• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Kamis, Juni 4, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Kabar Terkini

Fakta dan Fiksi Aksi Ferdy

Redaksi oleh Redaksi
11 Agustus 2022
di Kabar Terkini, Profile
A A
0
ShareSendShare ShareShare

oleh
Lukas Luwarso

Kabariku- Sebulan masyarakat Indonesia disuguhi kisah tragis, tragedi drama manusia, bernuansa fiksi, tentang kematian Brigadir Joshua.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Drama “tembak-menembak” antara  Brigadir Joshua (J) dan Bharada Elieser (E), sesama Polisi, di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo pada 8 Juli 2022 ini mulai terungkap faktanya.

RelatedPosts

Sempat Bantah Kena OTT, Kejagung Ungkap Sony Sonjaya Terafiliasi Tiga Yayasan hingga Intervensi Verifikasi SPPG

Terbongkar! Alasan di Balik Pencopotan Dadan Hindayana Sebelum Akhirnya Ditahan Kejagung

Dadan Hindayana Dicopot dari Jabatan Kepala BGN, Presiden Prabowo Rombak Pimpinan

Namun selama satu bulan sebelum fakta terungkap, narasi fiksi dan spekulasi beredar liar.

Fiksi pertama adalah versi aktor utama, Irjen Ferdy Sambo. Upaya memfiksikan fakta pembunuhan  Joshua diawali empat hari setelah peristiwa.

Pada 12 Juli, Kepolisian mengeluarkan rilis untuk media tentang tragedi ini.

Kenapa perlu waktu empat hari?

Karena Polisi harus “istirahat” saat liburan Idul Adha, 9 Juli. Selain itu, Polisi perlu waktu untuk merancang fiksi, mengumpulkan “fakta”.

Menurut Kepolisian, seperti disampaikan Kapolres Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto, peristiwa “tembak-menembak” di Duren Tiga dipicu aksi pelecehan seksual Brigadir J pada  Putri Candrawathi, Istri Ferdy Sambo.

Brigadir J masuk ke kamar Putri melakukan pelecehan. Putri  berteriak minta tolong. Bharada E mendengar teriakan itu dan segera masuk ke rumah, mendapati Brigadir J turun tangga dan menembaknya.

Terjadilah aksi tembak-menembak antara Brigadir J dan Bharada E. Brigadir J tewas dalam adegan kekerasan ala film laga ini. Kematian yang wajar, tidak ada yang janggal.

Narasi fiktif resmi versi Polisi ini sepertinya meyakinkan, pada awalnya.

Apalagi didukung oleh Ketua Komisi Kepolisian Nasional, Benny Mamoto, lembaga pengawas polisi, yang mengaku ikut turun langsung ke lokasi dan melihat bukti-bukti.

Baca Juga  Jiwa Korsa, Pedang Bermata Dua

Namun narasi fiktif  ini kemudian dipersoalkan oleh pengacara keluarga Brigadir J, Kamarudin Simanjuntak.

Simanjuntak berteriak, mengajak publik untuk merekonstruksi fakta, melihat sejumkah kejanggalan, berdasarkan foto-foto hasil visum.

Menurutnya, ada kisah mengerikan, aksi sadisme, penyiksaan dan pembunuhan terencana. Brigadir J tewas bukan akibat adegan tembak-menembak, tapi disiksa.

Simanjuntak menunjukkan foto dan video hasil visum, yang diambil secara sambil lalu. Menjelaskan secara  terinci, sejumlah luka akibat benda tajam hingga peluru di tubuh Brigadir J. Ada sejumlah sayatan, beberapa luka tembak, luka memar, pergeseran rahang, luka di bahu, di kaki, di telinga serta di berbagai tubuh lainnya.

Kemudian beredar pula narasi versi lain, “fakta berbasis rekaman CCTV” di koridor jalan tol.

Menurut satu media online, Brigadir J dihabisi di jalan tol rute Jakarta-Magelang. Aksi pembunuhan itu terekam kamera CCTV jalan tol.

Akun YouTube “Skema Politik” menulis secara bombastis, “Fakta Baru! Kebenaran Akhirnya Terungkap, Brigadir J Dihabisi Karena Ini,” pada 20 Juli 2022.

Narasi ini dibenarkan oleh Simanjuntak, Brigadir J disiksa sebelum dibunuh di jalan tol. Namun kemudian diketahui tayangan ini hoax, info palsu.

Selama satu bulan, narasi-kontra-narasi versi polisi (tembak-menembak) melawan versi pengacara (penyiksaan dan pembunuhan terencana) memasuki pikiran publik.

Antara fakta, fiksi, atau spekulasi tidak diketahui.

Sampai keluarnya narasi Bharada  E, yang menyampaikan pengakuan didepan Penyidik Kepolisian.

Dalam pengakuan didepan penyidik, Bharada E menyampaikan, tidak ada baku tembak antara dirinya dengan Brigadir J.

Narasi baku tembak adalah rekayasa.

Ia mengaku ikut membunuh Brigadir J, bersama anggota polisi lainnya. Atas perintah atasannya, Irjen Freddy Sambo.

Pengakuan ini selanjutnya disampaikan Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, secara resmi kepada publik.

Baca Juga  Resmi Jadi Pengacara Irjen Teddy Minahasa, Berikut Penjelasan Hotman Paris Hutapea

Diluar penjelasan resmi Kapolri, beredar berbagai isu, rumor, dan teori konspirasi, tentang apa motif Irjen Ferdy Sambo membunuh ajudannya ini.

Dari kisah asmara, perselingkuhan, kecemburuan, istri muda, hingga adanya persaingan faksi-faksi “mafia” di Kepolisian.

Dikisahkan, Freddy Mambo kariernya melejit karena kemampuannya menggalang dana gelap dari sindikat perjudian atau narkoba.

Kasus pembunuhan Brigadir J menjadi pintu masuk untuk menyingkirkan jaringan “faksi Ferdy Mambo” oleh faksi Kepolisian lainnya.

Mirip kisah perseteruan antar-mafia, di film-film  Hollywood, namun ini terjadi di tubuh Kepolisian Indonesia.

Sulit divalidasi sejauh mana berbagai rumor dan konspirasi itu adalah fakta. Karena fakta hanya bisa divalidasi jika terdapat data dan informasi, sebagai bukti.

Fakta kematian Brigadir J akan tetap menjadi fiksi insiden tembak-menembak, kalau saja  Kepolisian solid satu suara.

Konspirasi fiktif yang diorkestrasi Ferdy Mambo berbenturan dengan realitas faktual persepsi publik.

Fakta dan fiksi terkait peristiwa adalah rekonstruksi dan reinterpretasi manusia.

Tidak ada fakta yang sepenuhnya terlepas dari deskripsi interpretasi atau tafsir.

Fakta dan fiksi aksi Ferdy akan terus digali, dan akan terkuak fakta-fakta baru, atau fiksi-fiksi lain di institusi Kepolisian.***

11 Agustus 2022

Red/K.000

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Bareskrim PolriFakta dan Fiksi Aksi FerdyIrjen Ferdy SamboKapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowokasus penembakan Brigadir JLukas Luwarso
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

Digeledah Kejaksaan Garut. Hasanuddin: “Tidak Harus Terjadi Jika Kooperatif, Gedung DPRD Simbol Wakil Rakyat Lembaga Terhormat”

Post Selanjutnya

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Resmi Bubarkan Satgassus Merah Putih Korps ‘Elite’ Bhayangkara Pimpinan Ferdy Sambo

RelatedPosts

Sempat Bantah Kena OTT, Kejagung Ungkap Sony Sonjaya Terafiliasi Tiga Yayasan hingga Intervensi Verifikasi SPPG

3 Juni 2026
Kejagung menahan Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sonjaya sehari setelah dicopot Presiden Prabowo.(Istimewa)

Terbongkar! Alasan di Balik Pencopotan Dadan Hindayana Sebelum Akhirnya Ditahan Kejagung

3 Juni 2026
Presiden merombak jajaran Badan Gizi Nasional dan memberhentikan Dadan Hindayana dari posisi Kepala BGN.(Istimewa)

Dadan Hindayana Dicopot dari Jabatan Kepala BGN, Presiden Prabowo Rombak Pimpinan

2 Juni 2026

Presiden di Panggung Dunia, Mendagri Menjaga Kesinambungan Pemerintahan

31 Mei 2026

ADPPI Minta Kementerian ESDM Koreksi Kepmen Penetapan Daerah Penghasil Panas Bumi 2026

30 Mei 2026

9 WNI Telah Dibebaskan Israel, Menlu Pastikan Pemerintah Kawal Hingga Tiba di Tanah Air

22 Mei 2026
Post Selanjutnya

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Resmi Bubarkan Satgassus Merah Putih Korps 'Elite' Bhayangkara Pimpinan Ferdy Sambo

Bintek Peningkatan Kemampuan Satuan Pengamanan di Wilayah Hukum Polres Pangandaran

Discussion about this post

KabarTerbaru

Pembekalan Lemhannas 2026, Wapres Gibran Minta Birokrasi Adaptif dan Bebas Ego Sektoral

3 Juni 2026

Sempat Bantah Kena OTT, Kejagung Ungkap Sony Sonjaya Terafiliasi Tiga Yayasan hingga Intervensi Verifikasi SPPG

3 Juni 2026
Kejagung menahan Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sonjaya sehari setelah dicopot Presiden Prabowo.(Istimewa)

Terbongkar! Alasan di Balik Pencopotan Dadan Hindayana Sebelum Akhirnya Ditahan Kejagung

3 Juni 2026

Jelang Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Aktivis 98 Garut Soroti Pengelolaan TPA Pasir Bajing

3 Juni 2026

FSP BUMN IRA Desak Danantara Evaluasi Pejabat BUMN yang Belum Tuntaskan Hak Pekerja

3 Juni 2026

PWI dan IPB Rancang Beasiswa S2 Wartawan, Perkuat Kompetensi dan Profesionalisme Pers

3 Juni 2026

Dari Pakaian, Buku, hingga 29.000 Pohon, PNM Perluas Pemberdayaan di Masyarakat

3 Juni 2026
Kejaksaan Agung menggeledah kantor BGN terkait dugaan praktik jual beli titik dapur MBG.(Istimewa)

Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Diselidiki, Kejagung Periksa Sejumlah Pejabat BGN

3 Juni 2026
Presiden merombak jajaran Badan Gizi Nasional dan memberhentikan Dadan Hindayana dari posisi Kepala BGN.(Istimewa)

Dadan Hindayana Dicopot dari Jabatan Kepala BGN, Presiden Prabowo Rombak Pimpinan

2 Juni 2026

Istana Angkat Bicara soal Lawatan Presiden ke Luar Negeri, Ini Penjelasan Seskab Teddy

2 Juni 2026

Kabar Terpopuler

  • Jenderal (Purn) Try Sutrisno, Wakil Presiden RI 1993-1998

    Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terbongkar! Alasan di Balik Pencopotan Dadan Hindayana Sebelum Akhirnya Ditahan Kejagung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Diselidiki, Kejagung Periksa Sejumlah Pejabat BGN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • FSP BUMN IRA Desak Danantara Evaluasi Pejabat BUMN yang Belum Tuntaskan Hak Pekerja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dadan Hindayana Dicopot dari Jabatan Kepala BGN, Presiden Prabowo Rombak Pimpinan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sempat Bantah Kena OTT, Kejagung Ungkap Sony Sonjaya Terafiliasi Tiga Yayasan hingga Intervensi Verifikasi SPPG

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Senyum dan Gandengan Tangan Prabowo-Megawati di Hari Lahir Pancasila: Simbol Persatuan Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com