• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Jumat, Februari 27, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Kabar Peristiwa

Cerita Tempe dari Israel hingga Rusia

Redaksi oleh Redaksi
25 Juli 2020
di Kabar Peristiwa
A A
0
Kiri: Roy Grant pengusaha tempe warga Israel. Kanan: William Mitchell pengusaha tempe warga London. (*)

Kiri: Roy Grant pengusaha tempe warga Israel. Kanan: William Mitchell pengusaha tempe warga London. (*)

ShareSendShare ShareShare

KABARIKU – Tak hanya rendang dari Sumatera Barat yang go internasional, kini tempe juga sudah mendunia. Makanan berbahan dasar kedelai yang difermentasi ini, kini dikenal dari Israel hingga Rusia.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Di Israel

RelatedPosts

Pemprov Jabar Dampingi 12 Warga Korban Dugaan TPPO di NTT

Tragedi Siswa SD di NTT, Kemensos Turunkan Tim Asesmen dan Perkuat DTKS

Kolaborasi ASN dan Masyarakat Wujudkan Sungai Bersih Lewat Gerakan Indonesia ASRI

Warga Israel ini namanya Roy Grant. Ia memproduksi tempe di tempat tinggalnya di Beit Herut, sebuah permukiman yang berada di antara Ibu Kota Tel Aviv dan Haifa. Tempe buatan Roy Grant ini selalu habis dibeli warga Beit Herut, Tel Aviv hingga Yerusalem.

Roy mengetahui cara membuat tempe saat mengunjungi Bali tahun 2000 silam.

“Ketika di Bali saya pergi ke sejumlah tempat memproduksi tempe, juga satu orang pembuat tofu. Dari sanalah saya belajar,” katanya kepada wartawan.

Roy mengaku sangat terkesan dengan kepiawaian orang Indonesia dalam membuat tempe. Meski tanpa inkubator dan dilakukan secara tradisional, namun tempe Indonesia hebat.

“Selalu hangat meski tanpa mesin pengatur suhu,” ujarnya.

Hingga tahun 2019 lalu, Roy sudah 19 tahun berbisnis tempe. Dan ia tetap mempertahankan pembuatan tempe secara tradisional seperti di Indonesia. Roy mengaku bukannya tak bisa memproduksi tempe secara besar-besaran dengan mesin berteknologi.

“Ini (Israel) negara kecil, jadi tidak ada alasan untuk membangun pabrik tempe di Israel,” tutur ayah dua anak ini.

Roy juga selalu bilang kepada pelanggannya, tempe adalah makanan asli Indonesia.

“Tapi sebagian besar warga Israel tidak mengetahui Indonesia sebab informasi tentang Indonesia di Israel sangat sedikit. Indonesia dan Israel tak memiliki hubungan diplomatik,” ujarnya.

Baca Juga  Mantan Ketua IDI Dokter Kartono Mohamad Tutup Usia

Di Amerika

Tempe yang laris manis di Amerika Serikat bermerk “Smiling Hara Tempeh”. Tempe ini ada yang dijual mentah da pula yang yang sudah dimasak.

Tempe merk ini diproduksi oleh pasangan suami dan istri, Chad Oliphant dan Sarah Yancey.

“Saya sangat suka tempe dan tempe juga merupakan produk yang sangat menonjol karena itu homemade. Jadi, jarang tersedia di toko-toko,” kata Chad kepada VOA Indonesia.

Chad mengaku punya pengetahuan proses fermentasi dan cara membuat tempe karena pernah mengenyam pendidikan di Microbiotic Institute di Massachussetts. Berbekal pengetahuannya ini, Chad dan istrinya mendirikan “ Smiling Hara Tempe” yang berarti perut bahagia.

Kini tempe produksi Chad dipasok ke berbagai restoran dan toko, tak hanya di Ashville, tapi juga di Amerika bagian Selatan.

Ryan Prenger, salah seorang manajer di perusahaan makanan mitra Chad, mengatakan, harga tempe Chad memang agak mahal. Meskipun demikian, tempe itu laku keras.

“Mereka juga membuat produk tempe yang sudah dibumbui dan ternyata laku juga,” kata Prenger.

Chad sendiri menyebut usaha tempe ini merupakan tumpuan hidup bagi keluarganya. Pria ini menyebut tempe telah menjadi alat mereka untuk mengenal Indonesia.
Memang, lanjut Chad, keberadaan tempe di Amerika ini masih kalah populer dengan tahu. Walaupun begitu, Chad percaya warga Amerika Serikat semakin menyukai tempe karena rasanya enak dan bergizi tinggi.

Rusia

Diam-diam sejumlah warga Rusia kini sudah mengenal tempe. Bahkan ada warga Rusia yang kebelet ingin jadi pengrajin tempe, memesan ragi tempe dari Indonesia. Warga Rusia ini namanya Levchenko.

Konon Levchenko ini rutin memesan ragi tempe merk Raprima yang diproduksi Sunarto Djajadi warga Temanggung, Jawa Tengah.

Baca Juga  Menristek: Vaksin Corona Buatan Indonesia Per Dosis Rp 72.000-Rp 145.000

Melihat minat orang Rusia dengan tempe, Rustono, kelahiran Grobogan, Jawa Tengah, yang kini menjadi bos tempe di Jepang, langsung membuka pabrik tempe di Rusia. Menurutnya, tempe ternyata mendapat sambutan hangat warga Beruang Merah tersebut.

Inggris

Di Inggris, tempe menjadi barang mewah namun sangat diminati. Warga Inggris rela merogoh saku hingga US$ 20 atau sekitar Rp 261.440 per porsi menu tempe.

Adalah William Mitchell seorang warga London yang telah bertahun-tahun membuka kedai tempe.

Ia bisa membuat tempe karena sempat belajar di sejumlah tempat di Jawa saat ia berkunjung ke Indonesia. Tertarik dengan makanan khas Indonesia itu, akhirnya ia memproduksi sendiri dan menjual tempe di negaranya.

William berjualan di warungnya selama tiga hari dan selebihnya dipakai untuk produksi dan memasak tempe.

Di Jepang

Di negeri sakura ini tempe merupakan makanan favorit. Adalah Rustono, lelaki kelahiran Grobogan yang telah disebutkan di atas yang berhasil mengangkat tempe di negara itu. Ia bahkan disebut telah “mentempekan” Jepang.

Jika di Indonesia harga satu potong tempe hanya berkisar antara Rp 5000 hingga Rp 10.000, maka tempe buatan Rustono di Jepang dihargai sekitar Rp 28.000 kalo dirupiahkan dengan kurs 115 per 1¥. Berbeda dengan di Indonesia yang berada di kelompok makanan sederhana, tempe Jepang malah memiliki prestige.

Kini usaha tempe Rustono telah merambah ke berbagai negara, di antaranya Meksiko, Hongaria, Prancis dan Polandia, serta Rusia.

Setelah “mentempekan” jepang, Rustono memang bercita-cita “mentempekan” dunia. (Ref)

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: tempetempe di Israel
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Sempat Bertemu dengan Purnomo yang Positif Covid-19, Presiden Jokowi akan Swab Test Lebih Cepat

Post Selanjutnya

KPK Ambil Alih Kasus Korupsi Tanah Makam di OKU Sumsel

RelatedPosts

Penjemputan belasan pekerja hiburan asal Jabar oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Kepolisian Daerah (Polda) Jabar di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 12 orang pekerja diduga kuat menjadi korban TPPO. /Dok. Polda Jabar/

Pemprov Jabar Dampingi 12 Warga Korban Dugaan TPPO di NTT

25 Februari 2026

Tragedi Siswa SD di NTT, Kemensos Turunkan Tim Asesmen dan Perkuat DTKS

6 Februari 2026
Mendukung Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah), ASN Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jawa Barat bersama Kader TPK, Penyuluh KB, dan Komunitas Gober bergotong royong membersihkan Sungai Cikapundung Kolot, Kelurahan Binong, Selasa (4/2/2026).

Kolaborasi ASN dan Masyarakat Wujudkan Sungai Bersih Lewat Gerakan Indonesia ASRI

5 Februari 2026
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi/Pemprov Jabar

Gubernur Jabar Tegaskan Audit Ketat Proyek 2025, Kontraktor Bermutu Rendah Terancam Tak Dibayar Penuh

12 Januari 2026
Mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil/Pemprov Jabar

Ridwan Kamil dan Atalia Praratya Resmi Bercerai, Tegaskan Pisah Secara Baik-baik

8 Januari 2026
Kepala Bareskrim (Kabareskrim) Polri Komjen Pol. Syahardiantono berbicara dalam acara Rilis Akhir Tahun 2025 di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Selasa (30/12/2025) (Foto: Divhumas Polri)

Pengamanan Nataru, Densus 88 Amankan Tujuh Terduga Teroris Jaringan NII dan Ansharuh Daulah

31 Desember 2025
Post Selanjutnya

KPK Ambil Alih Kasus Korupsi Tanah Makam di OKU Sumsel

Hasil Tes Swab Presiden Jokowi Negatif Covid-19

Discussion about this post

KabarTerbaru

Polres Garut Bagikan Takjil Gratis, Wujud Kepedulian di Bulan Ramadan

27 Februari 2026
KPK menggelar konferensi pers terkait penangkapan tersangka baru pejabat Bea Cukai. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

Dugaan Korupsi Importasi, KPK Resmi Menahan Tersangka Baru Pejabat Bea Cukai Budiman Bayu

27 Februari 2026

Anggaran dan Tata Kelola MBG Disoal, Ini Penjelasan Ketua Banggar DPR Said Abdullah

27 Februari 2026
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo

Respons “Saweran” Live TikTok Menkeu, KPK Singgung Kisah Integritas Hoegeng

27 Februari 2026

Lantik 14 Pejabat Baru, Kepala BNN Tekankan Integritas dan Transformasi Organisasi

27 Februari 2026

Video Wabup Garut Ditafsir Beragam, Alfas: Itu Refleksi Moral Setahun Menjabat, Jangan Baper

27 Februari 2026
Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, melakukan peninjauan langsung ke SLB-C Yayasan Karya Bhakti di Jalan RSU, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Kamis (26/2/2026).
(Foto: Anggana Mulia/Diskominfo Kab. Garut)

Pastikan Keselamatan Siswa, Wabup Garut Tinjau Lokasi Rencana RKB SLB-C Karya Bhakti

27 Februari 2026
Eks Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan saat digelandang dan ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Agung RI. (Foto: Dok. Kejagung)

Ada Dissenting Opinion dalam Sidang Vonis Riva Siahaan Dkk

27 Februari 2026
Eks Direktur PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan duduk menjadi pesakitan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

Eks Dirut PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan Divonis 9 Tahun Bui, Tapi Tak Dihukum Uang Pengganti

27 Februari 2026

Kabar Terpopuler

  • Petugas mengevakuasi korban meninggal dalam bencana longsor di Bungbulang Garut (Dok. BPBD Garut)

    Longsor di Bungbulang Garut: Satu Meninggal, Akses Jalan Terputus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Tahun Berjuang, Korban Jiwasraya Desak Menkeu Purbaya Lunasi Sisa 25,5 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPK Bidik Politisi PSI Ahmad Ali dan Ketum Pemuda Pancasila di Kasus Dugaan Gratifikasi Batu Bara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prof Achmad Tjachja Nugraha Rilis Buku “Technopreneurship”: Rahasia Membangun Bisnis Teknologi di Era Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jarang Terungkap, Inilah Orang Tua dan Tiga Saudara Kandung Menlu Sugiono Beserta Pekerjaannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com