan September lalu.  Dalam cuitannya Coldplay mengundang Presiden Jokowi, untuk berinisiatif memimpin menghadapi krisis iklim. Cuitan Coldplay bisa dibaca sebagai apresiasi dan kepercayaan terhadap figur Jokowi, yang memiliki rekam jejak  sungguh-sungguh sehubungan Kesepakatan Paris 2105.

Setelah dua dekade  menjadi bintang di berbagai konser, dengan tiket   selalu terjual habis, saat merilis album terakhir (Everyday Life), dengan tegas Coldplay mengumumkan, mereka tidak akan lagi melakukan perjalanan konser “jika tidak netral karbon”. Kabar seperti ini merupakan mimpi buruk bagi promotor dimana pun (termasuk Jakarta tentunya), yang selama ini selalu mengandalkan pasokan energi listrik berbasis fosil, baik untuk keperluan panggung dan peralatan konser, termasuk transportasi para penonton.

Itu bisa dibuktikan ketika Coldplay berkolaborasi dengan BTS, dalam merilis lagu My Universe, akhir September lalu. Salah satu pesan dari kolaborasi ini adalah terkait  proses produksi,  sejak kerja kreatif di studio, hingga output  dalam format CD dan vinyl, termasuk transportasi bagi personel dan awak pendukung,  mensyaratkan pasokan energi bersih dan berkelanjutan (renewable energy).

Beberapa musisi kini semakin vocal menyuarakan isu lingkungan dan perubahan iklim, dan langsung diamplifikasi segenap penggemarnya. Pada K-pop misalnya, sebagian besar fans mereka adalah generasi milenial, yang secara sadar melakukan perjuangan bersama untuk masa depan iklim yang lebih sehat.

Melalui platform media social, fans K-pop dan musisi dunia lainnya,  mendiskusikan dan mengangkat kesadaran warga dunia pada dampak perubahan iklim, seperti polusi, gelombang panas, naiknya permukaan laut, banjir, dan kebakaran hutan. ***

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Forum Nasional Bhineka Tunggal IkaGenerasi Milenial
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

H. Agus Hamdani Kembali Terpilih Nahkodai PPP Kabupaten Garut Periode 2021 – 2026

Post Selanjutnya

Kepada Pengkritik Pemerintah, Habib Syakur: ‘Jangan Gunakan Kebebasan Berpendapat Secara Bablas’

RelatedPosts

Kawah Kareta di Dusun Kamojang Desa Laksana Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung (dok Kabariku)

Seabad Panas Bumi Kamojang: Tonggak Swasembada Energi Nasional

6 Januari 2026

Transformasi Pertamina: Tiga Subholding Dilebur, Direksi Baru Disiapkan

31 Desember 2025
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari saat konferensi pers di Jakarta. (Foto: Tangkapan layar YouTube BNPB)

Pemulihan Akses Jalan dan Jembatan Pascabencana Aceh Tunjukkan Kemajuan Pesat

31 Desember 2025

KPK Terbitkan SP3 Kasus Konawe Utara, SIAGA 98: Sah Secara Hukum

29 Desember 2025

KPK Ungkap Alasan SP3 Kasus Dugaan Korupsi Tambang di Konawe Utara

28 Desember 2025
Komisi Percepatan Reformasi Polri usai Rapat Koordinasi Tingkat Menteri dan Kepala Lembaga Republik Indonesia di Jakarta, Sabtu (20/12)

SIAGA 98: Komisi Reformasi Polri Rekomendasi PP untuk Jabatan Sipil, Terlalu Dini

24 Desember 2025
Post Selanjutnya

Kepada Pengkritik Pemerintah, Habib Syakur: 'Jangan Gunakan Kebebasan Berpendapat Secara Bablas'

Presiden Jokowi Lantik 17 Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Negara Tetangga

Discussion about this post

KabarTerbaru

Ketua Baznas RI, Prof Dr Noor Achmad saat dimintai keterangan di Gedung Merah Putih KPK. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku.com)

Hadiri Sunatan Massal KPK, Baznas Komitmen Bantu Mustahik dan Korban Bencana di Sumatra

7 Januari 2026

Kapolres Garut Raih Penghargaan dari Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan 2025

7 Januari 2026
Ketua KPK Setyo Budyanto saat dimintai keterangan soal kasus dugaan korupsi kuota haji. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku.com)

KPK Bantah Isu Pimpinan Terbelah soal Kasus Kuota Haji

7 Januari 2026

Kajian Online Minta Maaf dan Hapus Konten soal SBY, Andi Arief: Demokrat Tunggu Akun Lain

7 Januari 2026
ilustrasi pic IG_VT

Di Balik Penertiban Kawasan Hutan, Transparansi Kinerja Satgas PKH Dipertanyakan

7 Januari 2026

KUHP Nasional dan KUHAP Baru Resmi Berlaku, Yusril: Babak Baru Penegakan Hukum Indonesia

7 Januari 2026
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi  Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr

Kesepakatan Tarif RI–AS Masuki Tahap Akhir, Presiden Prabowo Siap Teken Dokumen Final

7 Januari 2026
Wisatawan melakukan interaksi dengan satwa

Taman Satwa Cikembulan Gandeng Super Indo Dukung Pelestarian Satwa Lewat Program Food Recycle

7 Januari 2026
Kuasa hukum Kepala Desa Klapagading Kulon melaporkan Aspem Banyumas dan Camat Wangon ke Ombudsman RI (Irfan/kabariku.com)

Polemik PDTH Perangkat Desa: Aspem dan Camat Wangon Dilaporkan ke Ombudsman

6 Januari 2026

Kabar Terpopuler

  • Profil Komjen (Purn) Chryshnanda Dwilaksana, mantan Kalemdiklat Polri dan Ketua Tim Transformasi Reformasi Polri

    Menutup Masa Dinas, Komjen Chryshnanda Tinggalkan Warisan Reformasi di Tubuh Polri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KUHP Baru Berlaku Januari 2026, Menkum: Disusun 63 Tahun Gantikan Produk Hukum Kolonial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 139 Personel Polres Garut Naik Pangkat, Kapolres Tekankan Profesionalisme dan Integritas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Brigjen Pol Umar Surya Fana, Polisi Baik “Sosok Ayah” bagi Pondok Pesantren dan Panti Asuhan Al-Umaro

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Garut Evaluasi Galian C, Tiga Lokasi di Banyuresmi-Tarogong Kaler Dihentikan Sementara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Isu Ijazah Jokowi: Partai Demokrat Layangkan Somasi atas Konten yang Seret Nama SBY

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jarang Terungkap, Inilah Orang Tua dan Tiga Saudara Kandung Menlu Sugiono Beserta Pekerjaannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku adalah media online yang menyajikan berita-berita dan informasi yang beragam serta mendalam. Kabariku hadir memberi manfaat lebih

Kabariku.com Terverifikasi Faktual Dewan Pers dan telah mendapatkan Sertifikat dengan nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com