Banjir Bandang di Wilayah Utara, Garut Siaga Darurat Bencana Hingga 1 April 2022

  • Bagikan

GARUT, Kabariku- Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Garut sejak Jum’at pagi menyebabkan terjadinya bencana banjir bandang di wilayah utara Garut tepatnya di kawasan Kecamatan Sukawening dan Karangtengah. Sabtu sore (27/11/2021).

Informasi dihimpun, Air meluap dari sungai dan menerjang puluhan rumah terdampak bahkan beberapa di antaranya ada yang rusak berat dan terbawa arus. Selain Kampung Ciloa, banjir bandang juga melanda kampung Depok dan sejumlah kampung lainnya di antaranya Mulabaruk, Munjul, Bangkonol, dan Cipeucang.

Ka. Pusdalops BPBD Kab. Garut melaporkan, BPBD Kab. Garut bersama Tim Gabungan melakukan evakuasi korban terdampak , diketahui, Korban banjir 38 KK/105 jiwa mengungsi ke rumah kerabat.

BPBD melakukan Peringatan Dini / Bahaya Ikutan berpotensi dampak hujan lebat untuk dampak Banjir/Bandang dapat terjadi di wilayah Prov. Jawa Barat dengan status Waspada (signature.bmkg.go.id)

Kesiapsiagaan BPBD Prov. Jawa Barat meneruskan informasi Peringatan Dini potensi hujan tersebut kepada BPBD Kab/Kota untuk diteruskan kepada pihak terkait di Kab/Kota dan masyarakat untuk waspada ancaman bencana hydrometeorologi.

Tanggul bendungan jebol, tercatat sementara kerugian materil akibat banjir; 1 unit rumah hanyut, 1 unit rumah (RS), 21 unit rumah (RR), 1 unit musholah terendam, 2 unit Fasilitas Pendidikan (TK) terendam, 1 unit Fasilitas Kesehatan (Posyandu) terendam, Lahan perkebunan/sawah terendam (pendataan), 60 kolam tambak terdampak, 2 unit jembatan rusak, Terdapat Gardu listrik rusak (Listrik padam), Akses jalan terdampak, TMA ± 150 cm, 8 Kolam budidaya ikan hanyut beserta ikannya, 6 Motor Hanyut, 1 unit penggilingan padi.

Keamanan TNI, POLRI telah dilapangan, unsur yang terlibat : BPBD, Basarnas, TNI, Polri, Aparat Desa, Relawan dan Masyarakat setempat.

Kondisi Mutakhir, Sabtu, 27 November 2021, Pkl. 18.05 WIB cuaca hujan ringan, banjir sudah surut dan menyisahkan lumpur

Sementara itu, Kapolsek Sukawening, IPTU Agus Kustanto SH, membenarkan adanya bencana banjir bandang yang melanda kawasan Sukawening dan Karangtengah, evakuasi warga ke tempat pengungsian telah dilakukan dan masih terus meninjau lokasi yang parah di terjang bencana banjir bandang.

Relawan PKS gerak cepat bantu masyarakat yang terkena banjir, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera kabupaten garut mengerahkan sejumlah relawannya untuk turut serta dalam aksi sosial pada masyarakat terdampak banjir bandang.

“Atas nama pribadi dan dan pemerintah kabupaten garut saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian banjir bandang di kecamatan sukawening dan karang tengah ,saya bisa merasakan apa yang dirasakan oleh semua warga yang terkena musibah,” tutur Wabup Garut, dr. H. Helmi Budiman.

Relawan PKS bersinergi dengan relawan dari BPBD, TNI,Para relawan dan masyarakat sekitar. Relawan PKS Kabupaten Garut bergerak cepat membantu proses pembersihan jalan dan tempat peribadatan di kampung cihanja dan ciloa dan mulabaruk.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Garut menetapkan siaga darurat bencana hidrometelorologi mulai 1 November 2021 hingga 1 April 2022. Ini diberlakukan karena Garut memiliki ancaman bencana hidrometeorologi terbesar.***

*BPBD/YB_grt

Red/K.101
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *